Truk Tambang Belum Sanggup Pakai Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Alternatif bahan bakar ramah lingkungan untuk kendaraan tambang masih terbilang mahal dan punya kelemahan

Truk Tambang Belum Sanggup Pakai Bahan Bakar Ramah Lingkungan

TRENOTO – Ada beragam opsi tersedia untuk membantu mendukung komitmen pemerintah mewujudkan NZE atau net zero emission. Tidak hanya elektrifikasi, bahan bakar ramah lingkungan juga bisa dimanfaatkan.

Buat kendaraan penumpang yang masif digunakan memang sudah tersedia seperti Pertamax Green 95, dengan kandungan bioetanol 5 persen dan RON 95.

Sementara untuk kendaraan tambang masih terbilang sulit diwujudkan baik untuk transisi elektrifikasi maupun penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Karena ternyata harga lebih mahal dan ada kelemahan tersendiri.

Hal ini sebelumnya disampaikan oleh Bambang Tjahjono, Executive Director ASPINDO (Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia) dalam seminar ABB Mining Talk, Kamis (14/9).

ASPINDO Sebut Transisi Elektrifikasi Kendaraan Tambang Butuh Waktu
Photo : ABB

“Di Indonesia yang banyak dipakai adalah biofuel dari sawit. Tetapi FAME (Fatty Acid Methyl Ester) punya kelemahan,” ucap Bambang.

FAME disebut menghasilkan tenaga lebih rendah sehingga kendaraan jadi lebih boros, bersifat hygroscopic (mudah menyerap air dari udara bebas), oksidasi dan korosif.

Menurut Bambang hal tersebut bisa diatasi dengan produk sawit HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) namun penggunaannya masih menunggu arahan dari pemerintah mengingat harga HVO mahal.

“Tetap alternatif pasti dipakai oleh pemerintah, karena dalam waktu dekat yang namanya fossil fuel itu harus diganti,” ujar dia.

Elektrifikasi Kendaraan Tambang

Ia menegaskan perlu ada langkah bertahap karena menggunakan kendaraan bertenaga listrik untuk keperluan tambang bukan hal sederhana. Ukuran jauh lebih besar dan medan dilalui juga lebih ekstrem.

Untuk mensiasati hal tersebut Bambang mengatakan penggunaan EV di industri pertambangan dimulai dari peralatan ukuran kecil terlebih dulu.

“Seperti saya bilang tadi equipment berukuran kecil dulu perlahan ke medium. Tapi untuk ukuran besar masih jadi masalah,” ujar Bambang.

Daimler Perkenalkan Truk Tambang Baru Actros dan Axor
Photo : TrenOto

Untuk jangka panjang kombinasi antara elektrifikasi dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan bisa jadi alternatif yang baik untuk ikut ambil bagian mengikuti komitmen NZE.

“Tidak bisa bilang (target elektrifikasi kendaraan tambang) karena tergantung teknologi bisa 5-10 tahun, itu semua tergantung seberapa cepat kemajuan teknologi dan bagaimana efisiensi dari baterai,” ucapnya.


Terkini

mobil
Denza B5

Denza B5 Jadi SUV Offroad Premium, Siap Goda Konsumen

Kehadiran Denza B5 langsung mencuri perhatian banyak pihak, pencinta otomotif penasaran dengan produk tersebut

mobil
UFilm

UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5

Jaecoo J5 EV yang ramai dipesan oleh masyarakat Indonesia telah menunjuk UFilm sebagai pemasok kaca film resmi

mobil
Jetour

Terbongkar Penyebab Kebakaran Jetour T2 di Tol Jagorawi

Jetour menggandeng beberapa pihak dalam melakukan investigasi terbakarnya T2, seperti Kemenhub dan KNKT

mobil
BYD

BYD Berhasil Mendorong Penjualan Mobil Listrik Nasional

BYD berhasil dorong penjualan mobil listrik nasional dengan mencatatkan angka penjualan sebesar 54.000 unit di 2025

otosport
F4 Indonesia

Alasan Mobil Balap F4 Indonesia Mejeng di IIMS 2026

F4 Indonesia siap digelar pada ajang Mandalika Festival of Speed di pertengahan 2026 dengan dua konsep balap

mobil
Denza

Lini Premium Denza Goda Masyarakat Tanah Air

Denza memboyong MPV mewah D9 dan memperkenalkan produk SUV baru, Denza B5 di pameran BCA Expoversary 2026

news
Bridgestone

Sambut Musim Mudik, Bridgestone Gelar Promo Ciamik di IIMS 2026

Bridgestone tidak hanya sekadar memamerkan produk-produk unggulannya pada pameran otomotif tahunan IIMS 2026

mobil
BYD

Keunggulan Mobil BYD di Indonesia

BYD telah hadir di Indonesia dengan membawa sejumlah model yang memiliki keunggulannya masing-masing