Hyundai dan Shell Kembali Berkolaborasi Layani Konsumen
21 September 2026, 19:00 WIB
memilih oli mesin yang tepat dapat membuat kendaraan lebih awet digunakan sehari-hari hingga jangka waktu tertentu
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Memilih oli mesin perlu mendapat perhatian khusus khususnya bagi para pemilik kendaraan. Hal ini guna mendapatkan performa optimal pada mesin yang digunakan.
Tidak hanya harus sesuai, penggantian pelumas pada mesin kendaraan juga harus rutin. Dengan melakukan perawatan berkala, mesin akan lebih awet.
Oli mesin yang beredar di pasaran memiliki kode-kode tertentu. Kode tersebut memiliki pengertian berbeda-beda.
Sehingga pemilik kendaraan baik roda dua maupun empat patut mengetahui setiap tanda tersebut di atas.
Cara paling mudah mengetahui jenis oli bisa dilihat pada tutup pengisian oli pada kendaraan. Khususnya mobil biasanya pabrikan menempatkan jenis oli yang dibutuhkan.
Misalnya 5W-30 bisa ditemukan pada mobil-mobil keluaran baru. Namun sayangnya tidak banyak pemilik mobil mengetahui arti kode di atas.
Nyatanya salah memilih jenis oli bisa memberikan dampak pada mesin. Pada akhirnya mesin akan mengalami gejala tertentu ketika konsumen salah memilih oli.
Angka 15W-40 misalnya memiliki dua tingkat kekentalan oli dengan kode sebelumnya. Lalu tingkat keenceran maupun kekentalan pada umumnya dibarengi dengan huruf SAE.
SAE adalah standar kekentalan oli yang dibuat oleh The Society of Automotive Engineer.
“Oli dengan kode SAE 15W-40 memiliki arti bahwa tingkat keenceran pada oli tersebut memenuhi dua grade. SAE 15W untuk aplikasi suhu dingin/winter. Sementara SAE 40 pada aplikasi iklim tropis/panas,” kata Brahma Putra Mahayana, technical Specialist PT Pertamina Lubricants dalam siaran persnya (11/07).
Baca juga : Mengenal Perbedaan Oli Sintetis dan Mineral yang Bikin Mesin Awet
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa masyarakat Indonesia banyak salah paham dalam membaca kode pelumas. Diyakini oli SAE 15W-40 memiliki kekentalan 40 atau bisa dipakai pada suhu hingga minus 15 Celcius.
Padahal kondisi sebenarnya tidak seperti itu. Brahma menyarankan untuk melihat cara membaca kode pelumas pada internet yaitu dokumen SAE J300.
Kode ini dikatakan merupakan penanda standar kinerja pelumas yang dibuat American Petroleum Institute (API). API Service dapat digunakan untuk mengukur kemampuan oli dalam menahan gesekan dalam ruang bakar.
Mesin bensin dan diesel pada mobil sendiri memiliki kode API yang berbeda. Untuk mesin bensin memiliki kode huruf depan S dan diesel C.
“Semakin tinggi performa maka urutan hurufnya akan semakin tinggi. Kode pada 2 merek kemasan oli adalah API SH dan API SJ, sehingga bisa diketahui untuk mesin bensin,” lanjutnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 September 2026, 19:00 WIB
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
27 Juli 2025, 08:00 WIB
23 Mei 2025, 11:39 WIB
18 Mei 2025, 12:00 WIB
Terkini
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain