Menteri PU Ungkap Trans Jawa Jadi Kunci Lancarnya Mudik Lebaran
03 April 2026, 15:39 WIB
Kapolri usulkan kemudahan bagi masyarakat yang hendak mudik di lebaran tahun ini tanpa menguarangi protokol kesehatan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa masyarakat sudah diperbolehkan mudik. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bila hendak melakukan perjalanan mudik.
Salah satunya adalah hanya mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi booster diperbolehkan untuk melakukan perjalanan mudik. Namun, aturan tersebut mendapat beragam pertentangan di tengah masyarakat.
Hal ini karena salah satu aturan untuk mendapatkan booster adalah 6 bulan setelah vaksin kedua. Aturan tersebut tentunya cukup memberatkan mereka yang baru mendapatkan vaksin kedua dan tidak bisa mendapatkan booster.
Banyaknya masukan pun membuat Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Polisi Republik Indonesia memiliki beberapa masukan. Salah satunya adalah Kapolri usulkan kemudahan bagi masyarakat yang hendak mudik dengan membolehkan masyarakat yang sudah vaksin 2 kali .
“Kami menyarankan pemudik adalah masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 2 kali, bila sudah 3 kali dosis maka lebih bagus. Namun untuk mudik, jika sudah vaksin 2 kali tetap mensyaratkan tes usap antigen sementara bila booster terbebas dari kewajiban tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu Kementerian Perhubungan memperkirakan bahwa pemudik paling banyak akan menuju ke Jawa Tengah. Setidaknya akan ada 21.3 juta orang atau setara dengan 26.8 persen dari total pemudik akan ke provinsi tersebut.
“Dari hasil penelitian Badan Litbang Pehubungan, daerah tujuan terbesar yaitu ke Jawa Tengah dari berbagai provonsi terutama Jawa Timur dan Jabodetabek,” terang Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Selain itu potensi terbesar selanjutnya adalah ke Jawa Timur dan Jawa Barat. Jumlah pengguna mobil pribadi akan mendominasi pemudik tahun ini karena setidaknya akan ada 21 juta orang menggunakan mobil pribadi atau sebesar 26 persen.
Sementara itu pemudik dengan sepeda motor juga dinilai akan tetap besar sekitar 14 juta atau 18 persen. Kemudian moda transportasi paling banyak digunakan adalah bus 16 persen (12 juta) dan pesawat sebesar 12 persen (9 juta).
Banyaknya jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan maka dipastikan pemerintah akan melakukan beragam skenario lalu lintas. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kepadatan berkepanjangan sehingga merugikan masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 April 2026, 15:39 WIB
26 Maret 2026, 15:00 WIB
19 Maret 2026, 13:17 WIB
18 Maret 2026, 09:01 WIB
15 Maret 2026, 09:13 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda