Tianneng Resmikan Pangkalan Produksi Strategis di Jawa Timur
25 Juni 2026, 20:58 WIB
BYD jadi manufaktur otomotif dengan jumlah ekspor terbanyak ke dua di Tiongkok, berada tepat setelah Chery
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD gencar melakukan ekspor lini elektrifikasi ke berbagai negara sepanjang 2025. Popularitasnya di pasar global membuat angka ekspor manufaktur ini naik pesat.
Dilansir dari Carnewschina, pada November 2025 ekspor BYD mencapai 128.067 unit atau naik 313,4 persen secara year-on-year.
Sementara jika dihitung secara kumulatif di periode Januari sampai November 2025, ekspor BYD tembus angka 878.498 unit.
Capaian tersebut naik 144 persen apabila dibandingkan dengan total ekspor BYD di periode yang sama tahun lalu.
Pada November 2025, Chery masih memimpin sebagai merek dengan ekspor terbanyak yakni 135.190 unit. Tetapi BYD perlahan mengejar dan mempertahankan posisinya di peringkat kedua.
Kenaikan pesat ekspor BYD terjadi berkat gencarnya penetrasi mereka di berbagai negara. Penjualan lini elektrifikasi BYD disebut dominan di sejumlah negara seperti Brazil, Turki, Italia, Spanyol, Hungaria dan Kroasia.
Sementara di Singapura, BYD telah mendapatkan predikat sebagai merek otomotif dengan penjualan terlaris.
Per Desember 2025, BYD telah mengekspor mobil listrik maupun hybrid ke 119 negara yang berbeda.
BYD juga berhasil membalap penjualan Tesla di sejumlah pasar otomotif potensial, baik di wilayah Eropa maupun Asia Tenggara.
Di Indonesia sendiri, dominasi BYD bertahan berkat perkenalan produk-produk baru secara berkala.
Diawali dengan Dolphin, Atto 3 dan Seal, BYD memperluas portofolionya dengan masuk ke segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) melalui M6.
Kemudian Sport Utility Vehicle (SUV) Sealion 7 hadir, diakhiri BYD Atto 1 di penghujung tahun, tepatnya pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025.
BYD Atto 1 mendominasi penjualan mobil listrik berkat harganya yang kompetitif, mulai dari Rp 199 jutaan untuk tipe terendahnya.
Patut diketahui bahwa seluruh unit dijual BYD di Indonesia masih berstatus Completely Built Up alias impor utuh.
Harganya bersaing karena memanfaatkan insentif mobil listrik impor. Mulai 2026, BYD wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah kendaraan yang telah diimpor dan terjual di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
24 Juni 2026, 23:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
25 Juni 2026, 20:58 WIB
Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya
25 Juni 2026, 06:00 WIB
Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi
24 Juni 2026, 23:00 WIB
Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026
24 Juni 2026, 21:00 WIB
Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia