6.000 Pemesan All New Honda HR-V Masih Menunggu Unit

Krisis cip semikonduktor yang melanda dunia sebabkan 6.000 pemesan all new Honda HR-V masih menunggu mobilnya datang

6.000 Pemesan All New Honda HR-V Masih Menunggu Unit
Arie Prasetya

TRENOTO – 6.000 lebih pemesan all new Honda HR-V masih menunggu kedatangan unit karena pasokan tersendat, produksi molor karena masalah cip semikonduktor

PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan telah mengirimkan 3.100 unit kepada konsumen sampai Jumat, 20 Mei 2022 kemarin. Angka ini berarti baru 30 persen konsumen pemesan all new Honda HR-V yang menerima unit.

"SPK (surat pemesanan kendaraan) per Jumat (20 Mei) jam 17.30 WIB saat kami closing itu 9.032 unit," kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing PT HPM, di sela-sela acara media test drive all new Honda HR-V di Bali, Selasa 24 Mei 2022.

Photo : Trenoto

Billy menambahkan saat ini masih ada sekitar 6.000 pemesan all new Honda HR-V yang masih harus menunggu. Dan Ia mengakui bahwa masalah kurangnya stok masih karena pasokan cip semikonduktor.

"Kami sudah meminta ke prinsipal untuk menambah pasokan cip semikonduktor karena pada Maret-April 2022 ini cuma dikasih 1.500 unit setiap bulan," tambah Billy.

Yang menarik di rentang masa awal penjualan HR-V, telah terjadi kenaikan harga jual karena kenaikan PPN. Saat baru diluncurkan, HR-V baru dibanderol dengan harga Rp355,9 juta tipe 1.5L S CVT sampai Rp499,9 juta tipe 1.5L Turbo RS.Dan saat ini kisaran harganya menjadi yang termurah Rp362,900 juta sampai varian termahal Rp513,900 juta.

Lainnya, seperti kita ketahui bersama krisis cip semikonduktor sedang menghantui seluruh pabrikan dunia. Masalah pasokan perangkat ini dimulai saat pandemi Covid-19 melanda kemudian mengakibat produsen-produsen pembuatnya banyak yang bermasalah.

Photo : Trenoto

Belum lagi ditambah krisis perdagangan antara Amerika Serikat dan China di masa Presiden Donald Trump. Kala itu Ia sampai menjatuhkan hukuman kepada 11 perusahaan China karena dugaan pelanggaran aturan ketenagakerjaan.

Cip semikonduktor sendiri adalah perangkat yang bukan hanya dibutuhkan untuk industri otomotif saja karena industri teknologi juga membutuhkannya. Dan sampai saat ini dunia industri belum menemukan satu pun solusi untuk mengatasi kelangkaan cip semikonduktor.

Pabrikan-pabrikan mobil sendiri saat ini diketahui memiliki solusi untuk menambal sulam jumlah produksi. Subsidi cip semikonduktor dilakukan, model yang lebih laku didahulukan untuk diproduksi sementara yang kurang laku pastinya dikorbankan.


Terkini

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika