Mazda CX-6e Debut Global, Calon Pengganti MX-30 di Indonesia
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Pemerintah berharap ada perusahaan asing yang akan mendirikan fasilitas pengujian baterai di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pemerintah Indonesia terus mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mencanangkan beragam program. Beberapa kementerian terkait pun sudah menunjukkan komitmennya untuk mendukung hal tersebut.
Salah satunya adalah Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang meminta agar perusahaan asing mulai mendirikan fasilitas pengujian baterai di Tanah Air. Hal ini ia sampaikan saat menemui Todd Denison, Presiden Internasional UL Solutions di Amerika Serikat.
Menurutnya permintaan electric vehicle di dalam negeri akan meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Pemerintah ingin mewujudkan kendaraan listrik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.
"Selain itu, penciptaan ekosistem EV baterai ini juga sangat penting untuk menekan emisi karbon di bumi," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis di Jakarta (28/06).
Dilansir dari Antara, Todd Denison mengakui bahwa ada potensi pengembangan ekosistem kendaraan di Indonesia. Jumlahnya cukup menjanjikan terlebih pemerintah sudah memberi dukungan penuh.
"Kami mendukung keamanan atas inovasi baru seperti halnya teknologi EV baterai. Sampai saat ini, fasilitas pengujian baterai di Asia baru ada di China. Kami akan mengkaji lebih dalam potensi pendirian titik pengujian baterai di Indonesia," kata Todd.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM terus mendorong terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan izin usaha bagi investor terkait yang berminat untuk berinvestasi.
Apa yang dilakukan oleh Bahlil Lahadalia di Amerika tentu merupakan hal positif pasalnya sejumlah kementerian juga sudah melakukan upaya serupa untuk menarik minat investor. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi karena telah menerima proposal investasi baru senilai USD 1.3 miliar atau setara Rp19.5 triliun (kurs Rp15.015).
Tak hanya itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga mengaku telah bertemu dengan beberapa perusahaan otomotif di Jepang. Dalam pertemuan tersebut dirinya berhasil mendapat respon positif karena beberapa pabrikan berkomitmen untuk melakukan investasi tambahan termasuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.
Dengan kolaborasi ini maka bukan tidak mungkin pasar kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat dibandingkan negara lain.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Januari 2026, 16:12 WIB
14 Januari 2026, 14:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
14 Januari 2026, 09:00 WIB
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 21:20 WIB
Kia Sales Indonesia ingin menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan prisipal turun langsung
14 Januari 2026, 19:00 WIB
Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai
14 Januari 2026, 17:00 WIB
Ada dua warna baru Yamaha Xmax yang mampu memancarkan kesan sporti serta elegan ketika digunakan di jalan
14 Januari 2026, 16:12 WIB
Produk hasil kolaborasi dengan Changan, SUV Mazda CX-6e resmi dihadirkan ke pasar global mulai tahun ini
14 Januari 2026, 15:00 WIB
Peta persaingan otomotif di RI berubah sejak kehadiran mobil Cina, catatkan pertumbuhan pesat sejak 2023
14 Januari 2026, 14:00 WIB
Tidak ada merek asal Korea Selatan Hyundai dalam 20 mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun ini
14 Januari 2026, 13:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
14 Januari 2026, 12:00 WIB
Penjualan truk 2025 di Indonesia turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga perlu dapat perhatian