5 Komponen Wajib Diservis saat Ingin Liburan Pakai Motor

Ketika ingin liburan pakai motor, wajib melakukan perawatan rutin serta memeriksa kondisi lima komponen ini

5 Komponen Wajib Diservis saat Ingin Liburan Pakai Motor
  • Oleh Satrio Adhy

  • Selasa, 24 Desember 2024 | 21:00 WIB

KatadataOTO – Banyak masyarakat yang berniat bepergian saat libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Seperti menuju ke kampung halaman sampai berwisata.

Sepeda motor biasanya menjadi pilihan utama. Sebab biaya yang diperlukan selama perjalanan tidak terlalu banyak.

Akan tetapi, pihak kepolisian meminta masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk mudik atau menuju ke tempat wisata dengan jarak cukup jauh.

Hal tersebut mengandung beberapa bahaya. Apalagi jika motor yang digunakan kondisinya tidak terlalu prima.

5 Part Wajib Diservis saat Ingin Liburan Pakai Motor di Nataru
Photo : KatadataOTO

Nah jika Anda tetap ingin memaksakan liburan pakai motor di Nataru, ada sejumlah persiapan wajib dilakukan. Seperti perawatan berkala pada kendaraan.

“Harus diservis serta dicek secara menyeluruh. Hal ini demi memastikan kondisi motor dalam keadaan maksimal,” ucap Mulyono, Kepala Bengkel AHASS Wahana Gunung Sahari kepada KatadataOTO, Selasa (24/12).

Mulyono menuturkan terdapat sejumlah komponen yang harus diberi perhatian lebih sebelum berjalan jauh, berikut rangkumannya.

5 Komponen Wajib Diservis saat Ingin Liburan Pakai Motor di Nataru

1. Rem

Rem menjadi bagian paling penting pada sepeda motor. Hal ini demi memberi keamanan bagi Anda selama perjalanan.

Menurut Mulyono pemilik motor tidak boleh hanya mengganti kampas rem saja. Namun harus memastikan juga kondisi minyak rem.

Pastikan jumlah maupun warna tidak berubah. Jika sudah keruh atau berkurang, pengendara wajib mengganti dengan yang baru.

2. Ban

Lalu pemilik kendaraan wajib memastikan ban dalam keadaan baik. Bila sudah tipis atau rusak, disarankan buat diganti.

“Coba dilihat bagian kembangan atau alur ban belum botak, lalu tekanan anginnya juga dijaga. Buat depan 29 PSI serta depan 32 PSI,” tutur Mulyono.

3. Mengganti Oli

Dia juga menyarankan kepada masyarakat untuk mengganti oli mesin terlebih dahulu. Terutama ketika ingin menempuh jarak cukup jauh.

Hal tersebut demi proses pelumasan pada dapur pacu berjalan maksimal. Sehingga performa motor bisa terjaga ketika digunakan.

4. Throttle Body

Jika sudah memperhatikan tiga komponen di atas, Anda bisa melakukan servis pada Throttle Body. Jangan lupa membersihkan filter udara juga.


Terkini

motor
Honda UC3

Motor Listrik Baru Honda UC3 Meluncur, Harga Rp 71 Jutaan

Honda UC3 hadir untuk menggoda para konsumen di Thailand dan Vietnam dengan berbekal berbagai keunggulan

mobil
Diler Jaecoo GCP Sunter Diresmikan, Pajang Mobil Listrik J5 EV

Jaecoo Indonesia Optimis Bisa Miliki 80 Diler di 2026

Jaecoo Indonesia akui ketersediaan jaringan menjadi tantangan buat mereka di 2026 dan harus segera diatasi

news
ETLE Drone

Korlantas Resmi Operasikan ETLE Drone, Lebih Akurat Incar Pelanggar

ETLE Drone kini resmi beroperasi di lokasi yang selama ini sulit terjangkau oleh para petugas di lapangan

mobil
Ekspor Toyota Indonesia

Toyota Waspadai Dampak Krisis Geopolitik pada Industri Otomotif

Krisis geopolitik berdampak besar pada sektor otomotif, Toyota Indonesia mewaspadai pengaruhnya pada logistik dan rantai pasok

motor
Motor Baru

AISI Targetkan 6,7 Juta Unit Motor Baru Terjual pada Tahun Ini

Ada beberapa faktor mengapa AISI menetapkan target penjualan motor baru di 6,7 juta buat periode 2026

mobil
Penjualan Mobil

Penjualan Mobil 2025 Lampaui Target, Desember Rekor Tertinggi

Pada periode Januari-Desember 2025 penjualan mobil mencapai 800 ribu unit lebih, banyak merek alami kenaikan

komunitas
Komunitas motor

Cara Komunitas Motor Habiskan Waktu Malam Tahun Baru 2026

Sejumlah komunitas motor berkumpul di kawasan Sentul, Jawa Barat untuk kamping bersama menyambut silahturahmi

mobil
Hyundai Ioniq 5 N

Segini Harga Hyundai Ioniq 5 N yang Terbakar di Medan

Nama Hyundai Ioniq 5 N ramai jadi perbincangan pasca terbakar di Medan, diduga milik Gubernur Sumatera Utara