Klasemen Sementara MotoGP 2026: Bezzecchi Berhasil Salip Ogura
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
Meskipun tidak memenangkan balapan pada seri Australia pekan lalu, peluang Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 cukup tinggi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Peluang Francesco Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 semakin terbuka lebar. Hal ini terjadi setelah saingannya yakni Fabio Quartararo terjatuh saat menjalani balapan di Phillip Island akhir pekan lalu.
Meskipun tidak berhasil memenangkan balapan, namun berkat podium ketiganya Bagnaia berhasil mengambil alih posisi teratas di klasemen sementara. Bahkan selisih poin antara Bagnaia dengan Quartararo menjadi 14 angka.
Dengan total perolehan poin mencapai 233, Bagnaia kini berada di atas angin untuk bisa mengunci gelar juara dunia MotoGP 2022. Adapun balapan tinggal menyisakan dua seri lagi yakni Malaysia dan Valencia.
Melihat situasi tersebut, pembalap Ducati tersebut dijagokan banyak orang akan menjadi juara dunia musim 2022. Sirkuit Sepang, Malaysia memiliki trek lurus yang panjang sehingga menguntungkan bagi Ducati.
Motor asal Italia tersebut selama ini dikenal sebagai kuda besi paling kencang di kejuaraan MotoGP. Selama bertahun-tahun pabrikan motor Jepang tidak bisa mengimbangi kecepatan Ducati khususnya di trek lurus.
Para kompetitor sendiri hanya bisa melakukan serangan balik di tikungan atau sirkuit yang pendek. Meskipun pada MotoGP 2022, para insinyur Ducati melakukan serangkaian pengembangan untuk mengatasi sejumlah masalah.
Bagnaia bisa mengunci gelar juara dunia pertamanya musim ini dengan syarat sederhana. Anak didik Valentino Rossi tersebut harus bisa finish di depan Quartararo, Aleix Espargaro (Aprilia) dan Enea Bastianini (Gresini).
Dengan skema di atas, Bagnaia dipastikan bisa mendapatkan gelar juara dunia pertamanya di MotoGP. Bahkan prestasinya disebut-sebut mirip dengan sang mentor yakni The Doctor.
Lalu kalkulasi lainnya adalah rider Ducati tersebut memenangkan balapan di Sepang, Malaysia. Kemudian Quartararo harus terlempar dari posisi podium atau minimal posisi keempat.
Sedangkan skema kedua adalah Bagnaia finish posisi kedua, namun Quartararo menyudahi balapan di urutan ketujuh atau lebih buruk. Cara ini juga membutuhkan hasil dari Espargaro untuk tidak menang di Malaysia.
Sejatinya mantan anak didik Rossi bisa mendapatkan gelar dengan lebih santai. Dikarenakan pasukan Ducati saat ini terdapat 8 pembalap dan seluruhnya masih haus kemenangan.
Sehingga bisa dipastikan perjuangan Quartararo untuk mempertahankan gelar sekaligus meraih yang kedua semakin terjal. Rusaknya skenario Ducati hanya bisa dipatahkan oleh campur tangan Marc Marquez.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
08 Agustus 2026, 22:48 WIB
12 Juli 2026, 20:01 WIB
11 Juli 2026, 20:48 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda