Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Pemerintah berharap ada perusahaan asing yang akan mendirikan fasilitas pengujian baterai di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Indonesia terus mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mencanangkan beragam program. Beberapa kementerian terkait pun sudah menunjukkan komitmennya untuk mendukung hal tersebut.
Salah satunya adalah Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang meminta agar perusahaan asing mulai mendirikan fasilitas pengujian baterai di Tanah Air. Hal ini ia sampaikan saat menemui Todd Denison, Presiden Internasional UL Solutions di Amerika Serikat.
Menurutnya permintaan electric vehicle di dalam negeri akan meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Pemerintah ingin mewujudkan kendaraan listrik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.
"Selain itu, penciptaan ekosistem EV baterai ini juga sangat penting untuk menekan emisi karbon di bumi," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis di Jakarta (28/06).
Dilansir dari Antara, Todd Denison mengakui bahwa ada potensi pengembangan ekosistem kendaraan di Indonesia. Jumlahnya cukup menjanjikan terlebih pemerintah sudah memberi dukungan penuh.
"Kami mendukung keamanan atas inovasi baru seperti halnya teknologi EV baterai. Sampai saat ini, fasilitas pengujian baterai di Asia baru ada di China. Kami akan mengkaji lebih dalam potensi pendirian titik pengujian baterai di Indonesia," kata Todd.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM terus mendorong terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan izin usaha bagi investor terkait yang berminat untuk berinvestasi.
Apa yang dilakukan oleh Bahlil Lahadalia di Amerika tentu merupakan hal positif pasalnya sejumlah kementerian juga sudah melakukan upaya serupa untuk menarik minat investor. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi karena telah menerima proposal investasi baru senilai USD 1.3 miliar atau setara Rp19.5 triliun (kurs Rp15.015).
Tak hanya itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga mengaku telah bertemu dengan beberapa perusahaan otomotif di Jepang. Dalam pertemuan tersebut dirinya berhasil mendapat respon positif karena beberapa pabrikan berkomitmen untuk melakukan investasi tambahan termasuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan kolaborasi ini maka bukan tidak mungkin pasar kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat dibandingkan negara lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 20:22 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 22:05 WIB
IDRS ingin meningkatkan standar keselamatan pengujian pada setiap motor baru yang ada dipasarkan di Tanah Air
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia