Amerika Kian Lantang Tolak Mobil Listrik Cina, Tutup Semua Akses
04 April 2026, 09:00 WIB
Shell masih pede jual bensin, dianggap masih tetap menguntungkan walaupun di tengah gempuran elektrifikasi
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – PT Shell Indonesia tengah menggencarkan program kemitraan untuk menjangkau wilayah-wilayah Tanah Air selain kota-kota besar. Memasuki era elektrifikasi SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum) jadi sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.
Namun belum semua SPBU Shell saat ini sudah dilengkapi fasilitas tersebut. Meski di beberapa SPBU terbatas dan destination seperti area mall sudah ada stasiun pengisian yang didirikan oleh Shell.
Belum ada SPBU kemitraan yang saat ini dilengkapi SPKLU. Menanggapi hal tersebut, Agung Saputra selaku Head of Dealer Owned Network PT Shell Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya tengah bersiap ke arah ekosistem kendaraan listrik sesuai dengan komitmen Shell Global.
Para mitra saat ini juga meyakini ke depannya SPBU masih akan tetap eksis mengingat banyaknya jumlah kendaraan konvensional di Indonesia saat ini.
“Kami melihat bahwa era itu (elektrifikasi) akan hadir. Perusahaan Shell juga sudah punya SPKLU, ada yang di SPBU maupun destination area mall,” tegas Agung saat acara Halal Bihalal Shell Indonesia 2023 di Jakarta, Selasa (16/5).
Hingga saat ini total SPKLU dari Shell ada 9 titik. Tiga di antaranya terletak di SPBU, sementara enam lainnya ditempatkan di pusat perbelanjaan.
Hal ini juga menjadi bagian dari strategi Shell secara global untuk mendukung operasional kendaraan listrik. Namun saat ini mayoritas memang masih ada di kawasan Eropa dan Amerika Serikat.
Untuk itu pihaknya saat ini belum menentukan target jumlah SPKLU. Shell tengah melihat terlebih dahulu perkembangan mobil listrik di dalam negeri.
Ia juga mengungkapkan ke depannya para mitra juga bisa membuka stasiun pengisian sendiri di SPBU-nya. Shell masih pede jual bensin meski industri otomotif mulai mengarah ke kendaraan listrik.
“Kalau dari pihak mitra ada ketertarikan (mendirikan SPKLU) tidak menutup kemungkinan. Dicari formatnya seperti apa yang cocok,” ujar Agung.
Iskandar Simarmata, mitra SPBU Shell sejak 2016 juga mengatakan bahwa ia masih optimis terhadap prospek SPBU ke depannya.
“Kami akan coba pelajari dulu SPKLU. Karena menurut kami ada peluang bisnisnya di sana,” ucap Iskandar dalam kesempatan yang sama.
Saat ini ia sudah mengoperasikan lima SPBU Shell, baik konvensional maupun modular termasuk di wilayah lapis dua atau di luar kota-kota besar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
04 April 2026, 09:00 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
02 April 2026, 13:00 WIB
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
05 April 2026, 15:25 WIB
Pasar mobil Australia mulai didominasi mobil Cina, BYD menjadi salah satu yang paling banyak berkontribusi
04 April 2026, 09:00 WIB
Seorang senator di Amerika bakal mengajukan rancangan undang-undang untuk menolak mobil listrik Cina
04 April 2026, 07:38 WIB
Warna baru Honda Stylo 160 yakni Burgundy tampil mewah, ada sejumlah pembaruan pada bagian desain bodi
03 April 2026, 18:43 WIB
Yamaha Gear Ultima kini hadir dalam tiga varian di Indonesia, telah dilengkapi dengan Smart Key System
03 April 2026, 15:39 WIB
Kondisi tol Trans Jawa yang baik diklaim telah menjadi salah satu faktor lancarnya arus mudik Lebaran 2026
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu