Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Menjaga kecepatan kendaraan jadi salah satu kiat berkendara aman saat hujan di tol, ini saran dari pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kondisi jalan basah di saat hujan dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Apalagi di jalan tol dan pengemudi tidak mengendalikan kecepatan serta menjaga jarak aman.
Praktisi keselamatan kembali mengingatkan pentingnya menjaga pola berkendara aman di jalan tol. Menjaga kecepatan merupakan salah satu hal yang kerap diabaikan oleh banyak pengguna kendaraan.
Kendaraan juga rentan mengalami aquaplaning, membuat mobil sulit dikendalikan dan berpeluang membahayakan pengemudi serta pengguna jalan lain.
Selain memastikan kondisi kendaraan seperti ban dan sistem pengereman dalam kondisi baik, perilaku berkendara aman juga harus jadi perhatian untuk mengurangi potensi kecelakaan.
“Bahkan mereka (pengemudi) tidak punya metode menjaga jarak aman. Ketika ditanya, mereka tidak punya patokan,” kata Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Center ketika dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Ia mengingatkan bahwa jarak pengereman lebih panjang di kondisi jalan basah. Karena daya cengkeram ban berkurang terkhusus di jalan tol, apalagi jika mobil dipacu dalam kecepatan tinggi sehingga kerap jadi penyebab kecelakaan beruntun.
Ketika mengemudikan mobil di tol ketika cuaca hujan, pastikan menjaga kecepatan sebaiknya tidak melebihi 80 km/jam. Sehingga jika terjadi hal tidak diinginkan di depan, pengemudi punya waktu mengurangi kecepatan, bermanuver dan menghindar secara aman.
“Misal 80 km/jam, maka setidaknya harus menyediakan jarak empat detik itu sekitar 95 meter. Kalau dalam kondisi ideal atau jalan kering cuma 67-68 meter,” terang Jusri.
Dia menegaskan rumus jaga jarak itu perlu diperhatikan oleh pengemudi. Banyak kecelakaan terjadi karena pengemudi gagal mengantisipasi bahaya dan tidak memiliki pengetahuan untuk meminimalisir fatalitas kecelakaan.
Kemudian Jusri menjelaskan metode SEE (Search, Evaluate, Execution). Artinya pengemudi harus awas sama kondisi di sekitar, mengevaluasi peluang bahaya baru melakukan tindakan.
“Ini bisa meminimalisir para pengemudi melakukan tindakan spontan. Karena mobil itu di ruang publik, sebuah objek yang bergerak, ini sangat rentan kecelakaan,” tegas Jusri.
Terakhir ia mengimbau pengemudi untuk melakukan pengecekan kondisi mobil seperti kondisi ban, sistem pengereman, lampu dan utamanya adalah wiper guna membantu menjaga visibilitas pengemudi ketika berkendara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal