Cara Hyundai Bikin Nyaman dan Tenang Konsumen
17 April 2026, 07:42 WIB
Insiden mobil listrik terbakar yang terjadi belakangan berpotensi memicu ketakutan, wajib ada edukasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belakangan ini kasus mobil listrik yang terbakar jadi perbincangan di kalangan pengguna internet. Pasalnya dalam kurun waktu beberapa bulan, ada setidaknya dua insiden.
Salah satunya terjadi di area garasi rumah. Saat itu mobil listrik dalam kondisi diparkirkan dan tengah diisi daya.
Api diperparah oleh banyaknya benda-benda mudah terbakar di sekitar garasi, seperti cat dan thinner.
Meskipun begitu, patut jadi catatan bahwa sejauh ini insiden mobil listrik terbakar kerap dipicu oleh faktor eksternal, bukan kendala baterai seperti yang ditakutkan oleh kebanyakan orang.
Mengingat kebakaran mobil listrik yang disebabkan oleh baterai butuh waktu penanganan lama dan terbilang lebih fatal.
Waktu pemadaman apinya juga lebih lama, kemudian masih ada potensi api kembali menyala imbas kandungan pada baterai.
Pengamat menilai, mobil listrik keluaran terkini terbilang aman dan memenuhi standar keselamatan pabrikan.
Namun pemilik unit perlu memperhatikan faktor lain seperti ubahan atau modifikasi terutama pada komponen kelistrikan. Lalu memastikan alat pengisian daya yang dipakai sesuai arahan manufaktur.
“Harapannya agar safety awareness tentang mobil listrik ini bisa disebarluaskan dan misinformasi dapat diredam,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, belum lama ini.
Ketidakpahaman terhadap penyebab kebakaran mobil listrik dapat memicu ketakutan. Pada akhirnya berimbas pada penurunan tren Electric Vehicle (EV).
“Mungkin karena (kehadiran mobil listrik) baru dan unik. Jadi setiap kali kejadian langsung vital,” kata Mahaendra.
Oleh karena itu edukasi keamanan mobil listrik wajib dilakukan seiring bertumbuhnya populasi EV di Tanah Air.
Kemudian pihak-pihak terkait seperti teknisi mobil listrik wajib mendapatkan sertifikasi resmi dari pabrikan.
“Untuk menangani perbaikan mobil listrik, pelatihan serta sertifikasinya harus jelas. Jadi proses penanganannya juga bisa accountable,” tegas Mahaendra.
Sebagai informasi, kejadian mobil listrik terbakar saat diisi daya di Penjaringan beberapa waktu lalu diyakini terpicu karena korsleting alat pengecasan.
Analisa EVSafe Indonesia menilai, Miniature Circuit Breaker (MCB) pada charger mobil listrik itu tidak sesuai kapasitas.
Hasilnya, komponen yang seharusnya berfungsi sebagai keamanan justru jadi sumber bahaya fatal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 April 2026, 07:42 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
18 April 2026, 18:17 WIB
ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana
18 April 2026, 12:00 WIB
Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV
18 April 2026, 10:07 WIB
Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit
18 April 2026, 08:42 WIB
Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya
17 April 2026, 14:33 WIB
Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross
17 April 2026, 09:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka
17 April 2026, 07:42 WIB
Hyundai menyiapkan mobil pengganti untuk konsumen yang kendaraannya harus menginap di bengkel resmi mereka
17 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung hadir demi memfasilitasi kebutuhan para pengendara di Kota Kembang