Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Pembelian Pertalite dibatasi pemerintah dan mobil bermesin 2.000 cc dilarang untuk membeli agar kondisi dapat stabil
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Tingginya harga bahan bakar dunia menyebabkan sejumlah BBM non subsidi mengalami kenaikan drastis. Akibatnya, banyak dari pengguna BBM non subsidi beralih menggunakan Pertalite yang harganya masih ditahan oleh Pemerintah.
Sayangnya, para pengguna mobil dengan kapasitas besar rupanya juga melakukan hal serupa sehingga subsidi dianggap tidak tepat sasaran. Oleh karena itu pemerintah melalui BPH Migas berencana membuat aturan agar pembelian Pertalite dibatasi.
Salah satu pembatasannya adalah dilarangnya mobil berkapasitas 2.000 cc membeli bahan bakar tersebut. Pasalnya mesin berkapasitas besar umumnya digunakan pada kendaraan mewah dan seharusnya menggunakan bbm dengan standar lebih tinggi.
Perlu diketahui bahwa konsumsi BBM RON 90 telah mencapai lebih dari 50 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN per 31 Mei 2022. Kondisi tersebut tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.
"Pertalite telah tersalurkan sebanyak 11,69 juta kiloliter atau 50,74 persen dari kuota 23,04 juta kiloliter," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta.
Semakin sedikitnya jumlah kuota tersebut pun membuat Kementerian ESDM mengusulkan penambahan kuota Pertalite sebanyak 5.45 juta kiloliter. Maka total kuota BBM akan meningkat menjadi 28.5 juta kiloliter.
Tak hanya Pertalite, pemerintah juga tengah mengusulkan penambahan kuota untuk solar sebanyak 2.29 juta kiloliter. Dengan demikian maka jumlah kuota solar akan meningkat menjadi 17.39 juta kiloliter dan diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, semua itu dirasa masih kurang sehingga pemerintah berencana untuk melakukan pengetatan penjualan. Caranya adalah mewajibkan pembelian BBM bersubisidi menggunakan aplikasi MyPertamina.
Aturan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 1 Juli 2022 dan diharapkan masyarakat segera melakukan pendaftaran. Bila tidak bisa melakukan pendaftaran maka mau tidak mau pelanggan harus melakukan pembelian bensin non subsidi seperti Pertamax.
Sebenarnya ada banyak keuntungan bila melakukan pembelian menggunakan aplikasi tersebut. Salah satunya adalah pelanggan bisa mendapatkan poin yang bisa ditukarkan beragam hadiah menarik.
Selain itu, karena aplikasi sudah terhubung dengan LinkAja maka pembayaran bisa dilakukan secara non tunai. Maka diharapkan transaksi pembayaran bisa dilakukan lebih cepat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Teknologi REEV Light jadi terobosan Suzuki hadapi persaingan sengit dengan merek Cina di era elektrifikasi
01 Oktober 2026, 18:13 WIB
AiMOGA Robotics dari Chery Group terus kembangkan teknologi robotika yang bisa membantu tugas manusia
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Pada Oktober 2026 harga BBM di seluruh SPBU terpantau tak mengalami penyesuaian harga, sama seperti bulan lalu
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda