Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pemerintah mau terapkan kebijakan bahan bakar campran etanol E10 di masa mendatang, Chery buka suara
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur kendaraan roda empat di Indonesia perlu bersiap apabila wacana penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol diberlakukan.
Perlu diketahui tidak semua kendaraan kompatibel dengan BBM campuran etanol 10 persen alias E10.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Chery berharap pemerintah menerapkan regulasi sesuai sebelum E10 resmi diterapkan nanti.
“Kita percaya pemerintah punya peraturan yang sudah menemukan formula untuk memastikan itu kompatibel bagi semua brand,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia (CSI) di Bandung, Jumat (10/10).
Dia menegaskan PT CSI belum dapat memastikan apakah lini kendaraan Chery di dalam negeri dapat mengakomodir bahan bakar dengan campuran etanol.
Rifkie mengungkapkan pihaknya tengah mengkonfirmasi hal tersebut ke prinsipal.
“Kita masih konfirmasi ke headquarter, kira-kira etanolnya berapa yang bisa (dipakai) sama mobil Chery,” tegas Rifkie.
Di sisi lain, Chery memasarkan produk yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol di pasar Thailand.
Sejauh ini menurut Rifkie tidak ada keluhan atau kendala dilaporkan dari pengguna Chery di sana.
Sehingga ada kemungkinan deretan produk Chery di Indonesia juga sudah siap apabila kebijakan BBM campuran etanol E10 diterapkan di masa mendatang.
Sekadar informasi, pemberlakuan etanol sebagai campuran BBM dinilai memiliki dampak positif.
Penggunaan BBM E10 bisa membantu mencegah terjadinya knocking pada mesin keluaran terkini.
Tingginya kandungan oksigen dari etanol disebut bisa meningkatkan efisiensi pembakaran agar semakin sempurna serta mengurangi kadar karbon dioksida dari satu kendaraan.
Meskipun di beberapa negara lain persentasenya sudah di atas 10 persen, pengamat menilai langkah awal E10 sudah tepat untuk mengejar komitmen Net Zero Emission yang ditetapkan pemerintah.
Hanya saja masih perlu transisi dan edukasi lebih lanjut dari pihak pemerintah sebelum kebijakan itu diterapkan.
Harapannya tidak mengakibatkan kerugian baik bagi pengguna maupun produsen kendaraan bermotor.
Mengingat tidak semua kendaraan yang berada di jalanan Indonesia memiliki spesifikasi sesuai untuk menenggak E10.
Pemerintah diharapkan menyiapkan sosialisasi terlebih dahulu dan mencanangkan regulasi pendukung sebelum E10 ditetapkan sebagai aturan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
01 Agustus 2026, 19:16 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia