Toprak Razgatlioglu Cedera Bahu, Absen Sampai Akhir MotoGP 2026
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Menggunakan oli palsu bisa merusak berbagai komponen mesin motor, sehingga berujung merugikan konsumen
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Pasar oli di Indonesia masih dihantui produk palsu. Hal ini tentunya merugikan konsumen, terutama para pengguna kendaraan bermotor.
Oli palsu secara umum dibuat tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan. Mulai dari kandungan base oil hingga aditif yang disematkan tidak diketahui takaran asli.
Lebih jauh peredaran oli palsu semakin merajalela di Tanah Air. Bahkan jumlah pelumas palsu cukup besar.
“Di Indonesia oli palsu kalau berdasarkan hasil survei kita sudah mencapai 30 persen kurang lebih. Itu untuk semua brand khususnya untuk sepeda motor,” ucap Novianto Kurniawan, Manager Part Operation Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta (17/12).
Bahkan pembuat oli palsu kerap dilakoni oleh industri rumahan. Tidak jarang material dasarnya menggunakan pelumas bekas pakai.
Oleh karena itu Yamaha Indonesia semakin menggencarkan kampanye memberantas pelumas palsu.
Ia menjelaskan jika pembuatan oli dimulai dari base oil yang terdiri dari mineral dan full sintetis. Lalu untuk mendapatkan pelumas semi sintetis, didapatkan dari campuran mineral dan full sintetis.
Kemudian proses pembuatan pelumas terdapat penambahan aditif 10 sampai 20 persen.
“Harus ada unsur aditifnya, karena kalau hanya base oil sekadar melumasi. Tidak bisa tahan lama dan juga melindungi dari penguapan,” ujar Novianto.
Dikatakan jika penggunaan oli mesin pasti terjadi penguapan. Hal tersebut memungkinkan terjadi dikarenakan adanya panas dari jantung pacu.
Kemudian adapula kemungkinan pelumas tercampur dengan BBM (Bahan Bakar Minyak). Sehingga bisa mengurangi kualitas oli.
Oleh karena itu dirinya menyarankan konsumen untuk melakukan penggantian secara berkala atau teratur.
Oli baru yang disematkan pada mesin bakar, kualitas produk akan menurunkan seiring pemakaian kendaraan.
Pelumas pada mesin harus bisa melumasi dan melindungi berbagai komponen. Sehingga dapur pacu menjadi lebih awet.
Dikarenakan pelumas bekerja keras untuk melindungi, melumasi dan masih banyak lagi. Lalu memasuki fase tertentu, disebutkan sudah masuk titik akhir untuk harus diganti.
“Oli hitam itu sebenarnya belum tentu jelek. Karena dia bekerja untuk melumasi. Paling penting adalah timing ganti olinya,” jelas Novianto.
Interval penggantian pelumas mengacu pada buku servis. Hal tersebut untuk mencegah risiko seperti disebutkan di atas.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
14 Oktober 2026, 09:00 WIB
11 Oktober 2026, 09:00 WIB
26 September 2026, 07:00 WIB
25 September 2026, 17:22 WIB
Terkini
20 Oktober 2026, 19:39 WIB
Kabar mengejutkan datang dari Toprak Razgatlioglu, ia mengalami cedera dan dijadwalkan menjalani operasi
20 Oktober 2026, 13:00 WIB
Freelander, submerek SUV premium dari Chery Group akan hadir sebagai merek independen di Indonesia pada 2027
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Polda Metro Jaya menggelar rekayasa lalu lintas agar perjalanan warga tidak terganggu selama demo hari ini
20 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kiandra Ramadhipa berhasil mengharumkan Indonesia di putaran final FIM Moto3 Junior World Championship 2026,
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler