Mobil Listrik Tetap Bebas Pajak dan Ganjil Genap di Jakarta
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Gagang pintu mobil rata bodi dioperasikan secara elektrik, berpeluang menyulitkan evakuasi saat kecelakaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Door handle atau gagang pintu mobil bergaya flush alias rata bodi semakin populer digunakan oleh banyak pabrikan.
Beragam mobil keluaran baru menggunakan door handle flush karena menambah nuansa elegan mobil dan membuat eksterior terlihat minimalis.
Gagang pintu tersebut dioperasikan secara elektrik dan bisa dibuat tersembunyi atau rata bodi mobil ketika kendaraan dalam kondisi aktif.
Namun ternyata hal tersebut juga menuai kontra dari beberapa pihak. Di Cina, pemerintah berencana melarang penggunaan gagang pintu flush pada Juli 2027.
“Berarti kendaraan baru yang dijual di Cina setelah waktu tersebut tidak akan lagi menggunakannya,” tulis laporan Carnewschina, dikutip beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, pengamat menyorot gagang pintu elektrik model flush berpeluang tidak dapat dioperasikan ketika mobil mengalami masalah.
Meskipun kasus serupa belum ditemukan di Indonesia, tetap ada bahaya laten yang patut jadi perhatian.
Mengingat sejumlah mobil keluaran terkini yang dipasarkan di dalam negeri sudah pakai gagang pintu bergaya flush.
“Dibutuhkan tenaga listrik untuk mengoperasikannya. Sehingga ketika pada kondisi kecelakaan, sistem kelistrikan dan mekanisme bisa terganggu dan tidak berfungsi,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif saat dihubungi KatadataOTO belum lama ini.
Memang tidak dapat dipungkiri, door handle flush atau tersembunyi dan rata dengan bodi mobil menjadi populer karena desain menarik.
Tetapi pengamat menilai hal ini berpeluang merepotkan apabila kendaraan terlibat dalam insiden seperti tabrakan atau kebakaran.
"Sangat berbahaya dalam hal evakuasi pengemudi dan penumpang kendaraan," kata Bebin.
Di sisi lain, tiap manufaktur yang menggunakan door handle flush diyakini telah melakukan riset dan studi terlebih dulu.
Sehingga harapannya tidak mempersulit faktor keselamatan dan keamanan para pengguna kendaraan ketika terlibat kecelakaan.
“Yang disebutkan tadi adalah kemungkinan, walaupun belum tentu terjadi,” tegas dia.
Data dari China Insurance Automotive Safety Index atau C-IASE mengungkapkan, uji tabrak dilakukan pada beberapa kendaraan dengan gagang pintu elektronik.
Tingkat keberhasilan pintu terbuka ketika mendapatkan benturan dari samping adalah 67 persen, sementara gagang pintu konvensional 98 persen.
Selisih tingkat keberhasilan itu tentu patut menjadi perhatian berbagai pihak di sektor otomotif.
Di samping itu, Asosiasi Konsumen di Cina mencatat adanya peningkatan keluhan sebanyak 132 persen soal kasus jari anak-anak terjepit gagang pintu flush di 2024.
Apabila kebijakan tersebut diterapkan, bisa dibilang akan ada perubahan bahasa desain dari berbagai manufaktur otomotif Cina.
Namun sejauh ini di Indonesia belum ada regulasi serupa yang mengatur soal pemakaian desain gagang pintu mobil.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Mei 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
15 April 2026, 07:55 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta