BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Produsen LiDAR, Hesai disinyalir akan menyuplai sensor untuk mobil listrik Mercedes-Benz di pasar global
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – China dikenal sebagai salah satu negara pelopor di bidang otomotif serta teknologi penunjangnya. Hal ini membuatnya semakin unggul dalam persaingan di era mobil listrik yang semakin gencar belakangan.
Majunya teknologi dari Tiongkok turut menarik perhatian brand asing, termasuk produsen mobil mewah Jerman, Mercedes-Benz.
Sebuah laporan yang diterima Reuters menunjukkan, bahwa Mercedes-Benz akan menggunakan sensor LiDAR dari Hesai Group, produsen LiDAR terbesar di Tiongkok.
Menariknya, ini merupakan kali pertama brand Eropa mengimplementasikan teknologi buatan China untuk model-model yang bakal dijual di luar negeri tirai bambu.
Sebelumnya sudah ada merek Eropa lain mengandalkan Hesai sebagai penyuplai LiDAR, tetapi khusus produk di China saja.
Keputusan itu sebenarnya sudah dipikirkan oleh Mercedes-Benz beberapa waktu lalu. Namun ketidakstabilan kondisi geopolitik sempat menjadi alasan mereka menunda rencana tersebut.
Selain karena kecanggihannya, Mercedes-Benz memilih Hesai karena biayanya terbilang lebih murah dan mampu memproduksi dalam jumlah banyak.
Pihak Hesai masih merahasiakan klien terbaru mereka, tetapi sekadar mengumumkan kemitraan terbesar Hesai sampai 2030.
“Saya berasumsi, merek itu telah mencari alternatif yang bisa dibandingkan dengan Hesai dari segi harga dan performa, tetapi tidak menemukannya,” kata Andrew Fan, Chief Financial Officer Hesai dikutip dari Reuters, Kamis (13/03).
Mengantisipasi permintaan yang semakin tinggi, Hesai telah memperluas line produksi mereka di China sehingga mampu memproduksi dua juta unit LiDAR di 2025.
LiDAR merupakan singkatan dari light detection and ranging, sebuah sensor yang dapat mendeteksi cahaya dan jangkauan menggunakan sinar laser.
Fungsinya adalah mengukur jarak maupun pergerakan di suatu lingkungan secara real time. LiDAR memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah menunjang operasional kendaraan otonom dengan aman.
Pada kendaraan, LiDAR dapat menghasilkan data peta secara tiga dimensi, serta memberikan navigasi jalan dan lingkungan secara lengkap.
Manufaktur China kerap menyematkan LiDAR pada produk mereka, seperti BYD dan GAC Aion. Namun di Indonesia, fitur tersebut absen karena beberapa pertimbangan seperti harga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih