Harga Bensin Naik, GAC Ogah Bawa Mobil Bensin ke Indonesia
23 Juni 2026, 07:00 WIB
Pabrikan mobil China memperluas jaringan di Rusia dengan menambah diler di tengah perang melawan Ukraina
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Konflik Rusia – Ukraina tidak menggentarkan pabrikan mobil China yakni GAC (Guangzhou Automobile Group) untuk memperluas jaringan mereka. Padahal manufaktur mobil lainnya justru menghentikan aktivitas produksinya.
Seperti telah diwartakan sebelumnya, merek-merek seperti VW (Volkswagen), Renault dan berbagai brand di bawah bendera Stellantis menutup pabriknya. Mereka menutup aktivitas pabriknya di sana akibat agresi militer yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.
Lebih dari itu, mereka juga menghentikan aktivitas ekspor ke negeri Beruang Merah tersebut terkait sanksi. Rusia mendapat sanksi dari negara-negara barat karena telah memulai perang.
Namun di balik banyaknya produsen otomotif yang memilih untuk memberikan sanksi terhadap Rusia, hal ini tidak dilakukan oleh China. GAC justru memperluas jaringannya di Rusia dengan menambah jumlah diler.
Dilansir Antara dari kantor berita Rusia TASS, GAC menambah dilernya di beberapa kota Rusia seperti Tver, Yekaterinburg, Tyumen, Rostov dan Moskow pada tahun ini. Disebutkan penjualan GAC di negara tersebut cenderung berkembang belakangan.
Pembukaan diler baru di kota-kota di atas, karena wilayah tersebut memiliki akses mobilitas yang luas dengan kota lain di sekitarnya. Sehingga dengan menambah diler GAC meyakini bisa menambah konsumen baru.
Tidak hanya diler, GAC juga menyiapkan jaringan purna jual di Rusia. Hal ini tentunya guna mendapatkan kepercayaan dari konsumen di Rusia.
Meskipun pabrikan mobil asal China tersebut mengumumkan untuk melebarkan sayap, namun tidak disebutkan jenis mobil yang akan dipasarkan di Rusia.
Berdasarkan laman resminya, GAC memiliki sejumlah produk unggulan seperti Sedan GA4, GA6 dan GA8. Lalu untuk jenis SUV terdapat GS3, GS4, GS5, GS6, GS7 dan GS8.
Lalu adapula mobil keluarga seperti GN6 dan GN8. GAC juga memiliki mobil listrik unggulan yakni GE3.
Perang Rusia – Ukraina memang menyedot perhatian dunia belakangan ini. Banyak korban tidak bersalah akibat peperangan sehingga merugikan banyak pihak.
China dikatakan sebagai pihak yang mendapat keuntungan dari perang Rusia – Ukraina. Karena hanya China yang tidak memberikan sanksi terhadap Rusia sehingga produk-produknya bisa masuk dengan leluasa.
Terlebih dikabarkan mata uang Rusia yakni Rubel saat ini tengah mengalami penurunan
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Juni 2026, 07:00 WIB
20 Juni 2026, 13:00 WIB
12 Maret 2026, 16:00 WIB
25 Februari 2026, 11:00 WIB
20 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan