Kepolisian Minta Jalur Puncak II Dihindari Saat Libur Nataru
08 Desember 2025, 07:00 WIB
Arus lalu lintas kendaraan terus meningkat selama libur Nataru, angkanya meningkat dibandingkan dengan periode sama
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Menjelang akhir tahun kenaikan arus lalu lintas kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek mencapai 14.91 persen. Rinciannya ada 155.994 kendaraan pada Senin (26/12) hingga Selasa (27/12).
Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, Kepala Posko Operasi Lilin Jaya 2022 memaparkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari beberapa gerbang tol.
Di antaranya adalah GT (gerbang tol) Cikupa arah Merak, GT Ciawi arah Puncak, GT Cikampek Utama arah Trans-Jawa dan GT Kalihurip Utama arah Bandung.
“Total 151.994 kendaraan naik 14.91 persen terhadap 132.276 kendaraan,” ucap Twedi dikutip dari NTMC Polri, Kamis (29/12).
Sedangkan untuk arah sebaliknya ada 159.132 kendaraan masuk ke arah Jakarta di empat gerbang tol utama dalam periode sama. Ini naik 19.18 persen dari periode normal yakni 133.522 kendaraan.
Selama periode libur Natal total kendaraan keluar dari Jakarta menuju GT Cikampek Utama, Kalihutip Utama, Cikupa dan Ciawi adalah 530.285 kendaraan.
Sementara pada libur Natal dan H+1 Natal PT Jasamarga Transjawa mencatatkan total 83.850 kendaraan menuju Jakarta. Angka ini naik 30.45 persen jika dibandingkan lalu lintas normal yaitu 64.278 kendaraan.
Cuaca yang bisa berubah ekstrem perlu menjadi perhatian khususnya di tengah libur Nataru. Ini dapat membahayakan keselamatan perjalanan.
Untuk itu Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan BMKG, BRIN dan BNPB untuk membahas prakiraan cuaca dan rekomendasinya untuk pengelolaan transportasi berkeselamatan. Sehingga bisa memberi peringatan pada masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Karena lonjakan penumpang yang tinggi pada libur nataru kali ini dan adanya potensi cuaca ekstrem yang membahayakan keselamatan perjalanan, maka kami akan terus berkoordinasi secara intensif dengan BMKG, BRIN, dan BNPB,” ucap Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, dikutip Dephub, Kamis.
Ia memaparkan rekomendasi keadaan cuaca dibutuhkan oleh Kemenhub serta pengelola sarana dan prasarana transportasi dalam mengeluarkan kebijakan di sektor transportasi.
“Jadi ketika cuaca dinyatakan tidak baik dan membahayakan keselamatan perjalanan, maka secara tegas kami akan keluarkan kebijakan untuk menunda perjalanan transportasi sampai keadaan cuaca membaik,” lanjut Budi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
08 Desember 2025, 07:00 WIB
06 Desember 2025, 17:00 WIB
05 Desember 2025, 08:00 WIB
30 November 2025, 17:00 WIB
27 November 2025, 07:00 WIB
Terkini
08 Desember 2025, 20:00 WIB
Menurut laporan Gaikindo pada Senin (08/12), penjualan mobil baru di bulan lalu berhasil menyentuh 79.310 unit
08 Desember 2025, 19:00 WIB
Keberadaan ETLE dinilai cukup penting bagi Polda Metro Jaya, sebab merekam ribuan pelanggar setiap hari
08 Desember 2025, 18:00 WIB
Auto2000 siap menjalani persaingan penjualan mobil baru tahun depan dengan bermodalkan strategi kuat
08 Desember 2025, 17:00 WIB
Ada beberapa hal yang patut jadi perhatian dalam penanganan untuk mobil yang terkena musibah banjir bandang
08 Desember 2025, 16:00 WIB
Federal Oil menggandeng mitra bengkel SiTepat untuk menggelar program yang melibatkan puluhan bikers
08 Desember 2025, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap jumlah pelanggaran operasi Zebra 2025 di Jakarta telah mengalami penurunan
08 Desember 2025, 14:00 WIB
Pertamina yang baru saja mengirimkan pasokan BBM ke SPBU Shell Indonesia kini sudah bisa dinikmati konsumen
08 Desember 2025, 13:00 WIB
Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di November 2025 disusul Daihatsu, simak daftar lengkapnya