Ganjil Genap Jakarta 17 April 2026, Tetap Berjalan Meski ASN WFH
17 April 2026, 06:00 WIB
Uji coba penambahan lajur di TB Simatupang bakal dievaluasi secara berkala oleh pemerintah DKI Jakarta
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI memastikan bakal mengevaluasi secara berkala terkait uji coba penggunaan tambahan satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 pada 15–19 September 2025. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.
Situasi di jalan tersebut memang sudah menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya masyarakat cukup terganggu akibat adanya program-program di kawasan itu.
"Hasil uji coba akan dievaluasi apakah memberikan dampak yang signifikan pada kelancaran lalu lintas," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, dilansir Antara.
Bila ternyata dampaknya tidak signifikan, maka rekayasa akan dihentikan. Adapun uji coba dilakukan pada lajur paling kiri dari Gerbang Tol Fatmawati tanpa dikenakan biaya bagi pengguna tol.
Namun masyarakat dari Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus juga tetap dapat menggunakan jalan eksisting.
Uji coba dilaksanakan pukul 17.00–20.00 WIB. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, volume kendaraan pada jam sibuk tersebut cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa kebijakan hanya berlaku untuk mobil.
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mengaku dalam melakukan rekayasa ini pihaknya harus bekerjasama dengan beberapa pihak.
"Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) untuk melakukan pengalihan arus, termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu.
"Prinsipnya adalah sudah mendapatkan izin untuk pengaturan di dalam dan di luar jalan tol sehingga dengan demikian, mudah-mudahan ini akan bisa mengurangi (kemacetan)," ujar Pramono.
Tak hanya itu, ia juga mengaku sudah melakukan pertemuan serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak lainnya, yakni PAM Jaya, Paljaya, Dinas Sumber Daya Air DKI, dan Dinas Bina Marga DKI. Harapannya agar pekerjaan bisa dipercepat.
"Saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua," ucap Pramono.
Lebih lanjut, dia mengatakan apabila pembangunan itu sudah selesai, maka persoalan kemacetan di kawasan juga terselesaikan.
Beragam upaya lain pun sudah dilakukan guna mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Termasuk juga menambah 14 unit armada Transjakarta agar masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 April 2026, 06:00 WIB
16 April 2026, 06:00 WIB
15 April 2026, 06:00 WIB
14 April 2026, 06:00 WIB
13 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
02 Agustus 2026, 15:29 WIB
Memanfaatkan GIIAS 2026, Audi Indonesia Luncurkan A8L dan Q5 Sportback Midnight menyasar segmen premium
02 Agustus 2026, 14:00 WIB
Jajaran kendaraan Volvo Dipamerkan di GIIAS 2026 Mulai Dari Plug-in Hybrid, EV Hingga Mild Hybrid dan EX90
02 Agustus 2026, 13:00 WIB
Selain luncurkan Ora 5, GWM juga lengkapi jajaran SUV lewat Tank 300 Sand Beige dan Tank 500 Black Warrior
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
Buat kendaraan diesel, perawatan berkala berperan penting untuk membuat kinerja mesin optimal dan efisien
02 Agustus 2026, 10:42 WIB
Mini Indonesia coba menggoda para pencinta otomotif di GIIAS 2026 dengan menghadirkan dua seri terbatas
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pertamina menghadirkan berbagai kegiatan agar masyarakat mengenal ekosistem digital mereka di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 08:00 WIB
DFSK E5 Plus ditawarkan dengan harga lebih murah Rp 20 juta untuk pembelian selama pameran otomotif GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
Farizon Super Van diklaim mendapatkan sambutan positif, bahkan dipercaya jadi armada berbagai pelaku industri