Daftar 10 Tol Fungsional yang Beroperasi Saat Mudik Lebaran 2026
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Siap berlaku tahun ini, terdapat tiga cara bayar tol tanpa berhenti yang perlu diketahui pemilik kendaraan
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Meski telah cukup lama menjadi perbincangan, cara bayar tol non tunai tanpa sentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) telah disiapkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ).
Siap diluncurkan Juli 2022, Galuh Permana Waluyo, Kepala Subbidang Operasi dan Pemeliharaan I BPTJ menjelaskan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan bermotor roda empat.
“Memang ini membutuhkan sosialisasi cukup massif. Kemudian kami akan mencoba pilot project kuartal III tahun 2022, sehingga di Desember kita bisa implementasi MLFF dengan bertahap dan penuh pada September 2023,” kata
Dalam penjelasannya, Galuh menjelaskan, terdapat tiga cara pembayaran tol non tunai tanpa sentuh, yakni Electronic on board unit (E-OBU), On board unit (OBU), dan electronic route ticket.
Khusus E-OBU, pemilik kendaraan wajib memiliki aplikasi pada ponsel pintar. Aplikasi ini telah terintegrasi dengan sistem pembayaran di gerbang tol.
Bagi mereka yang hendak menggunakan cara ini wajib mendaftarkan kendaraan dan pengemudi dalam sistem.
Karena itu, pembayaran jenis ini cocok bagi mereka yang memiliki kendaraan pribadi dan jarang berganti penggunaan. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi MLFF yang telah diunduh terlebih dulu.
“Selanjutnya pembayaran menggunakan OBU pada kendaraan. Ini menggunakan alat dan harganya mahal. Masyarakat yang mau menggunakan ini harus membeli alatnya terlebih dulu," katanya.
Ketiga ialah menggunakan electronic route ticket atau tiket sekali jalan. Penggunaan pembayaran ini sangat cocok untuk pengemudi yang tak sering menggunakan jalan tol.
Penggunaan tol tanpa sentuh diharapkan mampu memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemudi. Tak hanya itu, pembayaran ini juga dinilai sebagai solusi mengurai kemacetan ketika berada di gerbang tol.
“Terdapat beberapa manfaat terkait pengadaan MLFF, yang pertama yakni menghilangkan kemacetan di gerbang tol, karena pengemudi tak perlu menghentikan kendaraan saat melakukan pembayaran. Kedua polusi dan emisi karbon berkurang karena gerbang tol menjadi area dengan emisi tinggi,” kata Galuh.
Galuh juga menjelaskan manfaat ketiga yakni pembayaran akan mendukung digitalisasi dengan membuka opsi seluruh instrumen pembayaran.
“Manfaat terakhir ialah efisiensi biaya operasional pengumpulan tol oleh BUTJ dengan jaminan tetap menerima 100 persen pendapatan tol, karena selama ini masing-masing badan pengelola jalan tol punya mekanisme pengumpulan tol sendiri, adanya sistem ini menjadi satu," tuturnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Februari 2026, 19:00 WIB
04 Januari 2026, 09:00 WIB
29 Desember 2025, 13:00 WIB
26 Desember 2025, 07:00 WIB
19 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia