Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Menurut Toyota, elektrifikasi total bisa membuat jutaan pekerja pabrik dan pemasok kehilangan pekerjaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Era elektrifikasi ditandai dengan banyaknya manufaktur mulai memperkenalkan lini mobil listrik ke konsumen. Beberapa bahkan berkomitmen untuk elektrifikasi total dalam waktu beberapa tahun.
Artinya mereka tidak lagi menjual mobil konvensional di masa mendatang. Tetapi fokus menawarkan mobil ramah lingkungan seperti BEV (Battery Electric Vehicle).
Beberapa pihak beranggapan hal ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi banyak masyarakat. Namun Toyota memiliki pendapat sebaliknya.
“Ada 5,5 juta orang terlibat dalam industri otomotif di Jepang. Banyak dari antara mereka sudah biasa mengerjakan (pekerjaan terkait dengan) mesin dalam waktu yang lama,” kata Akio Toyoda, Chairman Toyota Motor Corporation dikutip dari Reuters, Sabtu (12/10).
Masih sama seperti yang kerap ia sampaikan di berbagai kesempatan, menurut dia mobil listrik hanya akan menyumbang total 30 persen penjualan mobil secara global. Sisanya dibantu oleh mobil hybrid dan FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle).
“Kalau mobil listrik jadi satu-satunya pilihan konsumen, pekerjaan orang-orang dan pemasok kami juga bakal hilang,” lanjut Toyoda.
Sehingga ia menegaskan Toyota masih akan memegang prinsip Multi Pathway di era elektrifikasi. Artinya tidak hanya fokus pada mobil listrik saja tetapi berbagai alternatif ramah lingkungan lainnya seperti mobil hybrid.
Toyota di Indonesia juga tampaknya mengikuti prinsipal dan tidak langsung terjun ke mobil listrik. Hingga saat ini mereka baru punya satu model BEV (Battery Electric Vehicle) yaitu bZ4X, dilego Rp 1,19 miliar OTR (On The Road) Jakarta.
Sementara model ramah lingkungan lain didominasi hybrid di berbagai segmen. Seperti Alphard dan Vellfire HEV mengisi ceruk MPV mewah, lalu pilihan MPV dengan banderol lebih kompetitif yaitu Kijang Innova Zenix Hybrid.
Sayangnya mobil hybrid di Indonesia memang tidak mendapatkan keringanan atau relaksasi pajak dari pemerintah seperti mobil listrik murni alias BEV. Tetapi regulasi ini masih dinanti oleh sejumlah pabrikan.
“Berilah insentif kepada produk-produk yang bisa mengurangi emisi. Kedua untuk mobil memang sudah diproduksi di dalam negeri, bukan impor,” kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM (Toyota Astra Motor) beberapa waktu lalu.
Merek Tiongkok GWM (Great Wall Motor) yang sekarang pilih jual mobil hybrid di RI juga berpendapat senada.
“Perlu dong (subsidi mobil hybrid), kami coba ajukan lagi ya setelah kemarin sempat ditolak,” kata Lisa Wijaya, Sales & Network Director GWM Indonesia di Jakarta Timur belum lama ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda