Hyundai Ioniq 5 Ditawarkan Dengan Sistem Sewa Mulai Rp 15 Juta
12 Februari 2026, 11:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar yang terjadi belakangan berpotensi memicu ketakutan, wajib ada edukasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belakangan ini kasus mobil listrik yang terbakar jadi perbincangan di kalangan pengguna internet. Pasalnya dalam kurun waktu beberapa bulan, ada setidaknya dua insiden.
Salah satunya terjadi di area garasi rumah. Saat itu mobil listrik dalam kondisi diparkirkan dan tengah diisi daya.
Api diperparah oleh banyaknya benda-benda mudah terbakar di sekitar garasi, seperti cat dan thinner.
Meskipun begitu, patut jadi catatan bahwa sejauh ini insiden mobil listrik terbakar kerap dipicu oleh faktor eksternal, bukan kendala baterai seperti yang ditakutkan oleh kebanyakan orang.
Mengingat kebakaran mobil listrik yang disebabkan oleh baterai butuh waktu penanganan lama dan terbilang lebih fatal.
Waktu pemadaman apinya juga lebih lama, kemudian masih ada potensi api kembali menyala imbas kandungan pada baterai.
Pengamat menilai, mobil listrik keluaran terkini terbilang aman dan memenuhi standar keselamatan pabrikan.
Namun pemilik unit perlu memperhatikan faktor lain seperti ubahan atau modifikasi terutama pada komponen kelistrikan. Lalu memastikan alat pengisian daya yang dipakai sesuai arahan manufaktur.
“Harapannya agar safety awareness tentang mobil listrik ini bisa disebarluaskan dan misinformasi dapat diredam,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, belum lama ini.
Ketidakpahaman terhadap penyebab kebakaran mobil listrik dapat memicu ketakutan. Pada akhirnya berimbas pada penurunan tren Electric Vehicle (EV).
“Mungkin karena (kehadiran mobil listrik) baru dan unik. Jadi setiap kali kejadian langsung vital,” kata Mahaendra.
Oleh karena itu edukasi keamanan mobil listrik wajib dilakukan seiring bertumbuhnya populasi EV di Tanah Air.
Kemudian pihak-pihak terkait seperti teknisi mobil listrik wajib mendapatkan sertifikasi resmi dari pabrikan.
“Untuk menangani perbaikan mobil listrik, pelatihan serta sertifikasinya harus jelas. Jadi proses penanganannya juga bisa accountable,” tegas Mahaendra.
Sebagai informasi, kejadian mobil listrik terbakar saat diisi daya di Penjaringan beberapa waktu lalu diyakini terpicu karena korsleting alat pengecasan.
Analisa EVSafe Indonesia menilai, Miniature Circuit Breaker (MCB) pada charger mobil listrik itu tidak sesuai kapasitas.
Hasilnya, komponen yang seharusnya berfungsi sebagai keamanan justru jadi sumber bahaya fatal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 11:00 WIB
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 13:00 WIB
11 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 12:00 WIB
Toyota masih mendominasi 20 mobil terlaris Januari 2026 dengan menempatkan beberapa modelnya di dalam daftar
12 Februari 2026, 11:00 WIB
Hyundai Subscribe merupakan program baru pabrikan asal Korea Selatan untuk masyarakat Indonesia yang dinamis
12 Februari 2026, 10:00 WIB
GWM Tank 500 Diesel segera dikirim ke rumah konsumen, agar bisa diandalkan untuk kebutuhan mobilitas
12 Februari 2026, 09:00 WIB
Suzuki kembali menggelar program promo spareparts pada di IIMS 2026, sehingga memudahkan para konsumen
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Demi menggoda konsumen di Tanah Air, motor matic Honda PCX 160 diberikan penyegaraan dari sisi tampilan
12 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid perdana Mitsubishi di Indonesia akan langsung dirakit lokal, diyakini LMPV Xpander Hybrid
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan dengan diawasi langsung oleh kepolisian di sejumlah titik rawan
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Pemohon perlu menyiapkan dokumen SIM A atau C asli dan salinannya untuk perpanjangan di SIM keliling Jakarta