Proyeksi Pasar Mobil Mewah 2026, Mercedes-Benz Optimistis Bangkit
06 Februari 2026, 07:00 WIB
Bisa hemat sampai Rp 10 ribu, Volvo ungkap keunggulan truk listrik sebagai armada operasional perusahaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Volvo jadi salah satu manufaktur yang ikut menghadirkan kendaraan niaga bertenaga listrik di pasar Indonesia. Pada IEE (Indonesia Energy & Engineering) Series 2024 mereka memboyong model perdananya Volvo FM Electric.
Model ini menyasar perusahaan logistik yang pemakaian kendaraannya mayoritas masih di area jalan umum, jadi bukan untuk penggunaan tambang.
Dalam kesempatan tersebut sudah ada dua perusahaan logistik, PT Pancaran Daya Transport dan PT Artha Satya Kurnia menyatakan minat menggunakan Volvo FM Electric sebagai armada operasional mereka.
Meski belum masif, Volvo menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan lebih jauh potensi truk listrik di RI dan penghematan yang diberikan, apabila dibandingkan dengan biaya konsumsi solar truk konvensional.
“Ini tergantung dari harga solar atau bahan bakar di masing-masing negara. Misal di Indonesia (harga) solar industri sekitar Rp 14 ribu (per liter),” kata Bambang Prijono, Direktur Utama PT Indotrcuk Utama & PT Eka Dharma Jaya Sakti di JIExpo Kemayoran belum lama ini.
Menurut dia penghematannya terbilang signifikan. Ringkasnya, 1 liter solar (sekitar Rp 14 ribu) berbanding 3 kW setara Rp 3.300 (Rp 1.100/kW).
Sehingga apabila menggunakan truk listrik pemilik bisa hemat sampai Rp 10 ribu. Hanya saja memang perlu adaptasi karena waktu pengisiannya tidak sesingkat truk konvensional, butuh waktu paling tidak dua jam.
“Jadi Rp 14 ribu berbanding Rp 3.300 penghematannya. Belum lagi dari Repair Maintenance, tidak perlu ganti oli, filter,” tegas Bambang.
Sebagai informasi Volvo FM Electric sudah mulai ditawarkan ke konsumen, unitnya masih berstatus CBU alias Completely Built Up atau impor utuh. Hanya saja pihak Volvo masih enggan mengumumkan harga karena masih dalam tahap studi.
Volvo juga tak menentukan target penjualan untuk FM Electric di Indonesia. Mengingat pasarnya belum masif dan pengenalan model ini masih jadi sebuah Pilot Project bagi pabrikan.
“Kita berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang punya kesadaran, artinya ada kepedulian untuk komitmen mengoperasikan alat transportasi Zero Emission,” kata dia.
Di Indonesia sendiri ada sejumlah model kendaraan niaga listrik seperti Mitsubishi L100 EV, DFSK Gelora Electric sampai Fuso eCanter. Seluruhnya sudah dijual ke konsumen dengan harga mulai dari Rp 300 jutaan.
Sedangkan manufaktur lain memilih buat studi terlebih dulu seperti PT HPM (Honda Prospect Motor). N-Van Prototype digunakan sebagai kendaraan operasional untuk pengiriman Spare Part ke diler-diler Honda.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Februari 2026, 07:00 WIB
10 November 2025, 14:28 WIB
16 Oktober 2025, 21:00 WIB
28 Agustus 2025, 19:00 WIB
13 Agustus 2025, 16:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional