Hyundai Ioniq Punya Desain Nyentrik di Cina
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Insiden mobil listrik terbakar yang terjadi belakangan berpotensi memicu ketakutan, wajib ada edukasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belakangan ini kasus mobil listrik yang terbakar jadi perbincangan di kalangan pengguna internet. Pasalnya dalam kurun waktu beberapa bulan, ada setidaknya dua insiden.
Salah satunya terjadi di area garasi rumah. Saat itu mobil listrik dalam kondisi diparkirkan dan tengah diisi daya.
Api diperparah oleh banyaknya benda-benda mudah terbakar di sekitar garasi, seperti cat dan thinner.
Meskipun begitu, patut jadi catatan bahwa sejauh ini insiden mobil listrik terbakar kerap dipicu oleh faktor eksternal, bukan kendala baterai seperti yang ditakutkan oleh kebanyakan orang.
Mengingat kebakaran mobil listrik yang disebabkan oleh baterai butuh waktu penanganan lama dan terbilang lebih fatal.
Waktu pemadaman apinya juga lebih lama, kemudian masih ada potensi api kembali menyala imbas kandungan pada baterai.
Pengamat menilai, mobil listrik keluaran terkini terbilang aman dan memenuhi standar keselamatan pabrikan.
Namun pemilik unit perlu memperhatikan faktor lain seperti ubahan atau modifikasi terutama pada komponen kelistrikan. Lalu memastikan alat pengisian daya yang dipakai sesuai arahan manufaktur.
“Harapannya agar safety awareness tentang mobil listrik ini bisa disebarluaskan dan misinformasi dapat diredam,” kata Mahaendra Gofar, Founder EVSafe Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, belum lama ini.
Ketidakpahaman terhadap penyebab kebakaran mobil listrik dapat memicu ketakutan. Pada akhirnya berimbas pada penurunan tren Electric Vehicle (EV).
“Mungkin karena (kehadiran mobil listrik) baru dan unik. Jadi setiap kali kejadian langsung vital,” kata Mahaendra.
Oleh karena itu edukasi keamanan mobil listrik wajib dilakukan seiring bertumbuhnya populasi EV di Tanah Air.
Kemudian pihak-pihak terkait seperti teknisi mobil listrik wajib mendapatkan sertifikasi resmi dari pabrikan.
“Untuk menangani perbaikan mobil listrik, pelatihan serta sertifikasinya harus jelas. Jadi proses penanganannya juga bisa accountable,” tegas Mahaendra.
Sebagai informasi, kejadian mobil listrik terbakar saat diisi daya di Penjaringan beberapa waktu lalu diyakini terpicu karena korsleting alat pengecasan.
Analisa EVSafe Indonesia menilai, Miniature Circuit Breaker (MCB) pada charger mobil listrik itu tidak sesuai kapasitas.
Hasilnya, komponen yang seharusnya berfungsi sebagai keamanan justru jadi sumber bahaya fatal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Juni 2026, 08:54 WIB
05 Juni 2026, 17:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
31 Mei 2026, 19:57 WIB
31 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
07 Juni 2026, 20:47 WIB
Motul menawarkan pelumas terbaru untuk motor 2Tak yang mengalami pembaruan mengikuti standar produk global
07 Juni 2026, 20:14 WIB
Marc Marquez menunjukan kebangkitannya dengan meraih kemenangan di MotoGP Hungaria 2026 pada akhir pekan ini
07 Juni 2026, 18:48 WIB
Omoda 9 PHEV diyakini segera masuk Indonesia dalam waktu dekat, berikut adalah bocoran spesifikasinya
07 Juni 2026, 12:15 WIB
Wuling Eksion PHEV diajak melintasi berbagai macam medan jalan tanpa mengalami kesulitan dan ramah di kantong
06 Juni 2026, 20:34 WIB
Marc Marquez finish dengan memukau di Sprint Race MotoGP Hungaria 2026, naik podium bersama Pedro Acosta
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Ranggy menjelaskan bahwa Jetour T2 i-DM akan dipasarkan kepada konsumen di Tanah Air pada semester kedua 2026
06 Juni 2026, 18:08 WIB
PT Pertamina Lubricants bagikan 2.500 oli gratis untuk guru di DKI Jakarta, lengkap dengan servis tanpa biaya
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Tampilan desain eksterior Hyundai Ioniq yang dirancang untuk pasar Tiongkok terlihat unik dan futuristik