Harga Pertamax Turun Rp600, Kini Hanya Rp13.900

Harga Pertamax turun Rp600 sehingga harganya kini hanya Rp13.900 per liter sehingga lebih memudahkan masyarakat

Harga Pertamax Turun Rp600, Kini Hanya Rp13.900
Adi Hidayat

TRENOTO – PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM). Penyesuaian dilakukan mengikuti harga rata-rata publikasi minyak yakni Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami penurunan. Namun untuk produk jenis diesel seperti Dexlite serta Perta Dex justru alami kenaikan tipis.

Untuk harga Pertamax turun Rp600 menjadi hanya Rp13.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter. Kemudian, Pertamax Turbo yang sebelumnya Rp15.900 per liter mengalami penurunan Rp950 menjadi hanya Rp14.950 per liter.

Photo : Pertamina

Selanjutnya harga Dexlite naik Rp700 menjadi Rp17.800 per liter dari sebelumnya hanya Rp17.100 per liter. Kenaikan dengan nilai serupa juga dialami oleh Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp18.100 per liter dari sebelumnya Rp17.400 per liter.

Sementara Pertalite dan Biosolar terpantau tidak mengalami perubahan. Pertamina masih mempertahankan Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter sedangkan Biosolar di Rp6.800.

“Seluruhnya sudah sesuai Kepmen ESDM No. 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi. Pertamina terus berkomitmen menyediakan produk berkualitas terjamin dan harga kompetitif di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Irto Ginting, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Penurunan harga ini diharapkan bisa membuat masyarakat beralih dari yang sebelumnya menggunakan Pertalite menjadi Pertamax Series. Pasalnya jumlah subsidi untuk Pertalite dinilai lebih besar ketimbang Pertamax.

Dengan berpindahnya pasar maka diharapkan beban subisidi BBM yang selama ini ditanggung pemerintah dapat berkurang.

Penyebab Perbedaan Penyesuaian Harga

Photo : Pertamina

Mengenai adanya perbedaan penyesuaian harga pada produk Pertamax Series dan Dex Series, Irto menjelaskan bahwa hal ini diakibatkan oleh kondisi energi global. Salah satunya adalah belum stabilnya geopolitik di Eropa Timur.

Kondisi ini menyebabkan tingginya permintaan produk bahan bakar gas di seluruh dunia. Salah satu substitusi produk bahan bakar gas adalah bahan bakar diesel yang harganya mengacu kepada MOPS Kerosene.

“MOPS Kerosene ini menjadi acuan harga untuk bahan baku produk diesel. Tingginya permintaan dan terbatasnya bahan baku membuatnya menjadi tetap tinggi, meskipun harga minyak dunia trennya menurun,” tukasnya.


Terkini

mobil
Jetour T2 Facelift

Jetour T2 Facelift Debut, Mulai Hilangkan Nuansa Offroad

Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender

mobil
Lynk & Co

Geely Recal 74 Ribu Mobil Lynk & Co di Cina, Ada Cacat di LiDAR

Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025

otosport
Ai Ogura

Ai Ogura Absen di MotoGP Aragon 2026, Alami Cedera Tangan

Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang

news
SIM Keliling Bandung

2 Lokasi SIM Keliling Bandung Sebelum Weekend, Cek Jadwalnya

Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Jumat 28 Agustus

Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini

news
Ganjil Genap Jakarta

Sistem Ganjil Genap Jakarta Hari Jumat, 28 Agustus 2026

Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk

mobil
Changan Nevo Q05

Changan Hadapi Persaingan Elektrifikasi di RI Lewat Sub Merek

Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen

motor
Honda ADV 160

Honda ADV 160 Terbaru Resmi Meluncur, Aman Pakai Etanol

Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol