Saran untuk Francesco Bagnaia Agar Kompetitif Lagi di MotoGP 2026
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Meskipun tidak memenangkan balapan pada seri Australia pekan lalu, peluang Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 cukup tinggi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Peluang Francesco Bagnaia juara dunia MotoGP 2022 semakin terbuka lebar. Hal ini terjadi setelah saingannya yakni Fabio Quartararo terjatuh saat menjalani balapan di Phillip Island akhir pekan lalu.
Meskipun tidak berhasil memenangkan balapan, namun berkat podium ketiganya Bagnaia berhasil mengambil alih posisi teratas di klasemen sementara. Bahkan selisih poin antara Bagnaia dengan Quartararo menjadi 14 angka.
Dengan total perolehan poin mencapai 233, Bagnaia kini berada di atas angin untuk bisa mengunci gelar juara dunia MotoGP 2022. Adapun balapan tinggal menyisakan dua seri lagi yakni Malaysia dan Valencia.
Melihat situasi tersebut, pembalap Ducati tersebut dijagokan banyak orang akan menjadi juara dunia musim 2022. Sirkuit Sepang, Malaysia memiliki trek lurus yang panjang sehingga menguntungkan bagi Ducati.
Motor asal Italia tersebut selama ini dikenal sebagai kuda besi paling kencang di kejuaraan MotoGP. Selama bertahun-tahun pabrikan motor Jepang tidak bisa mengimbangi kecepatan Ducati khususnya di trek lurus.
Para kompetitor sendiri hanya bisa melakukan serangan balik di tikungan atau sirkuit yang pendek. Meskipun pada MotoGP 2022, para insinyur Ducati melakukan serangkaian pengembangan untuk mengatasi sejumlah masalah.
Bagnaia bisa mengunci gelar juara dunia pertamanya musim ini dengan syarat sederhana. Anak didik Valentino Rossi tersebut harus bisa finish di depan Quartararo, Aleix Espargaro (Aprilia) dan Enea Bastianini (Gresini).
Dengan skema di atas, Bagnaia dipastikan bisa mendapatkan gelar juara dunia pertamanya di MotoGP. Bahkan prestasinya disebut-sebut mirip dengan sang mentor yakni The Doctor.
Lalu kalkulasi lainnya adalah rider Ducati tersebut memenangkan balapan di Sepang, Malaysia. Kemudian Quartararo harus terlempar dari posisi podium atau minimal posisi keempat.
Sedangkan skema kedua adalah Bagnaia finish posisi kedua, namun Quartararo menyudahi balapan di urutan ketujuh atau lebih buruk. Cara ini juga membutuhkan hasil dari Espargaro untuk tidak menang di Malaysia.
Sejatinya mantan anak didik Rossi bisa mendapatkan gelar dengan lebih santai. Dikarenakan pasukan Ducati saat ini terdapat 8 pembalap dan seluruhnya masih haus kemenangan.
Sehingga bisa dipastikan perjuangan Quartararo untuk mempertahankan gelar sekaligus meraih yang kedua semakin terjal. Rusaknya skenario Ducati hanya bisa dipatahkan oleh campur tangan Marc Marquez.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 17:18 WIB
29 Desember 2025, 18:00 WIB
23 Desember 2025, 17:00 WIB
19 Desember 2025, 18:00 WIB
15 Desember 2025, 14:06 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya