Daftar Lengkap Harga BBM September 2026 Usai Pertamax Green Naik
02 September 2026, 19:52 WIB
Demi mengatasi kelangkaan, Bahlil menyebut Shell dan BP AKR setuju membeli kuota BBM tambahan lewat Pertamina
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Shell dan BP AKR belum juga selesai. Namun kondisi ini sudah memasuki babak baru.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta di atas, disebut-sebut setuju membeli stok BBM tambahan dengan skema impor melalui Pertamina.
"Mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli, berkolaborasi dengan Pertamina," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Antara, Jumat (19/09).
Bahlil mengatakan kalau Shell, BP AKR, Vivo sampai Exxon Mobil mengajukan sejumlah syarat saat menyetujui kuota impor BBM tambahan lewat Pertamina.
Seperti contoh bahan bakar yang dibeli merupakan BBM murni atau fuel base. Sehingga mereka bisa melakukan pencampuran secara mandiri.
Syarat selanjutnya adalah, Shell hingga BP AKR mengajukan survei bersama pembelian stok BBM.
Selain itu Shell maupun BP AKR minta adanya transparansi harga pembelian bahan bakar yang mereka dapatkan.
"Kita ingin swasta maupun Pertamina harus sama-sama cengli (untung), harus semua terbuka dan sudah setuju juga terjadi open book," Bahlil menambahkan.
Bahlil Lahadalia menyampaikan stok impor BBM tambahan paling lambat masuk ke Indonesia dalam kurun waktu tujuh hari.
Sementara volume BBM yang didapat masing-masing SPBU akan dibahas lebih lanjut dalam rapat teknis.
Patut diketahui, pemerintah sudah memberikan kuota impor tambahan sebesar 10 persen ke Shell sampai BP AKR di awal 2025.
Akan tetapi kuota yang mereka dapatkan menipis, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan para konsumen.
Otomatis kelangkaan BBM yang sudah terjadi sejak Agustus 2025 tidak bisa terhindarkan lagi.
Untuk menyiasati kondisi itu, pemerintah meminta Shell maupun BP AKR melakukan kolaborasi dengan Pertamina .
Bahlil beralasan BBM merupakan cabang industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Lalu dibutuhkan peran negara dalam pengaturannya.
Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Namun BP AKR sempat menolak usulan tersebut. Mereka menilai setiap produk memiliki kandungan aditif berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
"Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” kata Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara beberapa waktu lalu
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
02 Agustus 2026, 12:27 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan