Simak Kelebihan Mobil Listrik Volvo ES90 yang Baru Diluncurkan
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Ribuan karyawan Mercedes-Benz baru saja dirumahkan demi mereka bisa menghemat anggara operasional pada 2027
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri otomotif sepertinya masih belum berakhir. Sejumlah perusahaan dikabarkan tengah melakukan efisiensi.
Seperti yang sedang ditempuh oleh Mercedes-Benz. Mereka disebut-sebut merumahkan ribuan tenaga kerjanya.
Menurut laporan Carscoops pada Selasa (21/10), manufaktur asal jerman ini memberikan penawaran kepada karyawan mereka untuk mengundurkan diri secara sukarela.
Para tenaga kerja yang menerima tawaran tersebut akan diberikan pesangon sekitar 580 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 9,6 miliaran per orang.
“Kabar terbaru menyatakan bahwa sekitar 4.000 karyawan telah menyetujui kesepakatan tersebut,” tulis media daring itu.
Keputusan ini dinilai menjadi langkah strategis bagi Mercedes-Benz. Sebab diprediksi membuat mereka hemat hingga miliaran euro.
Apalagi program tersebut sudah ditawarkan sejak April 2025 lalu. Menyasar hampir semua orang di dalam perusahaan.
Mulai dari staf kantor, spesialis IT, insinyur bahkan para manajer tingkat menengah. Mereka menyetujui buat mengundurkan diri.
Tentu hal ini tidak lepas dari tawaran mengiurkan yang diberikan Mercedes-Benz. Membuat mereka rela meninggalkan pekerjaan tersebut.
Besaran pesangon yang diberikan pun bervariatif. Tergantung dari jumlah gaji maupun berapa lama masa kerja.
“Sekitar 30 ribu hingga 40 ribu karyawan memenuhi syarat untuk penawaran ini. Program tersebut akan berlangsung sampai Maret 2026,” lanjut Carscoops.
Sebagai informasi, pengurangan karyawan dilakukan Mercedes-Benz merupakan upaya efisiensi yang sedang mereka terapkan.
Bertujuan untuk menghemat anggaran operasional sekitar 5 miliar euro atau setara Rp 96,9 triliun pada 2027.
Langkah penghematan diambil demi Mercedes-Benz bisa menghadapi berbagai tantangan. Seperti persaingan dengan mobil listrik Cina.
Patut diketahui, pengurangan karyawan tidak hanya dilakukan oleh Mercedes-Benz saja. Namun Nissan menerapkan hal serupa.
Pengurangan tenaga kerja tersebut rencananya akan dilakukan di pabrik Nissan Automotive Europe, Montigny-le-Bretonneux, Prancis.
“Manajemen dan serikat pekerja sepakat buat berdiskusi pengunduran diri secara sukarela sebelum terjadi PHK,” tulis Reuters beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui Ivan Espinosa, CEO baru Nissan mengambil langkah cepat buat menyelamatkan perusahaannya dari jurang kebangkrutan. Mulai dari pemangkasan tenaga kerja global sampai 15 persen.
Lalu pengurangan kapasitas produk hingga 30 persen di seluruh dunia, menjadi hanya 2,5 juta unit per tahun. Terakhir penyusutan jumlah pabrik dari semula 17 lokasi menjadi 10 titik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 Maret 2026, 15:00 WIB
06 Maret 2026, 14:00 WIB
06 Maret 2026, 08:11 WIB
05 Maret 2026, 18:00 WIB
05 Maret 2026, 08:00 WIB
Terkini
07 Maret 2026, 15:00 WIB
Kehadiran Volvo ES90 dipercaya dapat menambah opsi mobil listrik di segmen premium bagi konsumen di Indonesia
07 Maret 2026, 11:00 WIB
Berkaca pada tren pada tahun-tahun sebelumnya, minat masyarakat terhadap mobil bekas meningkat jelang Lebaran
07 Maret 2026, 09:06 WIB
JAC di bawah naungan Indomobil membuka diler 3S pertama di kawasan Pantai Indah Kapuk guna permudah konsumen
06 Maret 2026, 22:30 WIB
Jaecoo Indonesia terus menambah jumlah diler untuk bisa lebih maksimal dalam menghadirkan layanan terbaik
06 Maret 2026, 22:00 WIB
Inovasi terbaru dari Otospector untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat membeli mobil bekas berkualitas
06 Maret 2026, 20:00 WIB
Guna menjangkau lebih banyak konsumen, Ford memperluas jaringan diler dan membuka perdana outlet FEC
06 Maret 2026, 16:00 WIB
BAIC Indonesia berencana untuk meningkatkan penjualan dengan menambah lini produk ramah lingkungan mereka
06 Maret 2026, 14:00 WIB
Xpeng menyambut musim mudik Lebaran 2026 dengan memberikan beragam kemudahan purna jual untuk pelanggan