Penerimaan Mobil Listrik dan Hybrid di RI Kian Positif di 2026
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
BYD jadi manufaktur otomotif dengan jumlah ekspor terbanyak ke dua di Tiongkok, berada tepat setelah Chery
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – BYD gencar melakukan ekspor lini elektrifikasi ke berbagai negara sepanjang 2025. Popularitasnya di pasar global membuat angka ekspor manufaktur ini naik pesat.
Dilansir dari Carnewschina, pada November 2025 ekspor BYD mencapai 128.067 unit atau naik 313,4 persen secara year-on-year.
Sementara jika dihitung secara kumulatif di periode Januari sampai November 2025, ekspor BYD tembus angka 878.498 unit.
Capaian tersebut naik 144 persen apabila dibandingkan dengan total ekspor BYD di periode yang sama tahun lalu.
Pada November 2025, Chery masih memimpin sebagai merek dengan ekspor terbanyak yakni 135.190 unit. Tetapi BYD perlahan mengejar dan mempertahankan posisinya di peringkat kedua.
Kenaikan pesat ekspor BYD terjadi berkat gencarnya penetrasi mereka di berbagai negara. Penjualan lini elektrifikasi BYD disebut dominan di sejumlah negara seperti Brazil, Turki, Italia, Spanyol, Hungaria dan Kroasia.
Sementara di Singapura, BYD telah mendapatkan predikat sebagai merek otomotif dengan penjualan terlaris.
Per Desember 2025, BYD telah mengekspor mobil listrik maupun hybrid ke 119 negara yang berbeda.
BYD juga berhasil membalap penjualan Tesla di sejumlah pasar otomotif potensial, baik di wilayah Eropa maupun Asia Tenggara.
Di Indonesia sendiri, dominasi BYD bertahan berkat perkenalan produk-produk baru secara berkala.
Diawali dengan Dolphin, Atto 3 dan Seal, BYD memperluas portofolionya dengan masuk ke segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) melalui M6.
Kemudian Sport Utility Vehicle (SUV) Sealion 7 hadir, diakhiri BYD Atto 1 di penghujung tahun, tepatnya pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025.
BYD Atto 1 mendominasi penjualan mobil listrik berkat harganya yang kompetitif, mulai dari Rp 199 jutaan untuk tipe terendahnya.
Patut diketahui bahwa seluruh unit dijual BYD di Indonesia masih berstatus Completely Built Up alias impor utuh.
Harganya bersaing karena memanfaatkan insentif mobil listrik impor. Mulai 2026, BYD wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah kendaraan yang telah diimpor dan terjual di dalam negeri.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengunjungi booth Jetour di GIIAS 2026 untuk melihat berbagai inovasi
09 Agustus 2026, 16:33 WIB
Pameran otomotif GIIAS 2026 berhasil menarik perhatian dengan kehadiran sejumlah model dan merek baru
09 Agustus 2026, 13:55 WIB
Suzuki Jimny 5-Door kini mulai diminati konsumen perempuan karena bisa menambah rasa percaya diri di perjalanan