Strategi Motul dan Ipone Edukasi Pentingnya Merawat Kendaraan
12 Juni 2026, 21:33 WIB
Menggunakan oli palsu bisa merusak berbagai komponen mesin motor, sehingga berujung merugikan konsumen
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Pasar oli di Indonesia masih dihantui produk palsu. Hal ini tentunya merugikan konsumen, terutama para pengguna kendaraan bermotor.
Oli palsu secara umum dibuat tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Mulai dari kandungan base oil hingga aditif yang disematkan tidak diketahui takaran asli.
Lebih jauh peredaran oli palsu semakin merajalela di Tanah Air. Bahkan jumlah pelumas palsu cukup besar.
“Di Indonesia oli palsu kalau berdasarkan hasil survei kita sudah mencapai 30 persen kurang lebih. Itu untuk semua brand khususnya untuk sepeda motor,” ucap Novianto Kurniawan, Manager Part Operation Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta (17/12).
Bahkan pembuat oli palsu kerap dilakoni oleh industri rumahan. Tidak jarang material dasarnya menggunakan pelumas bekas pakai.
Oleh karena itu Yamaha Indonesia semakin menggencarkan kampanye memberantas pelumas palsu.
Ia menjelaskan jika pembuatan oli dimulai dari base oil yang terdiri dari mineral dan full sintetis. Lalu untuk mendapatkan pelumas semi sintetis, didapatkan dari campuran mineral dan full sintetis.
Kemudian proses pembuatan pelumas terdapat penambahan aditif 10 sampai 20 persen.
“Harus ada unsur aditifnya, karena kalau hanya base oil sekadar melumasi. Tidak bisa tahan lama dan juga melindungi dari penguapan,” ujar Novianto.
Dikatakan jika penggunaan oli mesin pasti terjadi penguapan. Hal tersebut memungkinkan terjadi dikarenakan adanya panas dari jantung pacu.
Kemudian adapula kemungkinan pelumas tercampur dengan BBM (Bahan Bakar Minyak). Sehingga bisa mengurangi kualitas oli.
Oleh karena itu dirinya menyarankan konsumen untuk melakukan penggantian secara berkala atau teratur.
Oli baru yang disematkan pada mesin bakar, kualitas produk akan menurunkan seiring pemakaian kendaraan.
Pelumas pada mesin harus bisa melumasi dan melindungi berbagai komponen. Sehingga dapur pacu menjadi lebih awet.
Dikarenakan pelumas bekerja keras untuk melindungi, melumasi dan masih banyak lagi. Lalu memasuki fase tertentu, disebutkan sudah masuk titik akhir untuk harus diganti.
“Oli hitam itu sebenarnya belum tentu jelek. Karena dia bekerja untuk melumasi. Paling penting adalah timing ganti olinya,” jelas Novianto.
Interval penggantian pelumas mengacu pada buku servis. Hal tersebut untuk mencegah risiko seperti disebutkan di atas.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 21:33 WIB
12 Juni 2026, 09:00 WIB
10 Juni 2026, 17:00 WIB
09 Juni 2026, 22:58 WIB
07 Juni 2026, 20:47 WIB
Terkini
19 Juni 2026, 07:00 WIB
DFSK sempat membawa dua lini produk Aito yakni M7 dan M9 di GIIAS 2026, namun kini pilih menghadirkan E5 Plus
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Jadwal ganjil genap Jakarta terkini mengincar pelat nomor yang sengaja ditutup dan dibantu oleh ETLE
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tidak mengendurkan pelayanan kepada warga, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
19 Juni 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Harga Leapmotor B10 tampaknya tidak akan jauh berbeda dari kompetitor seperti Geely EX5, simak kisarannya
18 Juni 2026, 11:00 WIB
Ducati Corse mendelegasikan Marc Marquez untuk menjalankan pengujian di Sirkuit Brno sebelum seri Ceko
18 Juni 2026, 09:00 WIB
Geely EX2 hadir menawarkan fitur yang komplit sebagai mobil listrik kompak, sehingga relevan bagi aktivitas
18 Juni 2026, 07:00 WIB
Implementasi Biodiesel B50 dinilai bisa menghemat devisa negara sampai Rp 157 triliun sepanjang tahun ini