Tarif Resiprokal Jadi Pedang Bermata Dua buat AS, Ini Dampaknya

Tarif resiprokal yang diterapkan oleh presiden AS juga dapat berdampak buruk buat industri otomotif lokal

Tarif Resiprokal Jadi Pedang Bermata Dua buat AS, Ini Dampaknya
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Belum lama ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif resiprokal untuk sejumlah negara termasuk Indonesia.

Penerapan tarif resiprokal berarti AS menetapkan tarif impor barang dari negara lain sama seperti yang dikenakan negara tersebut kepada AS terhadap barang ekspornya.

Menurut Donald Trump, AS telah banyak mengalami kerugian yang disebabkan oleh timbal balik tidak setimpal terkait tarif impor.

Namun di sisi lain, industri otomotif AS sebenarnya berpeluang dirugikan oleh kebijakan tersebut.

Tarif Resiprokal
Photo : Ford

Presiden AS memang mengungkapkan, mobil dan truk rakitan dalam negeri tidak akan dikenakan tarif. Hanya saja, tidak ada kendaraan yang benar-benar buatan lokal.

Untuk diketahui, besaran tarif kendaraan impor dikenakan sebesar 25 persen. Meskipun banyak kendaraan dirakit di AS, ribuan komponen pada mobil dan truk tersebut disuplai dari berbagai negara lain.

Bahkan tidak jarang komponen-komponen tersebut harus melewati perbatasan berkali-kali, membuatnya nanti kemungkinan besar dikenakan tarif baru itu.

Imbasnya, konsumen pada akhirnya harus menanggung beban itu. Sebab pengenaan tarif menyebabkan biaya produksi serta harga jual kendaraan semakin tinggi.


Terkini

motor
Motor Baru

IDRS Tawarkan Program Pengujian Motor Baru Pakai Standar PBB

IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air

mobil
Lynk & Co

Geely Buka Peluang Bawa Lynk & Co ke Indonesia

Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia

mobil
Toyota

Setelah Lombok, Toyota Perkuat Pendidikan Vokasi di Bali

Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil

mobil
Penjualan Mobil Baru

Kemenperin Yakin Penjualan Mobil 2026 Tembus 1 Juta Unit

Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026

mobil
Giti

Giti Xcursion RT Dikenalkan, Ban Berkemampuan Hybrid

Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia

mobil
DFSK E5 Plus PHEV

DFSK E5 Plus Diklaim Tawarkan Teknologi PHEV Lebih Baik

SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan

mobil
Daihatsu Rocky Hybrid

Fitur Unggulan Daihatsu Rocky Hybrid, Bikin Nyaman di Perkotaan

Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda

motor
astra honda motor technical skill contest

Honda Asah Kompetensi Teknisi AHASS, Bikin Jadi Naik Kelas

Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia