Pilihan Warna Baru Yamaha Lexi LX 155, Harga Mulai Rp 27 Jutaan
20 Januari 2026, 13:00 WIB
Menggunakan oli palsu bisa merusak berbagai komponen mesin motor, sehingga berujung merugikan konsumen
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Pasar oli di Indonesia masih dihantui produk palsu. Hal ini tentunya merugikan konsumen, terutama para pengguna kendaraan bermotor.
Oli palsu secara umum dibuat tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Mulai dari kandungan base oil hingga aditif yang disematkan tidak diketahui takaran asli.
Lebih jauh peredaran oli palsu semakin merajalela di Tanah Air. Bahkan jumlah pelumas palsu cukup besar.
“Di Indonesia oli palsu kalau berdasarkan hasil survei kita sudah mencapai 30 persen kurang lebih. Itu untuk semua brand khususnya untuk sepeda motor,” ucap Novianto Kurniawan, Manager Part Operation Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta (17/12).
Bahkan pembuat oli palsu kerap dilakoni oleh industri rumahan. Tidak jarang material dasarnya menggunakan pelumas bekas pakai.
Oleh karena itu Yamaha Indonesia semakin menggencarkan kampanye memberantas pelumas palsu.
Ia menjelaskan jika pembuatan oli dimulai dari base oil yang terdiri dari mineral dan full sintetis. Lalu untuk mendapatkan pelumas semi sintetis, didapatkan dari campuran mineral dan full sintetis.
Kemudian proses pembuatan pelumas terdapat penambahan aditif 10 sampai 20 persen.
“Harus ada unsur aditifnya, karena kalau hanya base oil sekadar melumasi. Tidak bisa tahan lama dan juga melindungi dari penguapan,” ujar Novianto.
Dikatakan jika penggunaan oli mesin pasti terjadi penguapan. Hal tersebut memungkinkan terjadi dikarenakan adanya panas dari jantung pacu.
Kemudian adapula kemungkinan pelumas tercampur dengan BBM (Bahan Bakar Minyak). Sehingga bisa mengurangi kualitas oli.
Oleh karena itu dirinya menyarankan konsumen untuk melakukan penggantian secara berkala atau teratur.
Oli baru yang disematkan pada mesin bakar, kualitas produk akan menurunkan seiring pemakaian kendaraan.
Pelumas pada mesin harus bisa melumasi dan melindungi berbagai komponen. Sehingga dapur pacu menjadi lebih awet.
Dikarenakan pelumas bekerja keras untuk melindungi, melumasi dan masih banyak lagi. Lalu memasuki fase tertentu, disebutkan sudah masuk titik akhir untuk harus diganti.
“Oli hitam itu sebenarnya belum tentu jelek. Karena dia bekerja untuk melumasi. Paling penting adalah timing ganti olinya,” jelas Novianto.
Interval penggantian pelumas mengacu pada buku servis. Hal tersebut untuk mencegah risiko seperti disebutkan di atas.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Januari 2026, 13:00 WIB
19 Januari 2026, 09:00 WIB
15 Januari 2026, 10:00 WIB
14 Januari 2026, 17:00 WIB
12 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 21:00 WIB
Geely EX2 hadir sebagai bukti komitmen mereka terhadap strategi global dalam menjual mobil listrik modern
20 Januari 2026, 20:00 WIB
Desain SUV terbaru GAC Aion N60 dirancang oleh mantan desainer BMW, punya tampilan tenang dan elegan
20 Januari 2026, 19:00 WIB
Royal Alloy JPS 245 hadir untuk memenuhi kebutuhan para pencinta motor klasik yang ingin melakukan touring
20 Januari 2026, 17:41 WIB
Marc Marquez dikabarkan akan mengabdikan dirinya bersama Ducati selama dua tahun atau sampai MotoGP 2028
20 Januari 2026, 17:21 WIB
Modifikasi simpel namun sporti berupa striping stiker, dirancang untuk BYD Atto 1 oleh Portals Sticker
20 Januari 2026, 14:31 WIB
Ducati MX Team Indonesia akan dibekali motor pabrikan Desmo450 MX, siap debut di ajang motorcross Thailand
20 Januari 2026, 13:00 WIB
Penyegaraan pada Yamaha Lexi LX 155 diharapkan bisa menggairahkan pasar motor matic Indonesia pada 2026
20 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas jadikan Indonesia sebagai negara pertama yang memiliki diler resmi untuk memberi layanan pada pelanggan