Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
PLN tengah menggodok rencana mengubah tiang listrik jadi charging station agar bisa digunakan masyarakat bebas
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – PT PLN (Persero) terus mendorong pembangunan ekosistem kendaraan elektrik. Salah satunya dengan mengubah tiang listrik jadi charging station atau tempat pengisian daya.
Seperti yang dikatakan oleh Darmawan Prasodjo dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) Panja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Rabu (12/7). Dia menuturkan kalau opsi tersebut sangat memungkinkan terjadi.
Sebab tiang listrik memiliki sumber daya dan telah tersebar luas di Indonesia. Nantinya tinggal ditambah suatu komponen khusus selayaknya SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
“Kami tengah mempertimbangkan agar tiang listrik di pinggir jalan bisa digunakan sebagai publik charging. Misalnya nanti ditambah kabel,” ujar Darmawan.
Lebih jauh dia menuturkan kalau langkah tersebut sebagai salah satu upaya PLN dalam mendukung program percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Tanah Air.
Apalagi perusahaannya telah membangun SPKLU sebanyak 600 unit di berbagai wilayah. Sehingga menyulap tiang listrik jadi charging station bisa lebih membantu.
“Kita berencana membangun strategi franchise, karena kami mengakui tidak punya tempat parkir yang strategis seperti Starbuck, McDonald, KFC, BRI, BNI, Mandiri, Bank-Bank Swasta dan perkantoran serta Mall," katanya.
Darmawan juga menjelaskan kalau transisi dari kendaraan konvensional menuju motor maupun mobil listrik bakal memberikan keuntungan yang besar dari sisi ekonomi. Sehingga pemerintah bisa memanfaatkannya.
“Dengan asumsi tarif listrik sebesar Rp1.699 per kWh hanya diperlukan sekitar Rp2.500 untuk sepeda motor setrum menempuh jarak 50 km. Sedangkan jika menggunakan BBM harus menghabiskan sekitar Rp14 ribu guna menempuh jarak yang sama," pungkas Darmawan.
Sebelumnya PLN juga melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan tiga pabrikan. Mulai dari Gesits, Volta serta Alva buat standarisasi baterai motor listrik.
Nantinya perusahaan milik negara bakal menyuplai daya maupun infrastruktur stasiun penukaran baterai. Sehingga memudahkan masyarakat memakai kendaraan roda dua setrum.
Lebih jauh Darmawan menilai kalau satu kendaraan roda dua setrum dapat menyerap 2 Kwh hingga 2.5 Kwh per hari setara 912.5 KWh satu tahunnya.
Melihat data di atas, bila dikalkulasikan dengan jumlah motor listrik yang telah mengaspal sebanyak 18.000 unit, maka konsumsi setrum dari pengguna pada tahun ini mencapai 16. 425 KWh atau 16.4 MWh.
“Dengan penambahan fasilitas penukaran baterai motor listrik diperbanyak di tiap lokasi, tentu ke depan peningkatan konsumsi harus disediakan oleh PLN,” Darmawan menutup perkataanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan