Pemerintah Harap Fasilitas Pengujian Baterai Bisa Hadir di RI

Pemerintah berharap ada perusahaan asing yang akan mendirikan fasilitas pengujian baterai di Indonesia

Pemerintah Harap Fasilitas Pengujian Baterai Bisa Hadir di RI

TRENOTO – Pemerintah Indonesia terus mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mencanangkan beragam program. Beberapa kementerian terkait pun sudah menunjukkan komitmennya untuk mendukung hal tersebut.

Salah satunya adalah Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal yang meminta agar perusahaan asing mulai mendirikan fasilitas pengujian baterai di Tanah Air. Hal ini ia sampaikan saat menemui Todd Denison, Presiden Internasional UL Solutions di Amerika Serikat.

Menurutnya permintaan electric vehicle di dalam negeri akan meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu Pemerintah ingin mewujudkan kendaraan listrik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan bagi penggunanya.

Photo : Lexus Indonesia

"Selain itu, penciptaan ekosistem EV baterai ini juga sangat penting untuk menekan emisi karbon di bumi," ujar Bahlil melalui keterangan tertulis di Jakarta (28/06).

Dilansir dari Antara, Todd Denison mengakui bahwa ada potensi pengembangan ekosistem kendaraan di Indonesia. Jumlahnya cukup menjanjikan terlebih pemerintah sudah memberi dukungan penuh.

"Kami mendukung keamanan atas inovasi baru seperti halnya teknologi EV baterai. Sampai saat ini, fasilitas pengujian baterai di Asia baru ada di China. Kami akan mengkaji lebih dalam potensi pendirian titik pengujian baterai di Indonesia," kata Todd.

Baca juga : Toyota Siapkan Mobil Listrik Transmisi Manual

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM terus mendorong terciptanya ekosistem baterai kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan memberikan kemudahan izin usaha bagi investor terkait yang berminat untuk berinvestasi.

Apa yang dilakukan oleh Bahlil Lahadalia di Amerika tentu merupakan hal positif pasalnya sejumlah kementerian juga sudah melakukan upaya serupa untuk menarik minat investor. Salah satunya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi karena telah menerima proposal investasi baru senilai USD 1.3 miliar atau setara Rp19.5 triliun (kurs Rp15.015).

Photo : TrenOto

Tak hanya itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian juga mengaku telah bertemu dengan beberapa perusahaan otomotif di Jepang. Dalam pertemuan tersebut dirinya berhasil mendapat respon positif karena beberapa pabrikan berkomitmen untuk melakukan investasi tambahan termasuk mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan kolaborasi ini maka bukan tidak mungkin pasar kendaraan listrik di Indonesia bisa semakin cepat dibandingkan negara lain.


Terkini

mobil
Kia

Kia Mulai Babak Baru di Tanah Air, Lepas Dari Indomobil

Kia Sales Indonesia ingin menunjukkan komitmen jangka panjang di Tanah Air dengan prisipal turun langsung

mobil
Suzuki Fronx

Diskon Suzuki Fronx di Januari 2026, Setara Honda Beat

Diskon Suzuki Fronx dari tenaga penjual bisa dimanfaatkan siapa saja dan untuk pembelian kredit serta tunai

motor
Yamaha Xmax

Yamaha Xmax Tampil Menawan di Awal Tahun, Ada Opsi Warna Baru

Ada dua warna baru Yamaha Xmax yang mampu memancarkan kesan sporti serta elegan ketika digunakan di jalan

mobil
Mazda CX-6e

Mazda CX-6e Debut Global, Calon Pengganti MX-30 di Indonesia

Produk hasil kolaborasi dengan Changan, SUV Mazda CX-6e resmi dihadirkan ke pasar global mulai tahun ini

mobil
Mobil Cina

Menilik Penjualan Merek Jepang-Korea Pasca Kehadiran Mobil Cina

Peta persaingan otomotif di RI berubah sejak kehadiran mobil Cina, catatkan pertumbuhan pesat sejak 2023

mobil
Mobil Listrik

Wholesales 20 Mobil Listrik Terlaris di RI 2025: BYD Mendominasi

Tidak ada merek asal Korea Selatan Hyundai dalam 20 mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun ini

mobil
Mobil Listrik

Ekonom Ungkap Alternatif Insentif Otomotif untuk Jaga Tren EV

Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi

mobil
Cerita Pengusaha di Lamongan Andalkan Mitsubishi Fuso Canter

Penjualan Truk 2025 Turun Ribuan Unit, Terpukul Produk Cina

Penjualan truk 2025 di Indonesia turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga perlu dapat perhatian