Pembelian Pertalite Dibatasi, Mobil Bermesin 2.000 cc Dilarang

Pembelian Pertalite dibatasi pemerintah dan mobil bermesin 2.000 cc dilarang untuk membeli agar kondisi dapat stabil

Pembelian Pertalite Dibatasi, Mobil Bermesin 2.000 cc Dilarang
Adi Hidayat

TRENOTO – Tingginya harga bahan bakar dunia menyebabkan sejumlah BBM non subsidi mengalami kenaikan drastis. Akibatnya, banyak dari pengguna BBM non subsidi beralih menggunakan Pertalite yang harganya masih ditahan oleh Pemerintah.

Sayangnya, para pengguna mobil dengan kapasitas besar rupanya juga melakukan hal serupa sehingga subsidi dianggap tidak tepat sasaran. Oleh karena itu pemerintah melalui BPH Migas berencana membuat aturan agar pembelian Pertalite dibatasi.

Salah satu pembatasannya adalah dilarangnya mobil berkapasitas 2.000 cc membeli bahan bakar tersebut. Pasalnya mesin berkapasitas besar umumnya digunakan pada kendaraan mewah dan seharusnya menggunakan bbm dengan standar lebih tinggi.

Photo : Pertamina

Perlu diketahui bahwa konsumsi BBM RON 90 telah mencapai lebih dari 50 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN per 31 Mei 2022. Kondisi tersebut tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.

"Pertalite telah tersalurkan sebanyak 11,69 juta kiloliter atau 50,74 persen dari kuota 23,04 juta kiloliter," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta.

Semakin sedikitnya jumlah kuota tersebut pun membuat Kementerian ESDM mengusulkan penambahan kuota Pertalite sebanyak 5.45 juta kiloliter. Maka total kuota BBM akan meningkat menjadi 28.5 juta kiloliter.

Photo : MyPertamina

Tak hanya Pertalite, pemerintah juga tengah mengusulkan penambahan kuota untuk solar sebanyak 2.29 juta kiloliter. Dengan demikian maka jumlah kuota solar akan meningkat menjadi 17.39 juta kiloliter dan diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, semua itu dirasa masih kurang sehingga pemerintah berencana untuk melakukan pengetatan penjualan. Caranya adalah mewajibkan pembelian BBM bersubisidi menggunakan aplikasi MyPertamina.

Aturan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 1 Juli 2022 dan diharapkan masyarakat segera melakukan pendaftaran. Bila tidak bisa melakukan pendaftaran maka mau tidak mau pelanggan harus melakukan pembelian bensin non subsidi seperti Pertamax.

Sebenarnya ada banyak keuntungan bila melakukan pembelian menggunakan aplikasi tersebut. Salah satunya adalah pelanggan bisa mendapatkan poin yang bisa ditukarkan beragam hadiah menarik.

Selain itu, karena aplikasi sudah terhubung dengan LinkAja maka pembayaran bisa dilakukan secara non tunai. Maka diharapkan transaksi pembayaran bisa dilakukan lebih cepat.


Terkini

komunitas
Motul

Motul Dukung Mozia MotoFest 2026 dan Rangkul Komunitas

Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia