Kepolisian Siapkan Strategi Baru Atasi Kemacetan Jakarta di 2026
02 Januari 2026, 08:00 WIB
Uji coba penambahan lajur di TB Simatupang bakal dievaluasi secara berkala oleh pemerintah DKI Jakarta
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah Provinsi DKI memastikan bakal mengevaluasi secara berkala terkait uji coba penggunaan tambahan satu lajur di Gerbang Tol Fatmawati 2 pada 15–19 September 2025. Kebijakan itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar Stasiun MRT Fatmawati dan Jalan TB Simatupang.
Situasi di jalan tersebut memang sudah menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya masyarakat cukup terganggu akibat adanya program-program di kawasan itu.
"Hasil uji coba akan dievaluasi apakah memberikan dampak yang signifikan pada kelancaran lalu lintas," ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, dilansir Antara.
Bila ternyata dampaknya tidak signifikan, maka rekayasa akan dihentikan. Adapun uji coba dilakukan pada lajur paling kiri dari Gerbang Tol Fatmawati tanpa dikenakan biaya bagi pengguna tol.
Namun masyarakat dari Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus juga tetap dapat menggunakan jalan eksisting.
Uji coba dilaksanakan pukul 17.00–20.00 WIB. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, volume kendaraan pada jam sibuk tersebut cukup tinggi. Namun perlu diingat bahwa kebijakan hanya berlaku untuk mobil.
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mengaku dalam melakukan rekayasa ini pihaknya harus bekerjasama dengan beberapa pihak.
"Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) untuk melakukan pengalihan arus, termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Minggu.
"Prinsipnya adalah sudah mendapatkan izin untuk pengaturan di dalam dan di luar jalan tol sehingga dengan demikian, mudah-mudahan ini akan bisa mengurangi (kemacetan)," ujar Pramono.
Tak hanya itu, ia juga mengaku sudah melakukan pertemuan serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak lainnya, yakni PAM Jaya, Paljaya, Dinas Sumber Daya Air DKI, dan Dinas Bina Marga DKI. Harapannya agar pekerjaan bisa dipercepat.
"Saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua," ucap Pramono.
Lebih lanjut, dia mengatakan apabila pembangunan itu sudah selesai, maka persoalan kemacetan di kawasan juga terselesaikan.
Beragam upaya lain pun sudah dilakukan guna mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Termasuk juga menambah 14 unit armada Transjakarta agar masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 08:00 WIB
02 Januari 2026, 06:00 WIB
31 Desember 2025, 09:00 WIB
31 Desember 2025, 08:00 WIB
31 Desember 2025, 06:00 WIB
Terkini
03 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Pajero generasi terbaru diyakini jadi bagian dari line up produk anyar pabrikan Jepang itu di 2026
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025