KTB Serahkan Truk Listrik Fuso eCanter ke Konsumen di GIIAS 2026
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
Bisa hemat sampai Rp 10 ribu, Volvo ungkap keunggulan truk listrik sebagai armada operasional perusahaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Volvo jadi salah satu manufaktur yang ikut menghadirkan kendaraan niaga bertenaga listrik di pasar Indonesia. Pada IEE (Indonesia Energy & Engineering) Series 2024 mereka memboyong model perdananya Volvo FM Electric.
Model ini menyasar perusahaan logistik yang pemakaian kendaraannya mayoritas masih di area jalan umum, jadi bukan untuk penggunaan tambang.
Dalam kesempatan tersebut sudah ada dua perusahaan logistik, PT Pancaran Daya Transport dan PT Artha Satya Kurnia menyatakan minat menggunakan Volvo FM Electric sebagai armada operasional mereka.
Meski belum masif, Volvo menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan lebih jauh potensi truk listrik di RI dan penghematan yang diberikan, apabila dibandingkan dengan biaya konsumsi solar truk konvensional.
“Ini tergantung dari harga solar atau bahan bakar di masing-masing negara. Misal di Indonesia (harga) solar industri sekitar Rp 14 ribu (per liter),” kata Bambang Prijono, Direktur Utama PT Indotrcuk Utama & PT Eka Dharma Jaya Sakti di JIExpo Kemayoran belum lama ini.
Menurut dia penghematannya terbilang signifikan. Ringkasnya, 1 liter solar (sekitar Rp 14 ribu) berbanding 3 kW setara Rp 3.300 (Rp 1.100/kW).
Sehingga apabila menggunakan truk listrik pemilik bisa hemat sampai Rp 10 ribu. Hanya saja memang perlu adaptasi karena waktu pengisiannya tidak sesingkat truk konvensional, butuh waktu paling tidak dua jam.
“Jadi Rp 14 ribu berbanding Rp 3.300 penghematannya. Belum lagi dari Repair Maintenance, tidak perlu ganti oli, filter,” tegas Bambang.
Sebagai informasi Volvo FM Electric sudah mulai ditawarkan ke konsumen, unitnya masih berstatus CBU alias Completely Built Up atau impor utuh. Hanya saja pihak Volvo masih enggan mengumumkan harga karena masih dalam tahap studi.
Volvo juga tak menentukan target penjualan untuk FM Electric di Indonesia. Mengingat pasarnya belum masif dan pengenalan model ini masih jadi sebuah Pilot Project bagi pabrikan.
“Kita berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang punya kesadaran, artinya ada kepedulian untuk komitmen mengoperasikan alat transportasi Zero Emission,” kata dia.
Di Indonesia sendiri ada sejumlah model kendaraan niaga listrik seperti Mitsubishi L100 EV, DFSK Gelora Electric sampai Fuso eCanter. Seluruhnya sudah dijual ke konsumen dengan harga mulai dari Rp 300 jutaan.
Sedangkan manufaktur lain memilih buat studi terlebih dulu seperti PT HPM (Honda Prospect Motor). N-Van Prototype digunakan sebagai kendaraan operasional untuk pengiriman Spare Part ke diler-diler Honda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
02 Agustus 2026, 14:00 WIB
21 Mei 2026, 19:21 WIB
21 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
08 September 2026, 19:00 WIB
Robot humanoid AiMOGA yang dikembangkan oleh Chery Group sudah masuk ke pasar internasional hingga 60 negara
08 September 2026, 16:50 WIB
SUV masih jadi salah satu favorit konsumen, Xpeng GX tuai respons positif sejak debut di RI beberapa waktu lalu
08 September 2026, 09:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi menyuguhkan banyak kegiatan menarik yang mencuri perhatian masyarakat
08 September 2026, 07:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS Bandung 2026 akan menampilkan sekitar 42 kendaraan yang bisa dicoba langsung pengunjung
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima tempat berbeda hari ini, simak lokasi dan biayanya
08 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pengendara motor dan mobil
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan