Lesehan Enduro Pertamina Kembali Manjakan Pemudik di Lebaran 2026
15 Maret 2026, 13:00 WIB
Demi mengatasi kelangkaan, Bahlil menyebut Shell dan BP AKR setuju membeli kuota BBM tambahan lewat Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Shell dan BP AKR belum juga selesai. Namun kondisi ini sudah memasuki babak baru.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta di atas, disebut-sebut setuju membeli stok BBM tambahan dengan skema impor melalui Pertamina.
"Mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli, berkolaborasi dengan Pertamina," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Antara, Jumat (19/09).
Bahlil mengatakan kalau Shell, BP AKR, Vivo sampai Exxon Mobil mengajukan sejumlah syarat saat menyetujui kuota impor BBM tambahan lewat Pertamina.
Seperti contoh bahan bakar yang dibeli merupakan BBM murni atau fuel base. Sehingga mereka bisa melakukan pencampuran secara mandiri.
Syarat selanjutnya adalah, Shell hingga BP AKR mengajukan survei bersama pembelian stok BBM.
Selain itu Shell maupun BP AKR minta adanya transparansi harga pembelian bahan bakar yang mereka dapatkan.
"Kita ingin swasta maupun Pertamina harus sama-sama cengli (untung), harus semua terbuka dan sudah setuju juga terjadi open book," Bahlil menambahkan.
Bahlil Lahadalia menyampaikan stok impor BBM tambahan paling lambat masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tujuh hari.
Sementara volume BBM yang didapat masing-masing SPBU akan dibahas lebih lanjut dalam rapat teknis.
Patut diketahui, pemerintah sudah memberikan kuota impor tambahan sebesar 10 persen ke Shell sampai BP AKR di awal 2025.
Akan tetapi kuota yang mereka dapatkan menipis, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan para konsumen.
Otomatis kelangkaan BBM yang sudah terjadi sejak Agustus 2025 tidak bisa terhindarkan lagi.
Untuk menyiasati kondisi itu, pemerintah meminta Shell maupun BP AKR melakukan kolaborasi dengan Pertamina .
Bahlil beralasan BBM merupakan cabang industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Lalu dibutuhkan peran negara dalam pengaturannya.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Namun BP AKR sempat menolak usulan tersebut. Mereka menilai setiap produk memiliki kandungan aditif berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
"Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” kata Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara beberapa waktu lalu
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Maret 2026, 13:00 WIB
05 Maret 2026, 10:00 WIB
04 Maret 2026, 15:00 WIB
01 Maret 2026, 18:00 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
Terkini
30 Maret 2026, 03:55 WIB
Marco Bezzecchi memenangkan MotoGP Amerika 2026 ditemani rekan segarasinya, Jorge Martin di urutan kedua
29 Maret 2026, 16:08 WIB
Mobil listrik Denza Z bakal mengisi kelas yang sama dengan Porsche 911, gandeng Daniel Craig untuk promosinya
29 Maret 2026, 11:44 WIB
Kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 diklaim mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya
29 Maret 2026, 04:07 WIB
Jorge Martin sukses menundukkan Francesco Bagnaia pada lap terakhir sprint race MotoGP Amerika 2026 di COTA
28 Maret 2026, 13:00 WIB
Geely berhasil mencatat angka penjualan yang tinggi di awal 2026 berkat kedua modelnya yaitu EX5 dan EX2
28 Maret 2026, 11:00 WIB
Penjualan mobil di RI menorehkan capaian positif, tetapi masih banyak tantangan perlu dihadapi tahun ini
28 Maret 2026, 07:33 WIB
Pada akhir Maret 2026 beberapa harga motor bebek cukup stabil, hanya TVS yang melakukan penyesuaian banderol
27 Maret 2026, 20:00 WIB
Nio Firefly akan mengisi kelas yang sama dengan salah satu calon mobil listrik baru di RI, Honda Super One