Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Masih puas dengan kendaraan listrik murni , Hyundai belum pasarkan mobil hybrid di Indonesia sampai saat ini
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menjawab kebutuhan elektrifikasi dengan menghadirkan mobil listrik berbasis baterai. Bahkan produk asal Korea Selatan tersebut mampu diserap pasar cukup baik.
Belakangan beberapa produsen di Tanah Air tengah gencar memperkenalkan mobil hybrid. Hasilnya sendiri tidak main-main karena terjual ribuan unit.
Hal ini tentunya akan menarik para pemain lain di industri otomotif. Terlebih pasarnya berkembang cukup positif.
Lalu pertanyaannya bagaimana HMID di Indonesia. Apakah mereka tertarik untuk mengambil langkah serupa dengan manufaktur lainnya.
“Hyundai pertama kali masuk ke Indonesia dan melihat elektrifikasi. Kami ingin menjadi pabrikan otomotif dengan image berbeda, game changer dan being innovative,” kata Astrid Ariani Wijana, Head of Marketing Department HMID di Jogja (29/08).
Lebih lanjut menurutnya listrik murni adalah jawaban yang tepat dari Hyundai dalam mencapai net zero emisi. Bahkan langkahnya sejalan bersama progres kemanusiaan nan tengah dibangun.
Sebagai pabrikan mobil HMID tidak menutup kemungkinan akan bermain di ‘kolam’ serupa. Hanya saja belum diketahui mereka akan menggunakan model baru atau tidak.
“Sebagai brand yang selalu mendengarkan konsumen, saya tidak bisa menjawab sekarang apakah memang kami akan selalu berada di ranah full listrik,” tutur Astrid.
Pasar otomotif Tanah Air banyak disebut belum terlalu siap untuk mempopulerkan kendaraan listrik berbasis baterai. Oleh karena itu mobil hybrid lebih disukai dan diterima positif oleh masyarakat.
Teknologi hibrida sendiri bukanlah hal baru bagi merek asal negeri Ginseng tersebut. Mereka memiliki jajaran produk yang cukup lengkap. Mulai dari Hyundai Sonata, Tucson, Elantra, Ioniq hingga Kona Hybrid tersedia di pasar global.
Kendaraan dengan dua sumber daya memang tidak ramah lingkungan sepenuhnya. Namun beberapa pabrikan mampu membuktikan bahwa hybrid memiliki kontribusi cukup siginifikan dalam mengurangi polusi.
Hyundai Ioniq hybrid di Kanada pernah dinobatkan sebagai mobil paling irit bahan bakar pada 2022. Sedan ini mampu menempuh jarak 1.125 kilometer mengandalkan 45 liter BBM.
Artinya unit tersebut memiliki konsumsi BBM 1 : 25 kilometer per liter. Angka itu lebih baik dari ketentuan LCGC di Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
03 Juli 2026, 07:58 WIB
02 Juli 2026, 19:03 WIB
13 Juni 2026, 20:27 WIB
06 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan