Tarif Transjakarta Bakal Alami Penyesuaian, Efektif Tahun Depan
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Heru Budi Hartono, Penjabat Gubernur DKI Jakarta meminta TransJakarta tambah armada guna mengurangi kemacetan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Heru Budi Hartono selaku Penjabat Gubernur DKI Jakarta, meminta Transjakarta tambah armada. Dengan jumlah unit yang beroperasi maka diharapkan kemacetan di Ibu Kota dapat berkurang.
Permintaan ini sebenarnya tidak terlalu mengagetkan karena sebelumnya Ia pernah mengatakan bahwa jarak antar armada belum ideal. Waktu tunggu menurutnya masih terlalu lama sehingga membuat masyarakat enggan menggunakan transportasi umum.
“Nanti saya undang jajaran direksi TransJakarta untuk menambah (armada),” tegas Heru seperti dikutip Antara.
Sayangnya ia tidak menyebutkan angka ideal penambahan armada bus yang dimaksud. Selain TransJakarta, Ia juga berencana mengundang Dinas Perhubungan DKI Jakarta guna membahas penguraian kemacetan di Jakarta.
Di sisi lain, ia juga mendorong masyarakat agar lebih menggunakan transportasi umum untuk mengurangi kemacetan Jakarta.
Dilansir Antara, jumlah bus TransJakarta saat ini mencapai 4.700 unit dengan total penumpang 1.2 juta per hari. Rencananya BUMD tersebut akan menambah armada menjadi 6.960 unit di 2024 sehingga kapasitas menjadi 1.5 juta orang per hari.
Kemudian moda transportasi lain seperti MRT Jakarta juga diharapkan meningkat di tahun tersebut. Bila sekarang kapasitasnya hanya 173.000 orang per hari maka di 2024 jumlahnya menjadi 260.000 karena proyek fase 2A sudah rampung.
Selanjutnya adalah LRT Jakarta yang sekarang hanya memiliki kapasitas 18.000 orang per hari akan disambungkan dengan moda transportasi lain. Targetnya pada 2024 jumlah penumpang bisa meningkat hingga 145.000 per hari.
Pemerintah pusat juga rencananya akan mengoperasikan LRT Jabodetabek pada Juli 2023. Bila telah berjalan maka moda transportasi yang melintasi rute Bekasi Timur-Dukuh Atas dan Cibubur-Dukuh Atas ini dapat menampung 730.000 penumpang setiap harinya.
Perlu diketahui bahwa Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat jumlah penumpang angkutan umum MRT, LRT, KRL, TransJakarta dan bus reguler mencapai 2.6 juta orang per hari. Meski demikian jumlah tersebut masih belum cukup mengurangi kemacetan.
Oleh karenanya sejumlah rekayasa lalu lintas tetap harus dilakukan setiap harinya seperti ganjil genap dan contraflow. Selanjutnya adalah penerapan Eletronic Road Pricing atau ERP yang rencananya berlaku tahun ini.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
16 Juni 2026, 18:11 WIB
07 Desember 2025, 11:00 WIB
10 November 2025, 08:00 WIB
09 November 2025, 15:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar