Tren Mobil Listrik di Indonesia, Terus Berkembang sejak 2020
16 Januari 2026, 17:00 WIB
BYD jadi manufaktur otomotif dengan jumlah ekspor terbanyak ke dua di Tiongkok, berada tepat setelah Chery
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD gencar melakukan ekspor lini elektrifikasi ke berbagai negara sepanjang 2025. Popularitasnya di pasar global membuat angka ekspor manufaktur ini naik pesat.
Dilansir dari Carnewschina, pada November 2025 ekspor BYD mencapai 128.067 unit atau naik 313,4 persen secara year-on-year.
Sementara jika dihitung secara kumulatif di periode Januari sampai November 2025, ekspor BYD tembus angka 878.498 unit.
Capaian tersebut naik 144 persen apabila dibandingkan dengan total ekspor BYD di periode yang sama tahun lalu.
Pada November 2025, Chery masih memimpin sebagai merek dengan ekspor terbanyak yakni 135.190 unit. Tetapi BYD perlahan mengejar dan mempertahankan posisinya di peringkat kedua.
Kenaikan pesat ekspor BYD terjadi berkat gencarnya penetrasi mereka di berbagai negara. Penjualan lini elektrifikasi BYD disebut dominan di sejumlah negara seperti Brazil, Turki, Italia, Spanyol, Hungaria dan Kroasia.
Sementara di Singapura, BYD telah mendapatkan predikat sebagai merek otomotif dengan penjualan terlaris.
Per Desember 2025, BYD telah mengekspor mobil listrik maupun hybrid ke 119 negara yang berbeda.
BYD juga berhasil membalap penjualan Tesla di sejumlah pasar otomotif potensial, baik di wilayah Eropa maupun Asia Tenggara.
Di Indonesia sendiri, dominasi BYD bertahan berkat perkenalan produk-produk baru secara berkala.
Diawali dengan Dolphin, Atto 3 dan Seal, BYD memperluas portofolionya dengan masuk ke segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) melalui M6.
Kemudian Sport Utility Vehicle (SUV) Sealion 7 hadir, diakhiri BYD Atto 1 di penghujung tahun, tepatnya pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025.
BYD Atto 1 mendominasi penjualan mobil listrik berkat harganya yang kompetitif, mulai dari Rp 199 jutaan untuk tipe terendahnya.
Patut diketahui bahwa seluruh unit dijual BYD di Indonesia masih berstatus Completely Built Up alias impor utuh.
Harganya bersaing karena memanfaatkan insentif mobil listrik impor. Mulai 2026, BYD wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah kendaraan yang telah diimpor dan terjual di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 06:24 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
15 Januari 2026, 14:00 WIB
15 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Wholesales mobil listrik di RI terus mengalami perkembangan sejak 2020, naik signifikan berkat mobil Cina
16 Januari 2026, 15:00 WIB
Berikut KatadataOTO merangkum daftar biaya pembuatan pelat nomor cantik tahun ini, harga mulai Rp 5 jutaan
16 Januari 2026, 14:00 WIB
Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu saat libur Isra Miraj, wajib mengetahui jadwal ganjil genap Puncak
16 Januari 2026, 13:00 WIB
Honda menegaskan menjaga stok di pasar agar tidak berlebihan di 2025 sehingga membuat wholesales turun tajam
16 Januari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Honda 2025 mengalami penurunan yang cukup dampak dari beragam faktor termasuk lemahnya pasar otomotif
16 Januari 2026, 09:00 WIB
Hyundai menjadi sponsor utama dalam kompetisi ASEAN CUP yang diselenggarakan mulai Juni 2026 mendatang
16 Januari 2026, 07:00 WIB
Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin