Tarif Tol Sedyatmo Naik Mulai 5 Januari 2026, Ini Harga Terbaru
04 Januari 2026, 09:00 WIB
Sistem pembayaran jalan tol di Indonesia telah mengalami banyak perubahan sejak pertama pertama kali dibuka pada 1978
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Sistem pembayaran jalan tol Indonesia terus berubah seiring perkembangan teknologi. Pengembangan dilakukan untuk memudahkan pengguna jalan tol serta mempercepat waktu transaksi di gerbang tol.
Semakin mudah sistem pembayaran maka waktu transaksi akan semakin singkat. Dengan demikian diharapkan kepadatan lalu lintas yang umumnya terjadi di gerbang tol dapat teratasi.
Jalan tol pertama di Indonesia adalah Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) yang hadir pada 9 Maret 1978. Ketika itu pembayaran hanya dapat dilakukan secara tunai.
Dalam sistem tersebut, pengguna jalan tol wajib menghentikan laju kendaraan saat mengambil atau menyerahkan kembali kartu tanda masuk. Mereka diharuskan menyiapkan uang tunai.
Sistem ini pun kemudian diadopsi oleh seluruh ruas jalan tol di Indonesia dan bertahan selama hampir 5 dekade. Padahal pembayaran tunai terbilang tidak efektif karena waktu transaksi mencapai 10 – 12 detik sehingga menyebabkan antrean mengular.
Kemudian di 2017, pemerintah mulai melakukan ubahan melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol. Terhitung 31 Oktober 2017, seluruh pembayaran menggunakan uang elektronik.
Terobosan berhasil membuat waktu transaksi menjadi jauh lebih singkat, hanya sekiar 5 detik. Transisi pun berjalan cepat, hanya membutuhkan sekitar 3 bulan agar seluruh tol di Indonesia menerapkannya.
Meski sistem tersebut masih digunakan, pemerintah pun mulai melakukan inovasi lagi. Hal ini ditandai dengan rencana penerapan Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis aplikasi yang berteknologi GNSS atau Global Navigation Satellite System.
Teknologi GNSS sudah diterapkan di negara-negara Eropa Timur, seperti Hungaria. Sistem MLFF berbasis GNSS ini juga akan menjadi platform bagi penerapan teknologi Intelligent Toll Road System (ITRS).
Dengan ini maka pengguna jalan bisa melakukan pembayaran lebih cepat, seamless, otomatis dan tanpa henti. Nantinya teknologi MLFF mulai diimplementasikan para pengguna jalan tol dapat melakukan pembayaran nontunai tanpa tap kartu.
Caranya mengunduh serta mendaftarkan data pribadi pada aplikasi bernama CANTAS pada smartphone. Kemudian setelah kalkulasi tarif terkoneksi pada aplikasi, uang dari masing-masing instrumen pembayaran milik tiap pengguna akan berkurang.
Selain itu pengendara juga dapat menggunakan perangkat Electronic Route Ticket. Perangkat ini membuat pengguna dapat memilih titik masuk dan keluar sesuai rute perjalanan sekali pakai.
Elektronifikasi Jalan Tol melalui MLFF akan diterapkan secara bertahap dan mulai diujicoba pada tahun 2023. Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, dimana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih melayani kartu tol elektronik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 Januari 2026, 09:00 WIB
19 Desember 2025, 07:00 WIB
08 Desember 2025, 08:00 WIB
04 Oktober 2025, 17:00 WIB
09 Agustus 2025, 07:00 WIB
Terkini
20 April 2026, 09:00 WIB
MPM Green Action 2026, fokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah
20 April 2026, 07:00 WIB
Mobil Cina segmen premium yang masuk pasar Indonesia menjadi perhatian BMW di tengah era elektrifikasi
20 April 2026, 06:00 WIB
Masyarakat Ibu Kota terkhusus para pengguna kendaraan roda empat harus memilih rute karena ada ganjil genap Jakarta
20 April 2026, 06:00 WIB
Mengawali pekan ini SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat, berikut adalah jadwal dan lokasinya
20 April 2026, 06:00 WIB
Di awal pekan kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
19 April 2026, 21:01 WIB
Sebanyak sembilan unit iCar V23 Pro Plus Collector Series sudah diserahkan kepada konsumen di Indonesia
19 April 2026, 13:00 WIB
BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia
19 April 2026, 11:05 WIB
Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter