Neta Sebut Prinsipal Tidak Berencana Pergi dari Pasar Indonesia
23 Januari 2026, 10:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Merek mobil listrik Aletra menargetkan capai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN produknya, L8 bisa mencapai 60 persen di 2030.
Perlu diketahui saat ini besarannya adalah 44 persen. Namun menarik karena pihak Aletra menjelaskan TKDN tak hanya mencakup parts tetapi juga aktivitas pabrik.
“Kalau full investasi itu kan membangun pabrik. Kami lebih ke aktivitas,” buka Joko Purwanto, Technical Director Aletra saat ditemui di Purwakarta, belum lama ini.
Dia melanjutkan, di PT Handal Motor Indonesia (HIM) pihak Aletra meningkatkan TKDN lewat aktivitas perakitan lokal didukung tenaga kerja dalam negeri.
“(TKDN 40 persen) itu aktivitas di Handal. Ada RND (Research and Development), HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) merek Aletra,” kata Joko.
Guna mencapai angka 60 persen dalam waktu empat tahun mendatang, ia mengatakan akan ada lebih banyak prosedur pengerjaan atau perakitan baterai di pabrik tersebut.
Per 2027, pabrikan punya target meningkatkan volume produksi menjadi 3.000 unit L8 EV berstatus Completely Knocked Down (CKD).
Untuk saat ini, Joko menegaskan Aletra 100 persen didukung oleh tenaga kerja dari Indonesia. Hal itu berkontribusi pada TKDN L8 EV.
Sampai sekarang komponen mobil listrik Aletra L8 EV masih dibawa dari negara asalnya. Belum diketahui apakah Aletra bakal menggandeng supplier atau penyedia komponen lokal.
Sebagai informasi, Aletra L8 EV mulai dirakit lokal di fasilitas PT HIM pada Mei 2025, beberapa bulan sejak debutnya di Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2024.
Aletra L8 awalnya lahir sebagai Geely Livan Maple di Tiongkok, dengan konfigurasi setir kiri.
Pihak Aletra Indonesia disebut melakukan pengembangan secara mandiri untuk menyesuaikan L8 EV jadi setir kanan.
Model yang dirakit di Indonesia ini rencananya bakal diekspor ke negara lain yang juga menggunakan setir kanan.
Ada dua varian Aletra L8 EV ditawarkan ke pelanggan yakni Short Range dengan baterai 50,4 kWh, serta Long Range 64,7 kWh.
Harga Aletra L8 EV ketika debut adalah di kisaran Rp 415 jutaan, berlaku buat 200 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) pertama di perhelatan GJAW 2024.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 10:00 WIB
23 Januari 2026, 08:08 WIB
22 Januari 2026, 21:00 WIB
22 Januari 2026, 14:10 WIB
22 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai
23 Januari 2026, 19:00 WIB
Material bangunan BMW mengedepankan keberlanjutan, masih tetap dibalut konsep global yaitu Retail.Next
23 Januari 2026, 18:00 WIB
Pabrikan kendaraan asal Cina kini semakin beragam setelah Arista Group resmi membawa Farizon ke Tanah Air
23 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada empat pilihan kelir skutik Yamaha Grand Filano Hybrid untuk konsumen, harga mulai Rp 28,7 jutaan
23 Januari 2026, 16:41 WIB
Lepas L8 mengincar konsumen di segmen premium yang sedang mencari kendaraan tambahan, bukan mobil pertama
23 Januari 2026, 15:00 WIB
Penjualan merek mobil di segmen premium dipimpin BMW, berhasil mengirimkan lebih dari 2.000 unit ke konsumen
23 Januari 2026, 14:00 WIB
Agar tetap bisa berlibur bersama keluarga, masyarakat bisa memperhatikan jadwal ganjil genap Puncak Bogor