Chery Q Debut di GIIAS 2026, Sudah Terpesan 3.000 Unit
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar yang terjadi belakangan berpotensi memicu ketakutan, wajib ada edukasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belakangan ini kasus mobil listrik yang terbakar jadi perbincangan di kalangan pengguna internet. Pasalnya dalam kurun waktu beberapa bulan, ada setidaknya dua insiden.
Salah satunya terjadi di area garasi rumah. Saat itu mobil listrik dalam kondisi diparkirkan dan tengah diisi daya.
Api diperparah oleh banyaknya benda-benda mudah terbakar di sekitar garasi, seperti cat dan thinner.
Meskipun begitu, patut jadi catatan bahwa sejauh ini insiden mobil listrik terbakar kerap dipicu oleh faktor eksternal, bukan kendala baterai seperti yang ditakutkan oleh kebanyakan orang.
Mengingat kebakaran mobil listrik yang disebabkan oleh baterai butuh waktu penanganan lama dan terbilang lebih fatal.
Waktu pemadaman apinya juga lebih lama, kemudian masih ada potensi api kembali menyala imbas kandungan pada baterai.
Pengamat menilai, mobil listrik keluaran terkini terbilang aman dan memenuhi standar keselamatan pabrikan.
Namun pemilik unit perlu memperhatikan faktor lain seperti ubahan atau modifikasi terutama pada komponen kelistrikan. Lalu memastikan alat pengisian daya yang dipakai sesuai arahan manufaktur.
“Harapannya agar safety awareness tentang mobil listrik ini bisa disebarluaskan dan misinformasi dapat diredam,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, belum lama ini.
Ketidakpahaman terhadap penyebab kebakaran mobil listrik dapat memicu ketakutan. Pada akhirnya berimbas pada penurunan tren Electric Vehicle (EV).
“Mungkin karena (kehadiran mobil listrik) baru dan unik. Jadi setiap kali kejadian langsung vital,” kata Mahaendra.
Oleh karena itu edukasi keamanan mobil listrik wajib dilakukan seiring bertumbuhnya populasi EV di Tanah Air.
Kemudian pihak-pihak terkait seperti teknisi mobil listrik wajib mendapatkan sertifikasi resmi dari pabrikan.
“Untuk menangani perbaikan mobil listrik, pelatihan serta sertifikasinya harus jelas. Jadi proses penanganannya juga bisa accountable,” tegas Mahaendra.
Sebagai informasi, kejadian mobil listrik terbakar saat diisi daya di Penjaringan beberapa waktu lalu diyakini terpicu karena korsleting alat pengecasan.
Analisa EVSafe Indonesia menilai, Miniature Circuit Breaker (MCB) pada charger mobil listrik itu tidak sesuai kapasitas.
Hasilnya, komponen yang seharusnya berfungsi sebagai keamanan justru jadi sumber bahaya fatal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Juli 2026, 12:00 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
24 Juli 2026, 09:00 WIB
DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian
24 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi untuk membantu masyarakat mengurus dokumen berkendara sebelum akhir pekan
24 Juli 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum memperpanjang SIM di layanan SIM keliling Jakarta
23 Juli 2026, 23:04 WIB
ACC mengklaim iklim pembiayaan mobil baru di 2026 masih menunjukan kinerja positif meski banyak tantangan
23 Juli 2026, 18:32 WIB
BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia