Polda Metro Jaya Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik Libur Nataru
30 Desember 2025, 07:00 WIB
Kemenhub lakukan evaluasi terhadap penanganan libur Nataru, untuk mempersiapkan libur Lebaran ke depan
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Periode libur Nataru (Natal dan tahun baru) resmi berakhir. Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menutup Posko Angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di kantor Kementerian Perhubungan yang dibuka sejak 19 Desember 2022 hingga 3 Januari 2023.
Selama prosesnya Kemenhub mencatatkan kenaikan pergerakan penumpang angkutan umum di semua moda baik jalan, penyeberangan, udara, laut hingga kereta api.
Rinciannya pergerakan penumpang di semua moda mencapai 10.31 juta penumpang. Ini meningkat 71.09 persen dibandingkan angkutan Nataru periode 2021 yakni sebanyak 6.03 juta penumpang.
Ada sejumlah gangguan yang dihadapi salah satunya adalah cuaca ekstrem selama libur Nataru. Akibatnya terjadi penundaan ataupun pembatalan perjalanan.
Menurutnya gangguan cuaca ini menjadi tantangan terbesar selama periode tersebut ditambah lagi ada lonjakan jumlah penumpang yang terbilang tinggi. Kemenhub lakukan evaluasi untuk penanganan pergerakan masyarakat nantinya seperti pada lebaran 2023.
“Apa yang sudah kita siapkan relatif berjalan baik dan tetap ada beberapa evaluasi yang harus ditingkatkan ke depannya, sebagai persiapan untuk menghadapi angkutan lebaran tahun ini,” ucap Budi dikutip dari keterangan Kemenhub.go.id, Rabu (4/1).
Ada beberapa kejadian penghambat perjalanan terjadi akibat cuaca ekstrem, beberapa di antaranya ialah jatuhnya satu mobil dan satu unit truk saat proses pemuatan ke kapal ferry. Tidak ada korban jiwa dan evakuasi segera dilakukan saat kejadian.
Untuk mengantisipasi hal tersebut sebelumnya sejumlah pihak dan stakeholder terkait telah melakukan kerja sama dan melakukan pengawasan secara intensif. Imbauan kepada masyarakat terkait kondisi cuaca juga selalu diberikan agar pengguna jalan bisa tetap waspada dan mengatur waktu perjalanan.
Peningkatan pergerakan selama libur Nataru tidak terbatas pada angkutan umum namun juga jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek melalui empat GT (gerbang tol) utama. Kemenhub mengimbau seluruh pihak terkait untuk lebih teliti dan koordinasi khususnya menghadapi angkutan lebaran nanti.
“Menghadapi angkutan lebaran yang kurang dari 4 bulan lagi, saya juga minta kepada jajaran Kemenhub untuk melakukan pengamatan dengan lebih teliti dan selalu berkoordinasi intensif dengan stakeholder,” ucap Budi.
Terobosan dan survei juga harus terus dilakukan. Ini mencakup prediksi angka jumlah pemudik yang akan terjadi sehingga penghambat jalannya arus mudik bisa diantisipasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 07:00 WIB
24 Desember 2025, 08:00 WIB
23 Desember 2025, 19:00 WIB
22 Desember 2025, 18:29 WIB
22 Desember 2025, 17:00 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
30 Desember 2025, 10:00 WIB
Yamaha tengah mencari formulasi yang tepat buat memasarkan motor listrik Neos kepada konsumen di Indoensia
30 Desember 2025, 09:00 WIB
Enduro Service tawarkan beragam layanan seperti penggantian oli mobil dan motor sampai ganti air filter
30 Desember 2025, 08:00 WIB
Fitur dashcam pada Suzuki XL7 Hybrid bekas menjadi salah satu pelanggan melakukan pembelian ketimbang model lain
30 Desember 2025, 07:00 WIB
Arus balik Natal dan tahun baru 2026 mulai terlihat sehingga Polda Metro Jaya menyiapkan langkah antisipasi
30 Desember 2025, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang belum terlewat dari tanggal masa berlaku
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta tetap akan digelar meski rencananya akan ada aksi unjuk rasa dari ribuan buruh di Ibu Kota
30 Desember 2025, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara, kepolisian tetap menghadirkan berbagai fasilitas seperti SIM keliling Bandung