Harga BBM SPBU Swasta di Januari 2026, Shell sampai Vivo Turun
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Shell jilat ludah sendiri karena akhirnya membeli minyak Rusia yang diskon besar-besaran di tengah invasi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Shell dikabarkan membeli minyak dari Rusia dengan jumlah besar. Padahal sebelumnya perusahaan minyak multinasional Inggris tersebut memberlakukan embargo kepada Rusia.
Seperti dilansir Carscoops, Shell mempertahankan keputusannya untuk membeli minyak mentah sebanyak 100 ribu metrik ton. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat diskon yang cukup besar dari pembelian tersebut.
Shell jilat ludah sendiri dan mendapat reaksi keras dari publik. Bukan hanya karena sebelumnya memberikan sanksi, namun karena mengincar harga yang terbilang sangat murah.
Dilaporkan The Wall Street Journal, Shell mendapatkan harga minyak mentah seharga $28.50 per barel. Sementara di pasaran harga minyak dilaporkan telah mencapai $ 100 dan bahkan bisa mencapai $ 300 per barel jika perang terus berlanjut.
Meskipun mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, namun langkah yang diambil Shell tidak menentang sanksi apapun. Perusahaan minyak Barat sudah berlomba untuk menjauhkan diri dari Rusia termasuk Shell.
Shell mundur dari usaha patungan dengan perusahaan energi yang memiliki basis di Rusia. Invasi Rusia ke Ukraina memang telah menyita banyak perhatian dan respon dari banyak pihak.
Perang kedua negara tersebut memaksa harga minya mentah mengalami kenaikan drastis. Hal ini tentunya akan memberatkan perusahaan energi seperti Shell dan lainnya.
Dengan harga yang tinggi, mereka akan kesulitan untuk menjualnya kepada masyarakat karena daya belinya menurun. Harga BBM yang menjulang tinggi tentunya akan berimbas pada produk-produk lainnya.
Untuk mengatasi harga minyak mentah yang terus menanjak, Shell mencari alternatif yang bisa menjadi solusi praktis dan Rusia adalah jawabannya.
Pihak Shell sendiri sudah memberikan pernyataan terkait hal tersebut di atas. Mereka menyebutkan bahwa keputusan membeli minyak dengan diskon besar-besaran, bukan untuk kepentingan segelintir orang saja.
Dengan mendapatkan jalur alternatif, Shell mengatakan bisa memenuhi pasokan yang dibutuhkan orang-orang di benua Eropa.
Sementara Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina menuliskan tanggapannya di media sosialnya. Ia menyebut langkah Shell akan dinilai sendiri oleh publik.
“Apakah minyak Rusia memiliki bau seperti Darah Ukraina untuk Anda?,” tulis Kuleba.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 11:12 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
20 Desember 2025, 15:00 WIB
12 Desember 2025, 11:00 WIB
08 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
12 Januari 2026, 18:00 WIB
Aprilia disebut telah melakukan banyak kemajuan, sehingga bisa membuat Bezzecchi tampil kompetitif di MotoGP
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Terpantau sejak Agustus 2025, Honda City Hatchback sudah tak lagi disuplai ke diler dan stoknya mulai kosong
12 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD memisahkan model-model yang akan ditawarkan sebagai mobil penumpang dan komersial untuk armada taksi
12 Januari 2026, 15:00 WIB
BYD, Wuling dan Chery menjadi tiga besar merek mobil Cina dengan penjualan retail terbanyak tahun lalu
12 Januari 2026, 14:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
12 Januari 2026, 13:00 WIB
Setiap kendaraan yang mengaspal di jalanan Singapura, termasuk Honda Super One wajib mempunyai dokumen COE
12 Januari 2026, 12:00 WIB
Suzuki bakal terus meningkatkan jumlah ekspor mereka di 2026 meski beberapa negara mengeluarkan kebijakan baru
12 Januari 2026, 11:00 WIB
Pemerintah bakal lakukan rekayasa lalu lintas saat pembongkaran tiang monorel yang dilakukan saat malam hari