Jadwal Ganjil Genap Puncak 9 Januari 2026, Cek Jalur Alternatif
09 Januari 2026, 14:00 WIB
One Way di jalan tol rupanya memiliki dampak negatif untuk beberapa pihak khususnya para pengguna bus
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Rekayasa lalu lintas One Way di jalan tol rupanya berdampak negatif untuk pemudik pengguna bus. Pasalnya kendaraan yang seharusnya mereka tumpangi rupanya terlambat datang karena tak bisa melalui rute biasanya.
Hal ini disampaikan Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Selasa (25/04). Menurutnya, sistem One Way menyebabkan bus harus menggunakan jalur arteri yang sangat padat dibanding biasanya.
“Dari sisi angkutan umum kita mengalami kendala dengan penenerapan one way. Contohnya, kemarin pada 20 April banyak bus belum tiba di terminal pada waktunya, artinya ada keterlambatan di sini,” ungkapnya.
Bus yang seharusnya berangkat pagi ternyata tidak jadi berangkat karena kendaraan harus melalui jalur arteri sehingga tiba terlambat. Syafrin mengatakan pihaknya akan mengkoordinasikan hal terkait kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang.
“Barangkali di jalan tol disiapkan satu lajur contraflow khusus bus sehingga tidak terlambat angkut pemudik” katanya.
Sayangnya usulan tersebut masih belum bisa langsung diterapkan pada Lebaran tahun ini. Pasalnya kepolisian justru memperpanjang masa berlaku One Way di jalan tol.
Rekayasa lalu lintas yang awalnya berakhir pada Selasa (25/04) pukul 24.00 WIB berubah menjadi Rabu (26/04) jam 24.00 WIB. Ini Artinya ada perpanjangan selama 24 jam.
Berdasarkan data Korlantas Polri hingga pukul 19.00 WIB jumlah mobil dari arah Timur menuju Jakarta, pada KM 437 B jalan tol Semarang-Solo mencapai 3.108 unit per jam. Kondisi tersebut masuk dalam parameter rekayasa lalu lintas 2.800 kendaraan per jam.
Kemudian di Gerbang Tol Kalikangkung rata-rata volume lalu lintas mencapai 2.849 mobil per jam. Kemudian perhitungan arus lalu lintas di KM 190 B Palikanci, rata-rata volume kendaraan 4.217 unit per jam
“Berdasarkan hal tersebut diatas, maka rekayasa lalulintas one way di hari kedua arus balik yang dijadwalkan selesai pada pukul 24.00 WIB hari ini (Rabu, 25/4), masih akan terus dilanjutkan,” tegas Kombes Pol. Eddy Djunaedi, Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Januari 2026, 14:00 WIB
18 April 2025, 14:56 WIB
09 April 2025, 09:00 WIB
08 April 2025, 07:00 WIB
06 April 2025, 19:00 WIB
Terkini
19 Januari 2026, 15:00 WIB
Changan ingin menjadi brand global yang terus menghadirkan produk andal, inovatif dan tepercaya di Indonesia
19 Januari 2026, 14:00 WIB
Kebakaran mobil listrik perlu ditangani hati-hati, wajib jadi perhatian damkar dan pengelola properti
19 Januari 2026, 13:00 WIB
Dengan Investasi mencapai Rp 4 Triliun, Sailun Group siap meramaikan pasar ban kendaraan bermotor di Indonesia
19 Januari 2026, 12:33 WIB
Otomatisasi produksi mobil di super factory BYD di Zhengzhou, China hampir 100 persen dikerjakan oleh robot-robot produksi
19 Januari 2026, 12:00 WIB
Julian Johan, pereli asal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah baru setelah finish di Rally Dakar 2026
19 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota berhasil jadi produsen mobil terbesar 2025 di Indonesia setelah membuat lebih dari 500 ribu kendaraan
19 Januari 2026, 10:11 WIB
SUV baru Mitsubishi diyakini kuat merupakan Pajero generasi terbaru, SUV offroad berkapasitas tujuh penumpang
19 Januari 2026, 09:00 WIB
Yamaha meminta kepada para pemerintah provinsi agar membuat opsen PKB dan BBNKB tidak membebani masyarakat