Orang Indonesia Disebut Mulai Memandang Positif Hadirnya EV
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Masih puas dengan kendaraan listrik murni , Hyundai belum pasarkan mobil hybrid di Indonesia sampai saat ini
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menjawab kebutuhan elektrifikasi dengan menghadirkan mobil listrik berbasis baterai. Bahkan produk asal Korea Selatan tersebut mampu diserap pasar cukup baik.
Belakangan beberapa produsen di Tanah Air tengah gencar memperkenalkan mobil hybrid. Hasilnya sendiri tidak main-main karena terjual ribuan unit.
Hal ini tentunya akan menarik para pemain lain di industri otomotif. Terlebih pasarnya berkembang cukup positif.
Lalu pertanyaannya bagaimana HMID di Indonesia. Apakah mereka tertarik untuk mengambil langkah serupa dengan manufaktur lainnya.
“Hyundai pertama kali masuk ke Indonesia dan melihat elektrifikasi. Kami ingin menjadi pabrikan otomotif dengan image berbeda, game changer dan being innovative,” kata Astrid Ariani Wijana, Head of Marketing Department HMID di Jogja (29/08).
Lebih lanjut menurutnya listrik murni adalah jawaban yang tepat dari Hyundai dalam mencapai net zero emisi. Bahkan langkahnya sejalan bersama progres kemanusiaan nan tengah dibangun.
Sebagai pabrikan mobil HMID tidak menutup kemungkinan akan bermain di ‘kolam’ serupa. Hanya saja belum diketahui mereka akan menggunakan model baru atau tidak.
“Sebagai brand yang selalu mendengarkan konsumen, saya tidak bisa menjawab sekarang apakah memang kami akan selalu berada di ranah full listrik,” tutur Astrid.
Pasar otomotif Tanah Air banyak disebut belum terlalu siap untuk mempopulerkan kendaraan listrik berbasis baterai. Oleh karena itu mobil hybrid lebih disukai dan diterima positif oleh masyarakat.
Teknologi hibrida sendiri bukanlah hal baru bagi merek asal negeri Ginseng tersebut. Mereka memiliki jajaran produk yang cukup lengkap. Mulai dari Hyundai Sonata, Tucson, Elantra, Ioniq hingga Kona Hybrid tersedia di pasar global.
Kendaraan dengan dua sumber daya memang tidak ramah lingkungan sepenuhnya. Namun beberapa pabrikan mampu membuktikan bahwa hybrid memiliki kontribusi cukup siginifikan dalam mengurangi polusi.
Hyundai Ioniq hybrid di Kanada pernah dinobatkan sebagai mobil paling irit bahan bakar pada 2022. Sedan ini mampu menempuh jarak 1.125 kilometer mengandalkan 45 liter BBM.
Artinya unit tersebut memiliki konsumsi BBM 1 : 25 kilometer per liter. Angka itu lebih baik dari ketentuan LCGC di Indonesia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 12:34 WIB
23 Februari 2026, 19:00 WIB
23 Februari 2026, 14:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
23 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen
11 Maret 2026, 13:00 WIB
Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026
11 Maret 2026, 11:00 WIB
Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini
11 Maret 2026, 09:00 WIB
Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik