Pertamina Lubricants Bantu Pengemudi Ojol, Beri Layanan Ganti Oli
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Maraknya peredaran oli palsu ternyata justru terjadi di daerah luar Jawa, konsumen tergiur harga murah
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Peredaran oli palsu banyak terjadi di daerah-daerah luar Pulau Jawa. Pemalsuan juga sering kali sudah tidak bisa lagi dibedakan, karena produksinya semakin terlihat profesional dan sangat menyerupai versi aslinya.
Ada beberapa hal jadi penyebab larisnya oli palsu di daerah, mulai dari harga lebih rendah serta wilayah susah dilacak oleh pihak kepolisian.
Hal ini disampaikan oleh Yomie Harlin selaku Wakil Ketua Umum Aspelindo (Asosiasi Pelumas Indonesia). Menurut Yomie pemberantasan oli palsu di wilayah luar pulau Jawa lebih sulit dilakukan.
“Kondisi geografis ini menjadi tantangan yang cukup berat, kebanyakan di daerah luar Jawa karena iming-iming harga murah. Kalau bicara itu kita tahu kelas konsumen di segmen tersebut,” ucap Yomie di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (24/8).
Yomie menjelaskan, penanganan di daerah ‘pelosok’ terbilang sulit dengan sumber daya terbatas yang ada saat ini.
Perlu ada tambahan edukasi kepada konsumen di daerah-daerah tersebut untuk lebih peduli memperhatikan keaslian oli, sehingga mengurangi niat pelaku pemalsuan oli di wilayah tersebut.
Sementara itu Hermas Effendi Prabowo, Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif UMKM Indonesia (PBOIN) menambahkan tren pemalsuan juga terjadi di kota besar.
“Kami sendiri bengkel melihat marak pemalsuan terjadi karena ada kesempatan. Konsumen orientasinya kadang harga murah, merusak mobil atau tidak itu pertimbangan ke sekian,” jelas Hermas dalam kesempatan sama.
Hermas berpendapat perlu ada kerja sama dengan berbagai pihak di daerah-daerah dan saling mengenal distributor di wilayah terkait.
“Sehingga memudahkan bagi bengkel untuk bisa mengakses distributor yang benar mendapatkan oli asli,” lanjut Hermas.
Hal tersebut diklaim sebagai salah satu cara meminimalisir peredaran oli palsu. Hanya saja Hermas mengatakan pihak bengkel masih bingung saat harus melakukan pengaduan ketika menemukan pemalsuan.
Hermas menegaskan pihak berwajib harus melakukan penanganan tanpa menunggu kasusnya besar. Kemudian edukasi konsumen terhadap hal ini bisa dilakukan melalui bengkel.
“Edukasi konsumen bersama-sama. Kalau bisnis jangka panjang pasti akan lebih menguntungkan jika menggunakan oli asli,” ujar Hermas.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
08 Agustus 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 14:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini