BPLJSKB Bekasi Siap Akomodir Uji Tabrak Mobil di RI
27 September 2026, 09:55 WIB
Menjaga kecepatan kendaraan jadi salah satu kiat berkendara aman saat hujan di tol, ini saran dari pengamat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kondisi jalan basah di saat hujan dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Apalagi di jalan tol dan pengemudi tidak mengendalikan kecepatan serta menjaga jarak aman.
Praktisi keselamatan kembali mengingatkan pentingnya menjaga pola berkendara aman di jalan tol. Menjaga kecepatan merupakan salah satu hal yang kerap diabaikan oleh banyak pengguna kendaraan.
Kendaraan juga rentan mengalami aquaplaning, membuat mobil sulit dikendalikan dan berpeluang membahayakan pengemudi serta pengguna jalan lain.
Selain memastikan kondisi kendaraan seperti ban dan sistem pengereman dalam kondisi baik, perilaku berkendara aman juga harus jadi perhatian untuk mengurangi potensi kecelakaan.
“Bahkan mereka (pengemudi) tidak punya metode menjaga jarak aman. Ketika ditanya, mereka tidak punya patokan,” kata Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Center ketika dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Ia mengingatkan bahwa jarak pengereman lebih panjang di kondisi jalan basah. Karena daya cengkeram ban berkurang terkhusus di jalan tol, apalagi jika mobil dipacu dalam kecepatan tinggi sehingga kerap jadi penyebab kecelakaan beruntun.
Ketika mengemudikan mobil di tol ketika cuaca hujan, pastikan menjaga kecepatan sebaiknya tidak melebihi 80 km/jam. Sehingga jika terjadi hal tidak diinginkan di depan, pengemudi punya waktu mengurangi kecepatan, bermanuver dan menghindar secara aman.
“Misal 80 km/jam, maka setidaknya harus menyediakan jarak empat detik itu sekitar 95 meter. Kalau dalam kondisi ideal atau jalan kering cuma 67-68 meter,” terang Jusri.
Dia menegaskan rumus jaga jarak itu perlu diperhatikan oleh pengemudi. Banyak kecelakaan terjadi karena pengemudi gagal mengantisipasi bahaya dan tidak memiliki pengetahuan untuk meminimalisir fatalitas kecelakaan.
Kemudian Jusri menjelaskan metode SEE (Search, Evaluate, Execution). Artinya pengemudi harus awas sama kondisi di sekitar, mengevaluasi peluang bahaya baru melakukan tindakan.
“Ini bisa meminimalisir para pengemudi melakukan tindakan spontan. Karena mobil itu di ruang publik, sebuah objek yang bergerak, ini sangat rentan kecelakaan,” tegas Jusri.
Terakhir ia mengimbau pengemudi untuk melakukan pengecekan kondisi mobil seperti kondisi ban, sistem pengereman, lampu dan utamanya adalah wiper guna membantu menjaga visibilitas pengemudi ketika berkendara.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 September 2026, 09:55 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
Terkini
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta
28 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung lagi untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia