Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Cina menetapkan standar baru untuk proses daur ulang baterai mobil listrik agar menjadi lebih ramah lingkungan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pertumbuhan mobil listrik kian pesat dalam beberapa waktu belakangan. Situasi ini mendorong sejumlah pihak buat berinovasi.
Terkini Cina dilaporkan menerapkan standar nasional baru untuk daur ulang dan pemanfaatan baterai Electric Vehicle (EV).
“Program percontohan melaporkan pemulihan lebih dari 99 persen material utama (baterai),” tulis Carsnewschina, Selasa (21/10).
Menurut IT-Home, lima standar tambahan telah disetujui oleh general Administration of Market Supervision (GAMS).
Standar-standar di atas terdiri dari aspek seperti spesifikasi daur ulang dan pembongkaran penampung daya mobil listrik.
Kemudian deteksi sisa energi pada baterai EV. Sehingga aman ketika dibongkar dan didaur ulang oleh mereka.
Dalam praktiknya perusahaan daur ulang di Cina berhasil mencapai tingkat pemulihan hingga 99,6 persen untuk nikel, kobalt hingga mangan.
Sedangkan buat baterai mobil listrik berbahan dasar lithium, berhasil dikembalikan hingga 96,5 persen.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian tertinggi Tiongkok dalam usaha mereka mendaur ulang penampung daya kendaraan roda empat setrum.
Selain itu menunjukan bahwa sistem daur ulang yang terintegrasi dapat menghasilkan berbagai manfaat. Mulai dari sektor ekonomi, sosial sampai ekologis.
Cina juga membuktikan kala mereka mampu memberikan nilai penting bagi ekosistem EV. Jadi tidak hanya bisa menjual mobil listrik saja.
Akan tetapi Negeri Tirai Bambu juga mendukung pengelolaan limbah baterai jadi lebih ramah lingkungan.
Apalagi sekarang perusahaan-perusahaan dari hulu ke hilir seperti bahan baku, produksi hingga daur ulang serta pemanfaatan ulang baterai digabung.
Mereka tergabung dalam sebuah komite teknis nasional yang dibentuk bersama GAMS serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT). Jadi dapat menetapkan standar baru pengolahan limbah baterai.
Pada laporan yang sama, Cina disebut turut aktif dalam proses standarisasi baterai mobil listrik di taraf internasional.
Cara itu ditempuh guna menangani aspek seperti evaluasi performa penampung daya baru, sistem klasifikasi dan pedoman umum untuk daur ulang baterai yang telah dipakai.
Seperti contoh proposal yang dipimpin Tiongkok mengenai ‘General Guideline for Deep Discharge in Battery Recycling and Utilisation’.
Proposal tersebut telah disetujui menjadi proyek standar internasional. Langkah ini sekaligus menegaskan ambisi mereka menjadi pimpinan dunia dalam pengelolaan limbah baterai.
Hampir 40 ahli dari Tiongkok berpartisipasi pada komite teknis baterai internasional, memastikan dukungan penuh dalam proses penetapan standar.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Terkini
14 September 2026, 18:02 WIB
Berbekal kemenangan di Misano pada Minggu (13/09), Marquez sukses memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026
14 September 2026, 18:01 WIB
BYD kembali berada di puncak daftar merek mobil Cina terlaris periode Agustus 2026 disusul Jaecoo dan Geely
14 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi terbaik untuk Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
14 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa mengurai kemacetan panjang di sejumlah jalan protokol Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta masih berlaku
14 September 2026, 05:48 WIB
Kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak informasi lengkap SIM keliling Jakarta hari ini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum