Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Meski mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, target penjualan mobil 2022 hanya berada di angka 900 ribu unit
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO –Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, target penjualan mobil 2022 mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun sebelumnya. Bila 2021 penjualan mobil wholesales (pabrik ke diler) berhasil menyentuh angka 887.202 unit, tahun ini target yang ditetapkan hanya naik sekitar 23 ribuan unit.
Enggan mengambil resiko, Yohannes Nangoi selaku ketua Gaikindo mangaku bila pihaknya masih memiliki kekhawatiran dengan penyebaran virus Covid-19 yang sempat meningkat di awal tahun ini.
"Kita target penjualan tahun ini 900 ribu unit, tumbuh sedikit dibandingkan tahun lalu. Karena terus terang saat menentukan target, kita masih khawatir tentang omicron. Tapi kalau mungkin bisa sampai 1 juta, Alhamdulillah" jelasnya di pameran Jakarta Auto Week (JAW) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, pria yang akrab disapa Pak Yo ini menyebut, insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah atau PPnBM DTP bisa menjadi faktor pendorong.
"Pemerintah masih memberikan PPnBM. Oleh karena itu kita helat pameran ini (JAW 2022) dengan tujuan APM (Agen Pemegang Merek) juga ikut berpartisipasi memberikan spesial diskon sehingga market bisa naik. Dengan itu, produksi lokal naik, otomatis ekspor juga tertolong," tambahnya.
Penjualan mobil secara wholesales Februari 2022 disebut mengalami penurunan 3.4 persen dibandingkan Januari 2022. Jumlah total pada bulan ini mencapai 81.228 unit.
Lebih buruk dibandingkan wholesales, penjualan secara retail (diler ke konsumen) pada Februari 2022 mengalami penurunan hingga 10 persen atau setara dengan 69.989 unit. Padahal bulan sebelumnya, penjualan berhasil menyentuh 78.567 unit.
Ditarik ke belakang, penurunan penjualan wholesales telah terjadi pada pada Januari 2022 jika dibandingkan Desember 2021. Besarannya mencapai 13 persen, pada Desember 2021 angkanya mencapai 96.671 unit.
Di kesempatan ini Pak Yo juga menyebutkan bahwa terjadi kenaikan ekspor kendaraan di 2021. Jika pada 2020 totalnya mencapai 232.175 unit, di 2021 mengalami kenaikan hingga 294,639 unit.
"Untuk tahun lalu (2021), ekspor naik hingga 30 persen lebih," tutupnya.
Terakhir, penjualan otomotif di Indonesia seperti kita ketahui sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Saat itu penjualan mobil per tahun langsung drop 50 persen, jika 2019 berhasil mencapai 1.030.126 unit sementara 2020 hanya 532.027 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
19 Juni 2026, 17:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan