Cek Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini, Ada Demo di Monas dan Istana
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
Uji coba penambahan lajur di TB Simatupang bakal dievaluasi secara berkala oleh pemerintah DKI Jakarta
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI memastikan bakal mengevaluasi secara berkala terkait uji coba penggunaan tambahan satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 pada 15–19 September 2025. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.
Situasi di jalan tersebut memang sudah menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya masyarakat cukup terganggu akibat adanya program-program di kawasan itu.
"Hasil uji coba akan dievaluasi apakah memberikan dampak yang signifikan pada kelancaran lalu lintas," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, dilansir Antara.
Bila ternyata dampaknya tidak signifikan, maka rekayasa akan dihentikan. Adapun uji coba dilakukan pada lajur paling kiri dari Gerbang Tol Fatmawati tanpa dikenakan biaya bagi pengguna tol.
Namun masyarakat dari Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus juga tetap dapat menggunakan jalan eksisting.
Uji coba dilaksanakan pukul 17.00–20.00 WIB. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, volume kendaraan pada jam sibuk tersebut cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa kebijakan hanya berlaku untuk mobil.
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mengaku dalam melakukan rekayasa ini pihaknya harus bekerjasama dengan beberapa pihak.
"Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) untuk melakukan pengalihan arus, termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu.
"Prinsipnya adalah sudah mendapatkan izin untuk pengaturan di dalam dan di luar jalan tol sehingga dengan demikian, mudah-mudahan ini akan bisa mengurangi (kemacetan)," ujar Pramono.
Tak hanya itu, ia juga mengaku sudah melakukan pertemuan serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak lainnya, yakni PAM Jaya, Paljaya, Dinas Sumber Daya Air DKI, dan Dinas Bina Marga DKI. Harapannya agar pekerjaan bisa dipercepat.
"Saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua," ucap Pramono.
Lebih lanjut, dia mengatakan apabila pembangunan itu sudah selesai, maka persoalan kemacetan di kawasan juga terselesaikan.
Beragam upaya lain pun sudah dilakukan guna mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Termasuk juga menambah 14 unit armada Transjakarta agar masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Oktober 2026, 11:00 WIB
17 April 2026, 06:00 WIB
16 April 2026, 06:00 WIB
15 April 2026, 06:00 WIB
14 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
PT CSI mulai melakukan distribusi mobil listrik Chery Q, tuai respons positif sejak debutnya di GIIAS 2026
26 Oktober 2026, 15:00 WIB
Robot Humanoid AiMOGA teranyar yang dikembangkan anak perusahaan Chery Group ini memiliki banyak kemampuan
26 Oktober 2026, 14:15 WIB
Final Battle Honda Modif Contest 2026 menjadi acara yang paling mencuri perhatian di HBD Ambarawa, Jawa Tengah
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati