Harga Motor Listrik VinFast di RI, Mulai Dikirim Juni 2026
22 Mei 2026, 07:00 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Subsidi motor listrik pada 2025 hanya jadi pepesan kosong. Membuat pasar Electric Vehicle (EV) sangat lesu di tahun lalu.
Hal tersebut mendorong sebagian pihak tidak lagi terlalu berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk periode 2026.
Seperti dilontarkan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli). Menurut mereka, saat ini pemerintah mempunyai fokus yang lain.
“Terkait insentif, Aismoli memahami bahwa pemerintah memiliki berbagai prioritas strategis yang lebih luas dan penting,” ungkap Budi Setiyadi, Ketua Umum Aismoli saat dihubungi KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Budi memang tidak memungkiri kalau, subsidi motor listrik cukup membantu para pabrikan selama ini.
Sebab penjualan Alva, Gesits, Rakata sampai United dapat terkerek. Hal itu karena minat masyarakat terhadap EV meningkat.
“Namun tanpa insentif pun industri tetap berkomitmen untuk tumbuh,” Budi melanjutkan.
Lebih jauh dijelaskan, Aismoli memandang ada cara lain guna mendongkrak penjualan motor listrik pada 2026.
Seperti dengan menjalankan kebijakan non-fiskal. Ambil contoh implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022.
Di dalamnya membahas mengenai penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sebagai kendaraan dinas operasional dan atau kendaraan perorangan dinas di instansi pemerintah pusat maupun daerah.
Hal tersebut dirasa penting, sebab jadi langkah percepatan transisi energi. Bertujuan mendorong penggunaan EV di lingkungan pemerintahan melalui berbagai skema.
Ambil contoh pembelian motor listrik, sewa atau konversi kendaraan lama. Selain itu mengembangkan ekosistem EV di Tanah Air.
Aismoli menilai dengan berbagai lembaga pemerintah menggunakan EV, maka pasar dapat kembali bergairah.
Stok-stok motor listrik milik para pabrikan dapat segera terjual. Tidak lagi mengendap di gudang seperti pada 2025.
Di sisi lain Aismoli memasang target cukup tinggi untuk penjualan motor listrik pada 2026. Mereka ingin 100 ribu unit terniagakan tahun ini.
Ketua Umum Aismoli menjabarkan, ada beberapa faktor pendukung yang bisa mewujudkan target tersebut. Semisal kesiapan ekosistem EV di dalam negeri.
“Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” pungkas Budi.
Berkat berbagai hal di atas, dipercaya dapat mendorong masyarakat buat beralih dari kendaraan roda dua konvensional.
Sehingga mereka tertarik untuk memakai motor listrik. Terutama guna memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Mei 2026, 07:00 WIB
14 Mei 2026, 11:31 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
24 Mei 2026, 19:00 WIB
16 ribu unit mobil listrik Jaecoo J5 EV terkirim ke konsumen sejak awal peluncurannya jelang akhir 2025
24 Mei 2026, 18:03 WIB
Trimegah Group yang sebelumnya diler Honda kini beralih memasarkan Chery dan Lepas di kawasan BSD City
24 Mei 2026, 17:10 WIB
Biaya perawatan rutin BYD M6 DM diklaim lebih murah dari mobil bermesin bensin dengan kapasitas 1.500 cc
24 Mei 2026, 15:13 WIB
PT HPM resmi menyerahkan 20 unit Honda Prelude ke konsumen di Indonesia dari total alokasi 150 unit di 2026
23 Mei 2026, 09:57 WIB
Setelah membela Honda selama beberapa tahun, Joan Mir memutuskan untuk berganti seragam pada musim depan
22 Mei 2026, 19:00 WIB
Suku cadang alternatif Toyota, T-OPT hadir di Indonesia International Trade Show for Automotive Industry
22 Mei 2026, 16:17 WIB
Daihatsu kumpul sahabat 2026 menampilkan banyak promo-promo menarik dan unit lawas yang langka di pasaran
22 Mei 2026, 13:00 WIB
Astra UD Trucks tidak hanya memasarkan produk-produk truk ramah lingkungan, namun juga ikut memelihara lingkungan