Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Shell jilat ludah sendiri karena akhirnya membeli minyak Rusia yang diskon besar-besaran di tengah invasi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Shell dikabarkan membeli minyak dari Rusia dengan jumlah besar. Padahal sebelumnya perusahaan minyak multinasional Inggris tersebut memberlakukan embargo kepada Rusia.
Seperti dilansir Carscoops, Shell mempertahankan keputusannya untuk membeli minyak mentah sebanyak 100 ribu metrik ton. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat diskon yang cukup besar dari pembelian tersebut.
Shell jilat ludah sendiri dan mendapat reaksi keras dari publik. Bukan hanya karena sebelumnya memberikan sanksi, namun karena mengincar harga yang terbilang sangat murah.
Dilaporkan The Wall Street Journal, Shell mendapatkan harga minyak mentah seharga $28.50 per barel. Sementara di pasaran harga minyak dilaporkan telah mencapai $ 100 dan bahkan bisa mencapai $ 300 per barel jika perang terus berlanjut.
Meskipun mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, namun langkah yang diambil Shell tidak menentang sanksi apapun. Perusahaan minyak Barat sudah berlomba untuk menjauhkan diri dari Rusia termasuk Shell.
Shell mundur dari usaha patungan dengan perusahaan energi yang memiliki basis di Rusia. Invasi Rusia ke Ukraina memang telah menyita banyak perhatian dan respon dari banyak pihak.
Perang kedua negara tersebut memaksa harga minya mentah mengalami kenaikan drastis. Hal ini tentunya akan memberatkan perusahaan energi seperti Shell dan lainnya.
Dengan harga yang tinggi, mereka akan kesulitan untuk menjualnya kepada masyarakat karena daya belinya menurun. Harga BBM yang menjulang tinggi tentunya akan berimbas pada produk-produk lainnya.
Untuk mengatasi harga minyak mentah yang terus menanjak, Shell mencari alternatif yang bisa menjadi solusi praktis dan Rusia adalah jawabannya.
Pihak Shell sendiri sudah memberikan pernyataan terkait hal tersebut di atas. Mereka menyebutkan bahwa keputusan membeli minyak dengan diskon besar-besaran, bukan untuk kepentingan segelintir orang saja.
Dengan mendapatkan jalur alternatif, Shell mengatakan bisa memenuhi pasokan yang dibutuhkan orang-orang di benua Eropa.
Sementara Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina menuliskan tanggapannya di media sosialnya. Ia menyebut langkah Shell akan dinilai sendiri oleh publik.
“Apakah minyak Rusia memiliki bau seperti Darah Ukraina untuk Anda?,” tulis Kuleba.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
30 September 2026, 22:20 WIB
16 September 2026, 09:00 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
Terkini
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk menyelesaikan balapan dan meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan kepolisian, agar bisa lebih memudahkan masyarakat
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Hasil evaluasi, Ganjil Genap Jakarta berhasil mengatur lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibu Kota
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku dapat dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
Penjualan Hyundai positif di periode Agustus 2026, produk-produk di segmen premium ikut berkontribusi
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip