Nostalgia 100 Tahun, Livery Ducati di MotoGP 2026 Tampil Elegan
19 Januari 2026, 20:00 WIB
Aprilia minta penyesuaian regulasi agar Jorge Martin bisa tes motor sebelum kembali ke trek, bos Ducati kontra
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin diperkirakan absen di empat seri pertama MotoGP 2025, karena masih dalam tahap pemulihan pasca cedera di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Berharap bisa kembali balapan dalam kondisi prima, Martin mengusulkan penyesuaian regulasi agar bisa melakukan pengetesan motor sebelum kembali ke trek.
“Saya ingin ada tes dulu sebelum kembali balapan, karena saya merasa kurang baik,” kata Jorge Martin saat konferensi pers MotoGP Argentina 2025, dikutip dari Crash, Minggu (16/03).
Ia mengungkapkan saat ini CEO Aprilia tengah berusaha mengajukan perubahan aturan tersebut.
Harapannya semua pembalap yang absen beberapa balapan akibat cedera bisa berlatih dulu dengan motornya di tes privat, tidak langsung turun ke trek balap.
Mengingat Martin juga masih menyesuaikan diri dengan motor barunya musim ini, yaitu Aprilia RS-GP25 setelah sebelumnya pakai Desmosedici GP24.
Menanggapi hal tersebut, bos Ducati Davide Tardozzi setuju namun mengatakan aturan sebaiknya tidak diterapkan langsung musim ini.
“Menurut saya ini ide bagus di masa mendatang. Kita juga menghadapi masalah serupa dengan Enea Bastianini (di 2023), tetapi tidak ada yang memberinya kesempatan untuk tes (motor),” kata Tardozzi.
Sehingga dia melihat akan lebih baik jika ada peraturan baru tetapi diterapkan mulai tahun depan dan tidak langsung di 2025.
Tardozzi mengungkapkan, Jorge Martin tidak membutuhkan tes sebelum kembali berlaga di MotoGP dan akan tetap menjadi salah satu rival terkuat Ducati.
“Saya pikir nanti ketika dia pulih dia akan jadi satu dari sekian rival kita. Kami mengenal Jorge sangat baik dan tahu dia bakal menjadi seseorang yang bertarung untuk menang,” tegas Tardozzi.
Sebagai informasi, mengacu pada aturan konsesi MotoGP hanya tim di peringkat D yakni Honda dan Yamaha yang pembalapnya bisa melakukan tes motor tanpa dibatasi. Sedangkan Aprilia berada di level C.
Di luar itu, pengujian secara privat yang dilakukan oleh pembalap harus menggunakan motor produksi. Jika mengikuti aturan tersebut maka Martin cuma boleh pakai RSV4.
Padahal CEO Aprilia menegaskan kesempatan buat mengetes motor dapat berdampak baik bagi keselamatan dan kestabilan Martin ketika balapan nantinya.
“Anggaplah Jorge mulai di Qatar satu lap di FP1 lalu dia bilang, ‘Saya tidak bisa pakai motor ini.’ Kita kehilangan satu motor di grid,” kata Rivola.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Januari 2026, 20:00 WIB
16 Januari 2026, 07:00 WIB
15 Januari 2026, 19:00 WIB
15 Januari 2026, 17:00 WIB
15 Januari 2026, 07:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 13:00 WIB
Penyegaraan pada Yamaha Lexi LX 155 diharapkan bisa menggairahkan pasar motor matic Indonesia pada 2026
20 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas jadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki diler resmi untuk memberi layanan pada pelanggan
20 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski pemesanan sudah dibuka sejak tahun lalu, produksi Lepas L8 baru akan dilakukan mulai bulan depan
20 Januari 2026, 10:00 WIB
Sejumlah motor matic 150 cc yang ditawarkan Yamaha kepada para konsumen mengalami kenaikan di awal 2026
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang