iCar V27 Mulai Diproduksi, Kandidat Mobil Baru Chery di RI
13 Januari 2026, 17:00 WIB
Pemerintah mau terapkan kebijakan bahan bakar campran etanol E10 di masa mendatang, Chery buka suara
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur kendaraan roda empat di Indonesia perlu bersiap apabila wacana penerapan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol diberlakukan.
Perlu diketahui tidak semua kendaraan kompatibel dengan BBM campuran etanol 10 persen alias E10.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Chery berharap pemerintah menerapkan regulasi sesuai sebelum E10 resmi diterapkan nanti.
“Kita percaya pemerintah punya peraturan yang sudah menemukan formula untuk memastikan itu kompatibel bagi semua brand,” kata Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia (CSI) di Bandung, Jumat (10/10).
Dia menegaskan PT CSI belum dapat memastikan apakah lini kendaraan Chery di dalam negeri dapat mengakomodir bahan bakar dengan campuran etanol.
Rifkie mengungkapkan pihaknya tengah mengkonfirmasi hal tersebut ke prinsipal.
“Kita masih konfirmasi ke headquarter, kira-kira etanolnya berapa yang bisa (dipakai) sama mobil Chery,” tegas Rifkie.
Di sisi lain, Chery memasarkan produk yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol di pasar Thailand.
Sejauh ini menurut Rifkie tidak ada keluhan atau kendala dilaporkan dari pengguna Chery di sana.
Sehingga ada kemungkinan deretan produk Chery di Indonesia juga sudah siap apabila kebijakan BBM campuran etanol E10 diterapkan di masa mendatang.
Sekadar informasi, pemberlakuan etanol sebagai campuran BBM dinilai memiliki dampak positif.
Penggunaan BBM E10 bisa membantu mencegah terjadinya knocking pada mesin keluaran terkini.
Tingginya kandungan oksigen dari etanol disebut bisa meningkatkan efisiensi pembakaran agar semakin sempurna serta mengurangi kadar karbon dioksida dari satu kendaraan.
Meskipun di beberapa negara lain persentasenya sudah di atas 10 persen, pengamat menilai langkah awal E10 sudah tepat untuk mengejar komitmen Net Zero Emission yang ditetapkan pemerintah.
Hanya saja masih perlu transisi dan edukasi lebih lanjut dari pihak pemerintah sebelum kebijakan itu diterapkan.
Harapannya tidak mengakibatkan kerugian baik bagi pengguna maupun produsen kendaraan bermotor.
Mengingat tidak semua kendaraan yang berada di jalanan Indonesia memiliki spesifikasi sesuai untuk menenggak E10.
Pemerintah diharapkan menyiapkan sosialisasi terlebih dahulu dan mencanangkan regulasi pendukung sebelum E10 ditetapkan sebagai aturan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Januari 2026, 17:00 WIB
13 Januari 2026, 12:00 WIB
12 Januari 2026, 14:00 WIB
07 Januari 2026, 13:00 WIB
07 Januari 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Biaya perpanjang di SIM keliling Jakarta bervariasi tergantung dari jenis SIM, berikut informasi lengkapnya
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat maupun pengendara, kepolisian menghadirkan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 14 Januari 2026 kembali diterapkan dengan saksi denda hingga ratusan ribu rupiah
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Karena diyakini masih akan berstatus impor utuh tanpa insentif, harga BYD Atto 1 diprediksi melonjak di 2026
13 Januari 2026, 17:00 WIB
Mobil EREV iCar V27 diproduksi di negara asalnya yakni Cina sebelum kemudian ditawarkan ke pasar global
13 Januari 2026, 16:00 WIB
Pemutihan pajak kendaraan kembali digelar untuk memudahkan dan meringankan beban pemilik motor dan mobil
13 Januari 2026, 15:37 WIB
Saat ini Ducati masih fokus untuk mempersiapkan peluncuran tim MotoGP 2026 serta motor Marquez dan Bagnaia
13 Januari 2026, 14:04 WIB
Penjualan VinFast mengalami kenaikan pesat di akhir tahun, secara retail berhasil tembus di atas 7.000 unit