LiDAR Dinilai Belum Relevan untuk Jalanan di Indonesia
07 Juli 2026, 21:15 WIB
Pengguna smartphone alami kerusakan kamera HP setelah merekam sensor Lidar Volvo EX90, ini penyebabnya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Belum lama ini, beredar sebuah video yang menunjukkan kerusakan kamera telepon genggam setelah dipakai buat merekam satu unit mobil.
Diketahui mobil yang direkam adalah mobil listrik Volvo EX90. Model tersebut ternyata telah dilengkapi sensor Lidar, bertempat di bagian atas mobil.
Sistem Lidar membantu pengemudi mengumpulkan informasi keadaan di sekeliling mobil, membantu mengoptimalkan fitur-fitur keselamatan pada kendaraan.
Sensor Lidar tidak terpengaruh kondisi cahaya di sekitar, sehingga berfungsi dengan baik pada siang maupun malam hari. Namun cuaca seperti hujan deras dan kabut tebal dapat membatasi kemampuan deteksi Lidar.
Pada hasil rekaman, visual gambar memperlihatkan adanya imbas dari pancaran sensor, meninggalkan jejak kerusakan berupa titik-titik berwarna merah muda.
Pengunggah video merupakan pengguna akun Reddit bernama Jeguetelli. Ia bermaksud mendemonstrasikan bahaya sensor Lidar buat kamera telepon genggam
Mengingat di berbagai negara, mobil yang dibekali sensor Lidar pada bagian atas kendaraan sudah semakin banyak beredar di jalanan.
“Jangan pernah mengambil video (Volvo) EX90 terbaru karena dapat menghancurkan kamera Anda. Laser Lidar membakarnya,” tulis Jeguetelli dalam unggahannya.
Lebih lanjut terlihat kerusakan kamera itu hilang ketika Jeguetelli menggunakan kamera wide.
Nampaknya laser tersebut hanya merusak kamera telephoto yang dapat menangkap gambar jauh lebih dekat.
Menanggapi hal tersebut, pihak Volvo menjelaskan bahwa memang pemilik HP disarankan untuk tidak mengarahkan kamera telepon genggam ke arah lidar.
“Laser dari dihasilkan Lidar berpotensi merusak sensor kamera atau mempengaruhi performanya,” tulis Volvo kepada The Drive, dikutip Senin (19/05).
Sehingga sebaiknya mengambil gambar mobil dengan sensor Lidar dari jarak agak jauh, bukan close-up atau terlalu dekat ke komponen tersebut.
Volvo dalam keterangannya menekankan pengambilan gambar secara close-up sebagai biang kerok kerusakan kamera HP tersebut.
“Anda bisa menggunakan filter atau cover pada lensa kamera untuk membantu mengurangi dampak sensor Lidar. Beberapa kamera juga didesain dengan perlindungan cahaya tingkat tinggi,” kata perwakilan Volvo.
Sekadar informasi, peringatan tersebut sudah dipublikasikan oleh Volvo melalui laman resmi global mereka.
“Lidar merupakan sistem berbasis laser, menggunakan gelombang cahaya infra-merah yang dapat merusak kamera. Ini mencakup kamera smartphone maupun telepon lain yang dilengkapi kamera,” bunyi keterangan tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 Juli 2026, 21:15 WIB
06 Juli 2026, 21:00 WIB
21 Mei 2026, 19:21 WIB
19 Mei 2026, 21:00 WIB
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Terkini
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray
22 Juli 2026, 19:13 WIB
DFSK E5 Plus resmi dijual dengan harga Rp 500 juta-550 jutaan, terpesan ribuan unit sejak dibuka kerannya
22 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo resmi bergabung ke tim pabrikan Honda mulai MotoGP 2027 dengan kontrak selama dua tahun
22 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta dapat melayani perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak persyaratannya
22 Juli 2026, 06:00 WIB
Pengguna kendaraan roda empat harap memperhatikan aturan ganjil genap Jakarta hari ini yang dimulai sejak pagi
22 Juli 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
21 Juli 2026, 23:36 WIB
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian