Harga BBM Diesel Pertamina Melambung, Ikuti BP AKR dan ViVo
04 Mei 2026, 11:50 WIB
Shell jilat ludah sendiri karena akhirnya membeli minyak Rusia yang diskon besar-besaran di tengah invasi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Shell dikabarkan membeli minyak dari Rusia dengan jumlah besar. Padahal sebelumnya perusahaan minyak multinasional Inggris tersebut memberlakukan embargo kepada Rusia.
Seperti dilansir Carscoops, Shell mempertahankan keputusannya untuk membeli minyak mentah sebanyak 100 ribu metrik ton. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat diskon yang cukup besar dari pembelian tersebut.
Shell jilat ludah sendiri dan mendapat reaksi keras dari publik. Bukan hanya karena sebelumnya memberikan sanksi, namun karena mengincar harga yang terbilang sangat murah.
Dilaporkan The Wall Street Journal, Shell mendapatkan harga minyak mentah seharga $28.50 per barel. Sementara di pasaran harga minyak dilaporkan telah mencapai $ 100 dan bahkan bisa mencapai $ 300 per barel jika perang terus berlanjut.
Meskipun mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, namun langkah yang diambil Shell tidak menentang sanksi apapun. Perusahaan minyak Barat sudah berlomba untuk menjauhkan diri dari Rusia termasuk Shell.
Shell mundur dari usaha patungan dengan perusahaan energi yang memiliki basis di Rusia. Invasi Rusia ke Ukraina memang telah menyita banyak perhatian dan respon dari banyak pihak.
Perang kedua negara tersebut memaksa harga minya mentah mengalami kenaikan drastis. Hal ini tentunya akan memberatkan perusahaan energi seperti Shell dan lainnya.
Dengan harga yang tinggi, mereka akan kesulitan untuk menjualnya kepada masyarakat karena daya belinya menurun. Harga BBM yang menjulang tinggi tentunya akan berimbas pada produk-produk lainnya.
Untuk mengatasi harga minyak mentah yang terus menanjak, Shell mencari alternatif yang bisa menjadi solusi praktis dan Rusia adalah jawabannya.
Pihak Shell sendiri sudah memberikan pernyataan terkait hal tersebut di atas. Mereka menyebutkan bahwa keputusan membeli minyak dengan diskon besar-besaran, bukan untuk kepentingan segelintir orang saja.
Dengan mendapatkan jalur alternatif, Shell mengatakan bisa memenuhi pasokan yang dibutuhkan orang-orang di benua Eropa.
Sementara Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina menuliskan tanggapannya di media sosialnya. Ia menyebut langkah Shell akan dinilai sendiri oleh publik.
“Apakah minyak Rusia memiliki bau seperti Darah Ukraina untuk Anda?,” tulis Kuleba.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 11:50 WIB
01 Mei 2026, 16:20 WIB
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
28 Mei 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik Ferrari Luce EV menuai komentar pedas dari berbagai pihak, termasuk Luca di Montezemolo
28 Mei 2026, 15:00 WIB
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memberikan kemudahan bagi konsumen untuk bulan ini
28 Mei 2026, 12:08 WIB
Memilih tipe atau jenis asuransi mobil yang sesuai kebutuhan dapat meminimalisir klaim ditolak perusahaan
28 Mei 2026, 07:00 WIB
Ferrari Luce jadi ev pertama pabrikan yang kehadirannya tidak disambut baik pecinta Ferrari di seluruh dunia
27 Mei 2026, 21:00 WIB
Setelah menjalani dua operasi, kondisi Marc Marquez sudah prima buat menjalani MotoGP Italia 2026 nanti
27 Mei 2026, 20:02 WIB
Vespa merayakan 80 tahun eksistensinya dengan merilis tiga model edisi khusus dan sentuhan warna klasik
27 Mei 2026, 14:46 WIB
Program CSR BYD resmi dimulai, bantu anak-anak sekolah melalui penyaluran 1.200 pasang sepatu dan tas
27 Mei 2026, 07:00 WIB
dua gerai baru OLXmobbi yang berada di Bogor dan Samarinda merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat