GIICOMVEC 2026 Bakal Hadirkan Ragam Inspirasi Bisnis
01 April 2026, 13:00 WIB
Meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, target penjualan mobil 2022 hanya berada di angka 900 ribu unit
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO –Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, target penjualan mobil 2022 mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun sebelumnya. Bila 2021 penjualan mobil wholesales (pabrik ke diler) berhasil menyentuh angka 887.202 unit, tahun ini target yang ditetapkan hanya naik sekitar 23 ribuan unit.
Enggan mengambil resiko, Yohannes Nangoi selaku ketua Gaikindo mangaku bila pihaknya masih memiliki kekhawatiran dengan penyebaran virus Covid-19 yang sempat meningkat di awal tahun ini.
"Kita target penjualan tahun ini 900 ribu unit, tumbuh sedikit dibandingkan tahun lalu. Karena terus terang saat menentukan target, kita masih khawatir tentang omicron. Tapi kalau mungkin bisa sampai 1 juta, Alhamdulillah" jelasnya di pameran Jakarta Auto Week (JAW) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, pria yang akrab disapa Pak Yo ini menyebut, insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah atau PPnBM DTP bisa menjadi faktor pendorong.
"Pemerintah masih memberikan PPnBM. Oleh karena itu kita helat pameran ini (JAW 2022) dengan tujuan APM (Agen Pemegang Merek) juga ikut berpartisipasi memberikan spesial diskon sehingga market bisa naik. Dengan itu, produksi lokal naik, otomatis ekspor juga tertolong," tambahnya.
Penjualan mobil secara wholesales Februari 2022 disebut mengalami penurunan 3.4 persen dibandingkan Januari 2022. Jumlah total pada bulan ini mencapai 81.228 unit.
Lebih buruk dibandingkan wholesales, penjualan secara retail (diler ke konsumen) pada Februari 2022 mengalami penurunan hingga 10 persen atau setara dengan 69.989 unit. Padahal bulan sebelumnya, penjualan berhasil menyentuh 78.567 unit.
Ditarik ke belakang, penurunan penjualan wholesales telah terjadi pada pada Januari 2022 jika dibandingkan Desember 2021. Besarannya mencapai 13 persen, pada Desember 2021 angkanya mencapai 96.671 unit.
Di kesempatan ini Pak Yo juga menyebutkan bahwa terjadi kenaikan ekspor kendaraan di 2021. Jika pada 2020 totalnya mencapai 232.175 unit, di 2021 mengalami kenaikan hingga 294,639 unit.
"Untuk tahun lalu (2021), ekspor naik hingga 30 persen lebih," tutupnya.
Terakhir, penjualan otomotif di Indonesia seperti kita ketahui sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Saat itu penjualan mobil per tahun langsung drop 50 persen, jika 2019 berhasil mencapai 1.030.126 unit sementara 2020 hanya 532.027 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2026, 13:00 WIB
25 Maret 2026, 07:32 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
01 Maret 2026, 12:00 WIB
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI