Transisi Elektrifikasi Jadi Sorotan IEE Series 2026
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
Alternatif bahan bakar ramah lingkungan untuk kendaraan tambang masih terbilang mahal dan punya kelemahan
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Ada beragam opsi tersedia untuk membantu mendukung komitmen pemerintah mewujudkan NZE atau net zero emission. Tidak hanya elektrifikasi, bahan bakar ramah lingkungan juga bisa dimanfaatkan.
Buat kendaraan penumpang yang masif digunakan memang sudah tersedia seperti Pertamax Green 95, dengan kandungan bioetanol 5 persen dan RON 95.
Sementara untuk kendaraan tambang masih terbilang sulit diwujudkan baik untuk transisi elektrifikasi maupun penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Karena ternyata harga lebih mahal dan ada kelemahan tersendiri.
Hal ini sebelumnya disampaikan oleh Bambang Tjahjono, Executive Director ASPINDO (Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia) dalam seminar ABB Mining Talk, Kamis (14/9).
“Di Indonesia yang banyak dipakai adalah biofuel dari sawit. Tetapi FAME (Fatty Acid Methyl Ester) punya kelemahan,” ucap Bambang.
FAME disebut menghasilkan tenaga lebih rendah sehingga kendaraan jadi lebih boros, bersifat hygroscopic (mudah menyerap air dari udara bebas), oksidasi dan korosif.
Menurut Bambang hal tersebut bisa diatasi dengan produk sawit HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) namun penggunaannya masih menunggu arahan dari pemerintah mengingat harga HVO mahal.
“Tetap alternatif pasti dipakai oleh pemerintah, karena dalam waktu dekat yang namanya fossil fuel itu harus diganti,” ujar dia.
Ia menegaskan perlu ada langkah bertahap karena menggunakan kendaraan bertenaga listrik untuk keperluan tambang bukan hal sederhana. Ukuran jauh lebih besar dan medan dilalui juga lebih ekstrem.
Untuk mensiasati hal tersebut Bambang mengatakan penggunaan EV di industri pertambangan dimulai dari peralatan ukuran kecil terlebih dulu.
“Seperti saya bilang tadi equipment berukuran kecil dulu perlahan ke medium. Tapi untuk ukuran besar masih jadi masalah,” ujar Bambang.
Untuk jangka panjang kombinasi antara elektrifikasi dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan bisa jadi alternatif yang baik untuk ikut ambil bagian mengikuti komitmen NZE.
“Tidak bisa bilang (target elektrifikasi kendaraan tambang) karena tergantung teknologi bisa 5-10 tahun, itu semua tergantung seberapa cepat kemajuan teknologi dan bagaimana efisiensi dari baterai,” ucapnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 11:00 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
25 Mei 2026, 09:00 WIB
06 Mei 2026, 11:35 WIB
19 Februari 2026, 10:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 23:38 WIB
Dengan pengalaman selama tiga dekade, Suzuki memberikan tampilan baru salah satu diler mereka di Pulo Gadung
27 September 2026, 22:55 WIB
Meskipun terlahir dengan DNA yang sama yakni SUV tangguh, namun kedua kendaraan memiliki karakter berbeda
27 September 2026, 21:23 WIB
SUV legendaris Mitsubishi yakni All-new Pajero kembali hadir, mobil ini mendapat respon baik di Indonesia
27 September 2026, 20:20 WIB
Pada bulan ini harga motor matic 150 cc tidak mengalami kenaikan, jadi kesempatan buat Anda membeli kendaraan
27 September 2026, 19:45 WIB
Kontes modifikasi Customaxi 2026 Yamaha digelar di Bandung, Jawa Barat karena memiliki daya tarik tersendiri
27 September 2026, 17:50 WIB
Sebanyak 1.000 unit iCar V23 yang terpesan terkirim ke tangan konsumen di Indonesia, jadi pencapaian baru
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty