Polytron Matangkan Peluncuran Mobil Listrik Baru di Tahun Ini
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berharap ada perusahaan asing yang akan mendirikan fasilitas pengujian baterai di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Indonesia terus mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mencanangkan beragam program. Beberapa kementerian terkait pun sudah menunjukkan komitmennya untuk mendukung hal tersebut.
Salah satunya adalah Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang meminta agar perusahaan asing mulai mendirikan fasilitas pengujian baterai di Tanah Air. Hal ini ia sampaikan saat menemui Todd Denison, Presiden Internasional UL Solutions di Amerika Serikat.
Menurutnya permintaan electric vehicle di dalam negeri akan meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Pemerintah ingin mewujudkan kendaraan listrik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.
"Selain itu, penciptaan ekosistem EV baterai ini juga sangat penting untuk menekan emisi karbon di bumi," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis di Jakarta (28/06).
Dilansir dari Antara, Todd Denison mengakui bahwa ada potensi pengembangan ekosistem kendaraan di Indonesia. Jumlahnya cukup menjanjikan terlebih pemerintah sudah memberi dukungan penuh.
"Kami mendukung keamanan atas inovasi baru seperti halnya teknologi EV baterai. Sampai saat ini, fasilitas pengujian baterai di Asia baru ada di China. Kami akan mengkaji lebih dalam potensi pendirian titik pengujian baterai di Indonesia," kata Todd.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM terus mendorong terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan izin usaha bagi investor terkait yang berminat untuk berinvestasi.
Apa yang dilakukan oleh Bahlil Lahadalia di Amerika tentu merupakan hal positif pasalnya sejumlah kementerian juga sudah melakukan upaya serupa untuk menarik minat investor. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi karena telah menerima proposal investasi baru senilai USD 1.3 miliar atau setara Rp19.5 triliun (kurs Rp15.015).
Tak hanya itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga mengaku telah bertemu dengan beberapa perusahaan otomotif di Jepang. Dalam pertemuan tersebut dirinya berhasil mendapat respon positif karena beberapa pabrikan berkomitmen untuk melakukan investasi tambahan termasuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan kolaborasi ini maka bukan tidak mungkin pasar kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat dibandingkan negara lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Maret 2026, 19:00 WIB
11 Maret 2026, 13:00 WIB
11 Maret 2026, 07:00 WIB
09 Maret 2026, 15:00 WIB
09 Maret 2026, 11:26 WIB
Terkini
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta dilaksanakan secara ketat dengan pengawasan ketat dari berbagai titik termasuk kamera ETLE
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Kepolisian sengaja menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memfasilitasi para pengendara di Kota Kembang
12 Maret 2026, 06:00 WIB
Persyaratannya mirip perpanjangan di kantor Satpas, simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta hari ini
11 Maret 2026, 20:39 WIB
MPV ramah lingkungan Wuling Darion PHEV jadi opsi menarik buat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik
11 Maret 2026, 19:00 WIB
Kehadiran mobil listrik baru Polytron, diharapkan bisa menggairahkan pasar kendaraan roda empat di Indonesia
11 Maret 2026, 18:00 WIB
Penjualan motor listrik Alva diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya meski harganya lebih tinggi
11 Maret 2026, 17:00 WIB
Keinginan BYD untuk bergabung dengan Formula 1 demi semakin memperkenalkan brand mereka ke seluruh dunia
11 Maret 2026, 15:00 WIB
Diler Xpeng Pluit jadi salah satu strategi pabrikan untuk memperluas jangkauan pasar dan permudah konsumen