Francesco Bagnaia Disebut Terlalu Meremehkan Marquez di MotoGP
06 Januari 2026, 18:00 WIB
Jumlah penonton MotoGP Mandalika 2024 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Jumlah penonton MotoGP Mandalika 2024 pada 27 hingga 29 September 2024 diklaim telah mencapai 121.252 orang. Jumlah tersebut sudah memenuhi target yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu 120.000 orang.
Catatan itu juga telah melampaui pencapaian pada ajang serupa di tahun-tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan pertama di 2022 jumlah penonton hanya 102.801 orang.
Kemudian tahun lalu, jumlah pengunjungnya berhasil mencapai 102.929 orang.
“Kehadiran ribuan penonton telah memperlihatkan dampak besar yang dirasakan masyarakat terutama di sektor pariwisata,” ungkap Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGPTM) 2024.
“Ada catatan dari Dorna dan pembalap MotoGP 2024 bahwa mereka kini lebih puas dengan kondisi lintasan, kebersihan lintasan hingga cat. Persiapan yang dilakukan sudah membaik dibanding sebelumnya,” ungkap Troy Warokka, Chairman MotoGP Mandalika.
Dari sisi lalu lintas pun dikabarkan lebih baik dibanding sebelumnya. Kepadatan hanya terjadi di sekitar gate keluar masuk kendaraan, itu masih pada tataran normal dan ditangani oleh petugas.
“Semua kekurangan akan menjadi evaluasi bersama untuk MotoGP 2025 yang jauh lebih bagus,” tegasnya.
Tak hanya itu, penyelenggaraan MotoGP Mandalika dipastikan akan terus berlanjut hingga 2027. Pemerintah melalui bersama BUMN Injourney telah menandatangi kesepakatan dengan Dorna Sport.
Sehingga penggemar MotoGP di Indonesia tidak perlu keluar negeri untuk menyaksikan pertandingan.
“Sudah berulang kali kami sampaikan MotoGP ini akan berlanjut. Jadi MotoGP 2025, 2026 serta 2027 tetap digelar,” ungkap Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu.
Komitmen tersebut tentunya merupakan angin segar bagi masyarakat sekitar. Pasalnya selama penyelenggaraan event, lapangan kerja mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Tahun pertama dampaknya sampai Rp 8 triliun dan tahun lalu total peningkatan ekonominya mencapai hampir 1 persen. Berarti ajang ini layak untuk diteruskan dari segi skala ekonomi," pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 18:00 WIB
05 Januari 2026, 20:00 WIB
29 Desember 2025, 18:00 WIB
23 Desember 2025, 17:00 WIB
19 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
08 Januari 2026, 15:00 WIB
Mitsubishi Triton Single Cabin tersedia dalam varian baru yang tampil semakin sporti, harga Rp 300 jutaan
08 Januari 2026, 14:00 WIB
Aksi drift di Pondok Indah dianggap sangat membahayakan, seharusnya dilakukan di area khusus yang disediakan
08 Januari 2026, 13:01 WIB
Pergantian nama divisi balap Gazoo Racing tanpa entitas Toyota resmi berlaku, efektif per 7 Januari 2026
08 Januari 2026, 12:00 WIB
Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai
08 Januari 2026, 11:00 WIB
Serangan AS ke Venezuela beberapa waktu lalu berpotensi sebabkan penurunan ekspor Toyota ke negara tersebut
08 Januari 2026, 10:00 WIB
Harga di bawah Rp 300 juta masih dipertahankan, namun inden Daihatsu Rocky Hybrid tahun ini sampai tiga bulan
08 Januari 2026, 09:00 WIB
Pencabutan SIM dalam jangka waktu tertentu dinilai jadi hukuman yang bisa memberikan efek jera ke pengendara
08 Januari 2026, 08:00 WIB
Penerapan kebijakan opsen PKB dan BBNKB di beberapa daerah di Indonesia berpotensi mengalami perubahan