One Way Lokal di Tol Trans Jawa Mulai Dilaksanakan Dari KM 132
27 Maret 2026, 11:00 WIB
Netizen protes karena rekayasa lalu lintas One Way diperpanjang kembali oleh pemerintah dan kepolisian
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Perpanjangan rekayasa lalu lintas One Way di jalan tol dinilai banyak merugikan banyak orang. Hal ini terlihat dari banyaknya netizen yang protes di kolom komentar akun Instagram @NMTC_Polri.
Protes tersebut tidak hanya dilayangkan pada salah satu feed saja melainkan beberapa postingan sekaligus. Mereka menilai bahwa perpanjangan rekayasa lalu lintas One Way hanya menguntungkan masyarakat Jakarta yang hendak balik tanpa memilikirkan pemudik dari arah barat ke timur.
Padahal menurut mereka kondisi lalu lintas di jalan tol sudah terbilang lengang seharusnya rekayasa lalu lintas cukup menggunakan strategi contraflow. Dengan demikian mobilitas masyarakat khususnya dari barat ke timur bisa lebih mudah dibanding sekarang.
“Katanya situasional tapi one way diperpanjang. Lihat itu tolnya lengang begitu, situasional gundulmu. Kami yang mudik anomali sudah ikuti jadwal rekayasa lalin eh tiba-tiba diperpanjang, tidak adil banget,” ungkap @Rizkariri.
Hal senada juga disampaikan oleh akun @Ipusptaa yang mengaku telah menyesuaikan keberangkatannya ke arah timur. Sayang kebijakan tiba-tiba berubah pukul 22.00 WIB dan menyebabkan dirinya harus menggunakan jalur pantura.
“Saya korban prank bapak bapak ini ya, mantau Instagram dari kemarin dan sengaja berangkat jam 9 malem berharap pukul 24.00 oneway dihentikan, ternyata zonk. Baru di update jam 10an, thanks pak, waktu saya kebuang banyak karena harus lewat pantura,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa sistem One Way dari km 414 gerbang tol Kalikangkung hingga km 72 tol Jakarta Cikampek diperpanjang hingga Kamis (27/04) pukul 24.00 WIB. Kepolisian mengklaim bahwa pelaksanaannya bersifat situasional sesuai dengan diskresi kepolisian.
Namun bila pada periode perpanjangan kondisi lalu lintas di bawah ketentuan didukung oleh pantauan CCTV dan laporan petugas lapangan selama tiga jam berturut-turut maka rekayasa lalu lintas akan dihentikan.
Sementara bila arus lalu lintas dinilai masih padat pada tiga jam sebelum pengakhiran maka rekayasa bisa diperpanjang. Oleh karena itu para pengguna jalan diharapkan memantau informasi yang diberikan petugas di lapangan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Maret 2026, 11:00 WIB
25 Maret 2026, 17:40 WIB
24 Maret 2026, 11:50 WIB
20 Maret 2026, 09:00 WIB
18 Maret 2026, 09:01 WIB
Terkini
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai Stargazer Cartenz diklaim mendapat sambutan positif usai HMID menerapkan strategi baru di Indonesia
23 September 2026, 07:00 WIB
Carro resmi rambah bisnis mobil baru, kolaborasi dengan Omoda Jaecoo dan buka diler pertama di Harapan Indah
23 September 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang belum kedaluwarsa
23 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi terbaik dalam mengurus dokumen berkendara berbentuk kartu
22 September 2026, 21:27 WIB
Pameran IMHAX berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal penjualan maupun pengunjung yang datang langsung
22 September 2026, 20:01 WIB
Salah satu pameran otomotif, yakni Gaikindo Auto Week (GAW 2026) akan berlangsung pada akhir November