Tren Mobil Bekas di 2026, MPV dan LCGC Tetap Jadi Favorit
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Penjualan kendaraan bekas di Adira Finance meningkat akibat produksi mobil dan motor baru terhambat krisis cip
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Krisis cip semikonduktor di Indonesia semakin menjadi karena konsumen semakin sulit mendapatkan kendaraan baru. Beberapa pabrikan mobil maupun motor di Tanah Air telah mengakui bahwa mereka kesulitan untuk produksi kendaraan.
Langkanya komponen pada kendaraan tersebut juga berimbas pada perusahaan pembiayaan. Adira Finance salah satunya yang mengakui ikut terimbas masalah tersebut di atas.
Dengan keterbatasan unit baru, Adira Finance mengalihkan perhatiannya pada kendaraan bekas. Meskipun secara nominal terbilang berbeda dibandingkan dengan unit baru.
“Kendaraan baru kan kurang stok saat ini. Tapi bukan berarti kita tidak bisa membiayai, karena kita punya kendaraan bekas yang bisa kita biayai,” ucap Niko Kurniawan, Direktur Penjualan, Pelayanan dan Distribusi PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) Tbk di Jakarta (08/06).
Lebih lanjut dikatakan bahwa secara nominal harga mobil dan motor baru lebih besar daripada bekas. Sehingga meskipun tren pembelian kendaraan bekas meningkat, namun jumlahnya tetap tidak bisa disamakan.
Sebagai contoh mobil baru yang dibanderol Rp200 jutaan, sementara mobil bekasnya dengan model sama dipasarkan Rp100 jutaan. Setali tiga uang kondisinya pada sepeda motor baru dan bekas.
Kelangkaan cip semikonduktor bagi sektor otomotif membuat pabrikan kesulitan untuk memproduksi mobil maupun motor baru. Walhasil penjualan mobil dan motor bekas kebanjiran rezeki.
Disebutkan bahwa penjualan kendaraan bekas saat ini sudah mulai mengimbangi model terbaru. Mobil maupun motor bekas dikenal memiliki keunggulan bisa langsung digunakan.
“Secara unit mobil dan motor bekas mulai sejajar, kendaraan bekas kini mulai catch up barunya. Namun kita juga memiliki dana tunai seperti BPKB, karena kita ini kan multi finance jadi tugasnya memberikan pembiayaan,” jelasnya kemudian.
Kondisi ini juga dialami diler mobil bekas di bawah naungan Astra yakni Mobil88. Seperti telah diwartakan sebelumnya bahwa mereka memanfaatkan momentum kelangkaan cip semikonduktor, dengan meningkatkan penjualan mobil bekas.
Disebutkan kenaikan penjualan mobil bekas mengalami kenaikan sebesar 13 sampai 15 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan targetnya kenaikan terjadi hingga 20 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 12:14 WIB
28 Desember 2025, 21:00 WIB
23 Desember 2025, 18:00 WIB
22 Desember 2025, 13:00 WIB
20 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025