Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Pemerintah berharap ada perusahaan asing yang akan mendirikan fasilitas pengujian baterai di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Indonesia terus mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mencanangkan beragam program. Beberapa kementerian terkait pun sudah menunjukkan komitmennya untuk mendukung hal tersebut.
Salah satunya adalah Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang meminta agar perusahaan asing mulai mendirikan fasilitas pengujian baterai di Tanah Air. Hal ini ia sampaikan saat menemui Todd Denison, Presiden Internasional UL Solutions di Amerika Serikat.
Menurutnya permintaan electric vehicle di dalam negeri akan meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Pemerintah ingin mewujudkan kendaraan listrik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.
"Selain itu, penciptaan ekosistem EV baterai ini juga sangat penting untuk menekan emisi karbon di bumi," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis di Jakarta (28/06).
Dilansir dari Antara, Todd Denison mengakui bahwa ada potensi pengembangan ekosistem kendaraan di Indonesia. Jumlahnya cukup menjanjikan terlebih pemerintah sudah memberi dukungan penuh.
"Kami mendukung keamanan atas inovasi baru seperti halnya teknologi EV baterai. Sampai saat ini, fasilitas pengujian baterai di Asia baru ada di China. Kami akan mengkaji lebih dalam potensi pendirian titik pengujian baterai di Indonesia," kata Todd.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM terus mendorong terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan izin usaha bagi investor terkait yang berminat untuk berinvestasi.
Apa yang dilakukan oleh Bahlil Lahadalia di Amerika tentu merupakan hal positif pasalnya sejumlah kementerian juga sudah melakukan upaya serupa untuk menarik minat investor. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi karena telah menerima proposal investasi baru senilai USD 1.3 miliar atau setara Rp19.5 triliun (kurs Rp15.015).
Tak hanya itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga mengaku telah bertemu dengan beberapa perusahaan otomotif di Jepang. Dalam pertemuan tersebut dirinya berhasil mendapat respon positif karena beberapa pabrikan berkomitmen untuk melakukan investasi tambahan termasuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan kolaborasi ini maka bukan tidak mungkin pasar kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat dibandingkan negara lain.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi
29 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku yang diharapkan mampu mengurai kemacetan terutama di jam sibuk
29 April 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung agar bisa memfasilitas para pengendara di Kota Kembang hari ini
28 April 2026, 15:00 WIB
Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang