Mobil Baru Aletra Siap Meluncur Kuartal Kedua 2026
21 Januari 2026, 15:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar yang terjadi belakangan berpotensi memicu ketakutan, wajib ada edukasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belakangan ini kasus mobil listrik yang terbakar jadi perbincangan di kalangan pengguna internet. Pasalnya dalam kurun waktu beberapa bulan, ada setidaknya dua insiden.
Salah satunya terjadi di area garasi rumah. Saat itu mobil listrik dalam kondisi diparkirkan dan tengah diisi daya.
Api diperparah oleh banyaknya benda-benda mudah terbakar di sekitar garasi, seperti cat dan thinner.
Meskipun begitu, patut jadi catatan bahwa sejauh ini insiden mobil listrik terbakar kerap dipicu oleh faktor eksternal, bukan kendala baterai seperti yang ditakutkan oleh kebanyakan orang.
Mengingat kebakaran mobil listrik yang disebabkan oleh baterai butuh waktu penanganan lama dan terbilang lebih fatal.
Waktu pemadaman apinya juga lebih lama, kemudian masih ada potensi api kembali menyala imbas kandungan pada baterai.
Pengamat menilai, mobil listrik keluaran terkini terbilang aman dan memenuhi standar keselamatan pabrikan.
Namun pemilik unit perlu memperhatikan faktor lain seperti ubahan atau modifikasi terutama pada komponen kelistrikan. Lalu memastikan alat pengisian daya yang dipakai sesuai arahan manufaktur.
“Harapannya agar safety awareness tentang mobil listrik ini bisa disebarluaskan dan misinformasi dapat diredam,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, belum lama ini.
Ketidakpahaman terhadap penyebab kebakaran mobil listrik dapat memicu ketakutan. Pada akhirnya berimbas pada penurunan tren Electric Vehicle (EV).
“Mungkin karena (kehadiran mobil listrik) baru dan unik. Jadi setiap kali kejadian langsung vital,” kata Mahaendra.
Oleh karena itu edukasi keamanan mobil listrik wajib dilakukan seiring bertumbuhnya populasi EV di Tanah Air.
Kemudian pihak-pihak terkait seperti teknisi mobil listrik wajib mendapatkan sertifikasi resmi dari pabrikan.
“Untuk menangani perbaikan mobil listrik, pelatihan serta sertifikasinya harus jelas. Jadi proses penanganannya juga bisa accountable,” tegas Mahaendra.
Sebagai informasi, kejadian mobil listrik terbakar saat diisi daya di Penjaringan beberapa waktu lalu diyakini terpicu karena korsleting alat pengecasan.
Analisa EVSafe Indonesia menilai, Miniature Circuit Breaker (MCB) pada charger mobil listrik itu tidak sesuai kapasitas.
Hasilnya, komponen yang seharusnya berfungsi sebagai keamanan justru jadi sumber bahaya fatal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Januari 2026, 15:00 WIB
21 Januari 2026, 14:09 WIB
21 Januari 2026, 10:23 WIB
21 Januari 2026, 07:00 WIB
20 Januari 2026, 21:00 WIB
Terkini
21 Januari 2026, 19:23 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins kini mempunyai motor balap Yamaha baru guna mengarungi kompetisi MotoGP 2026
21 Januari 2026, 16:08 WIB
Yamaha Nmax maupun Xmax kini tampil beda setelah diberikan livery khusus, yakni 25 tahun Maxi yang sporty
21 Januari 2026, 15:00 WIB
Hampir dua tahun sejak peluncuran L8, Aletra akhirnya siap menghadirkan produk baru buat konsumen tahun ini
21 Januari 2026, 14:09 WIB
Mobil listrik terbaru Mitsubishi memiliki ukuran kompak dan bahasa desain baru pakai basis Foxtron Bria
21 Januari 2026, 13:34 WIB
Yamaha Tmax DX model 2026 hadir untuk menggoda para pencinta touring berkantong tebal yang ada di Indonesia
21 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas bakal fokus untuk meluncurkan SUV serta sedan di Indonesia dengan desain premium yang keunggulan tersendiri
21 Januari 2026, 11:00 WIB
Polytron menegaskan bakal meluncurkan mobil listrik baru di 2026 untuk memperkuat pasarnya di Tanah Air
21 Januari 2026, 10:23 WIB
Menurut Geely, jika mereka bisa membuat mobil listrik dengan nilai TKDN tinggi maka bisa membawa banyak dampak