Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap
01 April 2026, 07:00 WIB
Harga Pertamax turun Rp600 sehingga harganya kini hanya Rp13.900 per liter sehingga lebih memudahkan masyarakat
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM). Penyesuaian dilakukan mengikuti harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.
Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami penurunan. Namun untuk produk jenis diesel seperti Dexlite serta Perta Dex justru alami kenaikan tipis.
Untuk harga Pertamax turun Rp600 menjadi hanya Rp13.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter. Kemudian, Pertamax Turbo yang sebelumnya Rp15.900 per liter mengalami penurunan Rp950 menjadi hanya Rp14.950 per liter.
Selanjutnya harga Dexlite naik Rp700 menjadi Rp17.800 per liter dari sebelumnya hanya Rp17.100 per liter. Kenaikan dengan nilai serupa juga dialami oleh Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp18.100 per liter dari sebelumnya Rp17.400 per liter.
Sementara Pertalite dan Biosolar terpantau tidak mengalami perubahan. Pertamina masih mempertahankan Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter sedangkan Biosolar di Rp6.800.
“Seluruhnya sudah sesuai Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. Pertamina terus berkomitmen menyediakan produk berkualitas terjamin dan harga kompetitif di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
Penurunan harga ini diharapkan bisa membuat masyarakat beralih dari yang sebelumnya menggunakan Pertalite menjadi Pertamax Series. Pasalnya jumlah subsidi untuk Pertalite dinilai lebih besar ketimbang Pertamax.
Dengan berpindahnya pasar maka diharapkan beban subisidi BBM yang selama ini ditanggung pemerintah dapat berkurang.
Mengenai adanya perbedaan penyesuaian harga pada produk Pertamax Series dan Dex Series, Irto menjelaskan bahwa hal ini diakibatkan oleh kondisi energi global. Salah satunya adalah belum stabilnya geopolitik di Eropa Timur.
Kondisi ini menyebabkan tingginya permintaan produk bahan bakar gas di seluruh dunia. Salah satu substitusi produk bahan bakar gas adalah bahan bakar diesel yang harganya mengacu kepada MOPS Kerosene.
“MOPS Kerosene ini menjadi acuan harga untuk bahan baku produk diesel. Tingginya permintaan dan terbatasnya bahan baku membuatnya menjadi tetap tinggi, meskipun harga minyak dunia trennya menurun,” tukasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 07:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
01 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026