Chery Q Mulai Dikirim ke Konsumen, Antrean Bisa Dilacak Daring
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
Mobil listrik perlahan mulai diminati di Indonesia, terlihat dari angka wholesales yang bertumbuh di 2024
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Adopsi kendaraan listrik di Indonesia nampaknya semakin positif. Hal ini dilihat oleh salah satu manufaktur di bawah naungan Geely, Aletra yang baru meluncurkan MPV (Multi Purpose Vehicle) L8, digadang sebagai pesaing BYD M6.
Meskipun angka penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan, mobil listrik justru mengalami kenaikan berkat banyak faktor. Seperti harga kompetitif dan banyaknya pendatang baru dengan banderol kompetitif.
Sehingga banyak konsumen mulai tertarik dengan mobil listrik atau EV (Electric Vehicle). Angka pemesanan Aletra juga jadi tolak ukur tingginya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Perlu diketahui sejak debutnya di perhelatan GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week) Aletra berhasil mengantongi sekitar 700 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).
“Kalau secara detail sih harusnya masyarakat berhitung ya, pertama itu penghematan,” kata Djoko Purwanto, Technical Director Aletra di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Bicara soal perawatan mobil listrik, biaya yang dibutuhkan memang cenderung lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Misalnya, tidak perlu ada penggantian oli mesin.
Hal itu jadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli kendaraan. Ditambah lagi sekarang mobil listrik diklaim lebih nyaman dan punya banderol kompetitif.
“Kedua tentunya yang penting tentang lingkungan. Kalau sudah sadar lingkungan, ingin kenyamanan lalu setelah dihitung kok jatuhnya (EV) murah,” kata Djoko.
Dia menegaskan bertumbuhnya penjualan mobil listrik di dalam negeri jadi cerminan bertumbuhnya pasar elektrifikasi, tumbuh dari 17.058 unit sepanjang 2023 jadi 44.557 unit di 2024.
“Masyarakat mulai terbuka sama BEV (Battery Electric Vehicle). Kalau dulu mungkin masih takut hal baru,” kata Christo Antyo, Product Manager Aletra dalam kesempatan sama.
Christo mengungkapkan, daya jelajah menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen sebelum memutuskan buat membeli mobil listrik.
Untuk Aletra secara spesifik, calon pembeli melihat nilai mobil secara keseluruhan mulai dari daya jelajah, desain sampai kenyamanan sebelum akhirnya memutuskan buat melakukan pembelian.
“Value-nya bagaimana. Apakah nyaman, mobilnya bagus kah, dikendarainya enak atau tidak. Kalau baterai mungkin nomor sekian ya, lebih ke range yang mereka tanya,” ucap Christo.
Sebagai informasi Aletra menawarkan mobil listrik L8 dan L8s dengan banderol mulai Rp 415 juta sampai Rp 458 jutaan. Tipe terendah pakai baterai dari Gotion, sedangkan sumber daya L8s disuplai oleh Zhejiang Yoening Technology yakni blade battery generasi teranyar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI