Mazda Luncurkan Oli Baru di GIIAS 2026, Catat Keunggulannya
08 Agustus 2026, 19:00 WIB
Maraknya peredaran oli palsu ternyata justru terjadi di daerah luar Jawa, konsumen tergiur harga murah
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Peredaran oli palsu banyak terjadi di daerah-daerah luar Pulau Jawa. Pemalsuan juga sering kali sudah tidak bisa lagi dibedakan, karena produksinya semakin terlihat profesional dan sangat menyerupai versi aslinya.
Ada beberapa hal jadi penyebab larisnya oli palsu di daerah, mulai dari harga lebih rendah serta wilayah susah dilacak oleh pihak kepolisian.
Hal ini disampaikan oleh Yomie Harlin selaku Wakil Ketua Umum Aspelindo (Asosiasi Pelumas Indonesia). Menurut Yomie pemberantasan oli palsu di wilayah luar pulau Jawa lebih sulit dilakukan.
“Kondisi geografis ini menjadi tantangan yang cukup berat, kebanyakan di daerah luar Jawa karena iming-iming harga murah. Kalau bicara itu kita tahu kelas konsumen di segmen tersebut,” ucap Yomie di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (24/8).
Yomie menjelaskan, penanganan di daerah ‘pelosok’ terbilang sulit dengan sumber daya terbatas yang ada saat ini.
Perlu ada tambahan edukasi kepada konsumen di daerah-daerah tersebut untuk lebih peduli memperhatikan keaslian oli, sehingga mengurangi niat pelaku pemalsuan oli di wilayah tersebut.
Sementara itu Hermas Effendi Prabowo, Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif UMKM Indonesia (PBOIN) menambahkan tren pemalsuan juga terjadi di kota besar.
“Kami sendiri bengkel melihat marak pemalsuan terjadi karena ada kesempatan. Konsumen orientasinya kadang harga murah, merusak mobil atau tidak itu pertimbangan ke sekian,” jelas Hermas dalam kesempatan sama.
Hermas berpendapat perlu ada kerja sama dengan berbagai pihak di daerah-daerah dan saling mengenal distributor di wilayah terkait.
“Sehingga memudahkan bagi bengkel untuk bisa mengakses distributor yang benar mendapatkan oli asli,” lanjut Hermas.
Hal tersebut diklaim sebagai salah satu cara meminimalisir peredaran oli palsu. Hanya saja Hermas mengatakan pihak bengkel masih bingung saat harus melakukan pengaduan ketika menemukan pemalsuan.
Hermas menegaskan pihak berwajib harus melakukan penanganan tanpa menunggu kasusnya besar. Kemudian edukasi konsumen terhadap hal ini bisa dilakukan melalui bengkel.
“Edukasi konsumen bersama-sama. Kalau bisnis jangka panjang pasti akan lebih menguntungkan jika menggunakan oli asli,” ujar Hermas.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 19:00 WIB
10 Februari 2026, 14:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
23 Desember 2025, 16:27 WIB
19 Desember 2025, 16:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E