Alasan Hyundai Belum Pasarkan Mobil Hybrid di Indonesia

Masih puas dengan kendaraan listrik murni , Hyundai belum pasarkan mobil hybrid di Indonesia sampai saat ini

Alasan Hyundai Belum Pasarkan Mobil Hybrid di Indonesia
Denny Basudewa

TRENOTO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menjawab kebutuhan elektrifikasi dengan menghadirkan mobil listrik berbasis baterai. Bahkan produk asal Korea Selatan tersebut mampu diserap pasar cukup baik.

Belakangan beberapa produsen di Tanah Air tengah gencar memperkenalkan mobil hybrid. Hasilnya sendiri tidak main-main karena terjual ribuan unit.

Hal ini tentunya akan menarik para pemain lain di industri otomotif. Terlebih pasarnya berkembang cukup positif.

Lalu pertanyaannya bagaimana HMID di Indonesia. Apakah mereka tertarik untuk mengambil langkah serupa dengan manufaktur lainnya.

Ulas spesifikasi Hyundai Ioniq 6
Photo : TrenOto

“Hyundai pertama kali masuk ke Indonesia dan melihat elektrifikasi. Kami ingin menjadi pabrikan otomotif dengan image berbeda, game changer dan being innovative,” kata Astrid Ariani Wijana, Head of Marketing Department HMID di Jogja (29/08).

Lebih lanjut menurutnya listrik murni adalah jawaban yang tepat dari Hyundai dalam mencapai net zero emisi. Bahkan langkahnya sejalan bersama progres kemanusiaan nan tengah dibangun.

Sebagai pabrikan mobil HMID tidak menutup kemungkinan akan bermain di ‘kolam’ serupa. Hanya saja belum diketahui mereka akan menggunakan model baru atau tidak.

“Sebagai brand yang selalu mendengarkan konsumen, saya tidak bisa menjawab sekarang apakah memang kami akan selalu berada di ranah full listrik,” tutur Astrid.

Pasar otomotif Tanah Air banyak disebut belum terlalu siap untuk mempopulerkan kendaraan listrik berbasis baterai. Oleh karena itu mobil hybrid lebih disukai dan diterima positif oleh masyarakat.

Teknologi hibrida sendiri bukanlah hal baru bagi merek asal negeri Ginseng tersebut. Mereka memiliki jajaran produk yang cukup lengkap. Mulai dari Hyundai Sonata, Tucson, Elantra, Ioniq hingga Kona Hybrid tersedia di pasar global.

Hyundai Ioniq Electric 2020 bekas
Photo : TrenOto

Kendaraan dengan dua sumber daya memang tidak ramah lingkungan sepenuhnya. Namun beberapa pabrikan mampu membuktikan bahwa hybrid memiliki kontribusi cukup siginifikan dalam mengurangi polusi.

Hyundai Ioniq hybrid di Kanada pernah dinobatkan sebagai mobil paling irit bahan bakar pada 2022. Sedan ini mampu menempuh jarak 1.125 kilometer mengandalkan 45 liter BBM.

Artinya unit tersebut memiliki konsumsi BBM 1 : 25 kilometer per liter. Angka itu lebih baik dari ketentuan LCGC di Indonesia.


Terkini

mobil
Wuling Darion PHEV

Keunggulan Wuling Darion PHEV Dukung Perjalanan Mudik Lebaran

MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik

mobil
Polytron G3

Polytron Matangkan Peluncuran Mobil Listrik Baru di Tahun Ini

Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia

motor
Alva

Penjualan Motor Alva Diklaim Tumbuh Walau Tanpa Insentif

Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi

mobil
BYD

BYD Berniat Gabung ke Formula 1, Bakal Akuisisi Salah Satu Tim

Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia

mobil
Diler Xpeng Pluit

Diler Xpeng Pluit Dibuka, Tawarkan Layanan 3S dan Promo Pembelian

Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen

mobil
BYD Atto 1

Harga BYD Atto 1 Masih di Bawah Rp 200 Juta Tanpa Insentif

Tanpa insentif mobil listrik impor, harga BYD Atto 1 dipertahankan di bawah Rp 200 jutaan di Maret 2026

mobil
Jetour

Jetour Pamer Keunggulan T2 Mulai Dari Rangka Hingga Fitur

Jetour T2 buktikan kekuatan rangka dengan menopang bobot lebih dari 300 kg dan juga terdapat fitur terkini

news
Kecelakaan

Kunci Tekan Fatalitas Kecelakaan Selama Mudik Lebaran 2026

Fatalitas dalam kecelakaan di jalan raya dapat ditekan dengan sinergitas beberapa pihak dan peran publik