Jadwal MotoGP Jepang 2026: Kesempatan Marquez Kembali ke Puncak
29 September 2026, 07:00 WIB
Meskipun tidak memenangkan balapan pada seri Australia pekan lalu, peluang Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 cukup tinggi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Peluang Francesco Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 semakin terbuka lebar. Hal ini terjadi setelah saingannya yakni Fabio Quartararo terjatuh saat menjalani balapan di Phillip Island akhir pekan lalu.
Meskipun tidak berhasil memenangkan balapan, namun berkat podium ketiganya Bagnaia berhasil mengambil alih posisi teratas di klasemen sementara. Bahkan selisih poin antara Bagnaia dengan Quartararo menjadi 14 angka.
Dengan total perolehan poin mencapai 233, Bagnaia kini berada di atas angin untuk bisa mengunci gelar juara dunia MotoGP 2022. Adapun balapan tinggal menyisakan dua seri lagi yakni Malaysia dan Valencia.
Melihat situasi tersebut, pembalap Ducati tersebut dijagokan banyak orang akan menjadi juara dunia musim 2022. Sirkuit Sepang, Malaysia memiliki trek lurus yang panjang sehingga menguntungkan bagi Ducati.
Motor asal Italia tersebut selama ini dikenal sebagai kuda besi paling kencang di kejuaraan MotoGP. Selama bertahun-tahun pabrikan motor Jepang tidak bisa mengimbangi kecepatan Ducati khususnya di trek lurus.
Para kompetitor sendiri hanya bisa melakukan serangan balik di tikungan atau sirkuit yang pendek. Meskipun pada MotoGP 2022, para insinyur Ducati melakukan serangkaian pengembangan untuk mengatasi sejumlah masalah.
Bagnaia bisa mengunci gelar juara dunia pertamanya musim ini dengan syarat sederhana. Anak didik Valentino Rossi tersebut harus bisa finish di depan Quartararo, Aleix Espargaro (Aprilia) dan Enea Bastianini (Gresini).
Dengan skema di atas, Bagnaia dipastikan bisa mendapatkan gelar juara dunia pertamanya di MotoGP. Bahkan prestasinya disebut-sebut mirip dengan sang mentor yakni The Doctor.
Lalu kalkulasi lainnya adalah rider Ducati tersebut memenangkan balapan di Sepang, Malaysia. Kemudian Quartararo harus terlempar dari posisi podium atau minimal posisi keempat.
Sedangkan skema kedua adalah Bagnaia finish posisi kedua, namun Quartararo menyudahi balapan di urutan ketujuh atau lebih buruk. Cara ini juga membutuhkan hasil dari Espargaro untuk tidak menang di Malaysia.
Sejatinya mantan anak didik Rossi bisa mendapatkan gelar dengan lebih santai. Dikarenakan pasukan Ducati saat ini terdapat 8 pembalap dan seluruhnya masih haus kemenangan.
Sehingga bisa dipastikan perjuangan Quartararo untuk mempertahankan gelar sekaligus meraih yang kedua semakin terjal. Rusaknya skenario Ducati hanya bisa dipatahkan oleh campur tangan Marc Marquez.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 September 2026, 07:00 WIB
20 September 2026, 20:03 WIB
19 September 2026, 20:47 WIB
18 September 2026, 17:00 WIB
16 September 2026, 19:39 WIB
Terkini
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu