Ganjil Genap Jakarta 21 Januari 2026, Simak Lokasinya
21 Januari 2026, 06:00 WIB
Uji coba penambahan lajur di TB Simatupang bakal dievaluasi secara berkala oleh pemerintah DKI Jakarta
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI memastikan bakal mengevaluasi secara berkala terkait uji coba penggunaan tambahan satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 pada 15–19 September 2025. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.
Situasi di jalan tersebut memang sudah menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya masyarakat cukup terganggu akibat adanya program-program di kawasan itu.
"Hasil uji coba akan dievaluasi apakah memberikan dampak yang signifikan pada kelancaran lalu lintas," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, dilansir Antara.
Bila ternyata dampaknya tidak signifikan, maka rekayasa akan dihentikan. Adapun uji coba dilakukan pada lajur paling kiri dari Gerbang Tol Fatmawati tanpa dikenakan biaya bagi pengguna tol.
Namun masyarakat dari Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus juga tetap dapat menggunakan jalan eksisting.
Uji coba dilaksanakan pukul 17.00–20.00 WIB. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, volume kendaraan pada jam sibuk tersebut cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa kebijakan hanya berlaku untuk mobil.
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mengaku dalam melakukan rekayasa ini pihaknya harus bekerjasama dengan beberapa pihak.
"Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) untuk melakukan pengalihan arus, termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu.
"Prinsipnya adalah sudah mendapatkan izin untuk pengaturan di dalam dan di luar jalan tol sehingga dengan demikian, mudah-mudahan ini akan bisa mengurangi (kemacetan)," ujar Pramono.
Tak hanya itu, ia juga mengaku sudah melakukan pertemuan serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak lainnya, yakni PAM Jaya, Paljaya, Dinas Sumber Daya Air DKI, dan Dinas Bina Marga DKI. Harapannya agar pekerjaan bisa dipercepat.
"Saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua," ucap Pramono.
Lebih lanjut, dia mengatakan apabila pembangunan itu sudah selesai, maka persoalan kemacetan di kawasan juga terselesaikan.
Beragam upaya lain pun sudah dilakukan guna mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Termasuk juga menambah 14 unit armada Transjakarta agar masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Januari 2026, 06:00 WIB
20 Januari 2026, 06:00 WIB
19 Januari 2026, 06:00 WIB
15 Januari 2026, 08:00 WIB
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Terkini
21 Januari 2026, 16:08 WIB
Yamaha Nmax maupun Xmax kini tampil beda setelah diberikan livery khusus, yakni 25 tahun Maxi yang sporty
21 Januari 2026, 15:00 WIB
Hampir dua tahun sejak peluncuran L8, Aletra akhirnya siap menghadirkan produk baru buat konsumen tahun ini
21 Januari 2026, 14:09 WIB
Mobil listrik terbaru Mitsubishi memiliki ukuran kompak dan bahasa desain baru pakai basis Foxtron Bria
21 Januari 2026, 13:34 WIB
Yamaha Tmax DX model 2026 hadir untuk menggoda para pencinta touring berkantong tebal yang ada di Indonesia
21 Januari 2026, 12:00 WIB
Lepas bakal fokus untuk meluncurkan SUV serta sedan di Indonesia dengan desain premium yang keunggulan tersendiri
21 Januari 2026, 11:00 WIB
Polytron menegaskan bakal meluncurkan mobil listrik baru di 2026 untuk memperkuat pasarnya di Tanah Air
21 Januari 2026, 10:23 WIB
Menurut Geely, jika mereka bisa membuat mobil listrik dengan nilai TKDN tinggi maka bisa membawa banyak dampak
21 Januari 2026, 09:00 WIB
Menurut Ducati, Desmo450 MX Factory terbuka digunakan untuk keperluan balap motocross di dalam negeri