10 Merek Mobil Cina Terlaris September 2026: Wuling Bertumbuh
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
Insentif mobil hybrid diyakini Gaikindo bisa meminimalisir dampak dari kenaikan PPN 12 persen di 2025
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia sudah memutuskan memberi sejumlah stimulus untuk industri otomotif. Seperti insentif mobil hybrid sebesar tiga persen.
Kemudian Presiden Prabowo Subianto tetap melanjutkan bantuan pembelian mobil listrik berstatus CKD (Completely Knocked Down), berupa PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) 10 persen.
Tak ketinggalan PPnBM DTP untuk EV (Electric Vehicle) CBU (Completely Built Up) serta CKD sebesar 15 persen.
Lalu masih ada pembebasan bea masuk impor mobil listrik CBU. Hal ini dilakukan demi menggairahkan penjualan kendaraan roda empat baru di Tanah Air.
“Kami sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah sebagai respon cepat untuk menjaga kelangsungan industri kendaraan bermotor Indonesia yang tengah mengalami tekanan karena berbagai hal sejak tahun lalu,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam keterangan resmi.
Nangoi menuturkan bahwa pemberian insentif diharapkan bisa memberikan dampak besar bagi pasar otomotif. Sehingga penjualan kembali bergairah di 2025.
Dia juga optimistis insentif dari pemerintah bakal menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya penjualan mobil baru di tahun depan.
Terutama buat kendaran-kendaraan ramah lingkungan. Sehingga bisa mengurangi kadar emisi gas buang.
Di sisi lain Nangoi menyebut kalau insentif mobil hybrid dan listrik dapat mengeliminasi kekhawatiran para pelaku industri, mengenai dampak kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 12 persen pada Januari 2025.
“Kebijakan positif dari pemerintah membangun keyakinan bagi industri kendaraan bermotor Indonesia, bahwa kenaikan PPN 12 persen di 1 Januari 2025 mendatang tidak akan berdampak negatif pada potensi penjualan, bahkan dapat diabaikan,” tegas Nangoi.
Sebagai informasi, tidak hanya PPN 12 persen yang diterapkan di tahun depan. Namun masih ada opsen pajak yang terdiri dari PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) serta BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Khusus opsen PKB dan BBNKB besaran tarifnya terbilang cukup tinggi, masing-masing menyentuh angka 66 persen.
Meski begitu, Gaikindo tetap percaya diri penjualan mobil baru mampu membaik, bahkan menyentuh angka satu juta unit.
“Tahun depan harusnya kita bisa sampai 900 ribu hingga satu juta, kami harapkan dapat tercapai,” ucap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.
Lebih jauh Kukuh menuturkan bahwa pasar otomotif terutama penjualan mobil baru mulai menunjukan indikasi pemulihan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
22 September 2026, 20:01 WIB
Terkini
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
BMW Astra baru saja meresmikan DSA di Cibuntu, Kab Kuningan dengan memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan