Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap
19 April 2026, 11:05 WIB
Pemerintah mau terapkan kebijakan bahan bakar campran etanol E10 di masa mendatang, Chery buka suara
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur kendaraan roda empat di Indonesia perlu bersiap apabila wacana penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol diberlakukan.
Perlu diketahui tidak semua kendaraan kompatibel dengan BBM campuran etanol 10 persen alias E10.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Chery berharap pemerintah menerapkan regulasi sesuai sebelum E10 resmi diterapkan nanti.
“Kita percaya pemerintah punya peraturan yang sudah menemukan formula untuk memastikan itu kompatibel bagi semua brand,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia (CSI) di Bandung, Jumat (10/10).
Dia menegaskan PT CSI belum dapat memastikan apakah lini kendaraan Chery di dalam negeri dapat mengakomodir bahan bakar dengan campuran etanol.
Rifkie mengungkapkan pihaknya tengah mengkonfirmasi hal tersebut ke prinsipal.
“Kita masih konfirmasi ke headquarter, kira-kira etanolnya berapa yang bisa (dipakai) sama mobil Chery,” tegas Rifkie.
Di sisi lain, Chery memasarkan produk yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol di pasar Thailand.
Sejauh ini menurut Rifkie tidak ada keluhan atau kendala dilaporkan dari pengguna Chery di sana.
Sehingga ada kemungkinan deretan produk Chery di Indonesia juga sudah siap apabila kebijakan BBM campuran etanol E10 diterapkan di masa mendatang.
Sekadar informasi, pemberlakuan etanol sebagai campuran BBM dinilai memiliki dampak positif.
Penggunaan BBM E10 bisa membantu mencegah terjadinya knocking pada mesin keluaran terkini.
Tingginya kandungan oksigen dari etanol disebut bisa meningkatkan efisiensi pembakaran agar semakin sempurna serta mengurangi kadar karbon dioksida dari satu kendaraan.
Meskipun di beberapa negara lain persentasenya sudah di atas 10 persen, pengamat menilai langkah awal E10 sudah tepat untuk mengejar komitmen Net Zero Emission yang ditetapkan pemerintah.
Hanya saja masih perlu transisi dan edukasi lebih lanjut dari pihak pemerintah sebelum kebijakan itu diterapkan.
Harapannya tidak mengakibatkan kerugian baik bagi pengguna maupun produsen kendaraan bermotor.
Mengingat tidak semua kendaraan yang berada di jalanan Indonesia memiliki spesifikasi sesuai untuk menenggak E10.
Pemerintah diharapkan menyiapkan sosialisasi terlebih dahulu dan mencanangkan regulasi pendukung sebelum E10 ditetapkan sebagai aturan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 April 2026, 11:05 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
08 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
21 April 2026, 11:37 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia
21 April 2026, 09:00 WIB
Ford baru saja mendirikan diler di Sunter untuk mengakomodir kebutuhan para konsumen di kawasan Jakarta Utara
21 April 2026, 07:00 WIB
Truk hidrogen Isuzu dan Toyota bakal mulai produksi tahun depan, memanfaatkan Isuzu Elf EV sebagai basis
21 April 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta yang telah diterapkan sejak 2016 terus bergulir hingga hari ini karena cukup efektif
21 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan seperti biasanya hari ini, simak daftar lokasinya
21 April 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
20 April 2026, 21:20 WIB
Mayoritas merek mobil mewah mengalami penurunan penjualan di Maret 2026, Mercedes-Benz anjlok 44,9 persen
20 April 2026, 21:19 WIB
Toyota berkolaborasi dengan CATL untuk membangun fasilitas produksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jabar