Izin PO Cahaya Trans Dibekukan Usai Kecelakaan Maut di Tol
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Pemerintah akan akan rutin lakukan pemeriksaan bus pariwisata untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal rutin melakukan pemeriksaan bus pariwisata. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan yang belakangan sering terjadi.
Pemeriksaan akan dijalankan tiap akhir pekan dan libur panjang. Pasalnya di waktu-waktu tersebutlah biasanya angkutan pariwisata mengalami puncak kepadatan.
“Hal ini dilakukan guna menertibkan operasional angkutan pariwisata agar mengedepankan aspek keselamatan,” kata Hendro Sugiatno, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub dikutip Antara (03/16).
Ia pun menambahkan bahwa pemeriksaan angkutan pariwisata akan dilakukan secara acak. Ada pun lokasinya fokus di beberapa daerah seperti Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jambi, Riau hingga Sumatera Utara.
Kegiatan ini sebenarnya sudah mulai dilakukan dan setidaknya sudah ada 153 unit bus yang diperiksa. Dari jumlah itu, 108 unit atau 71 persen memenuhi aspek administrasi serta persyaratan teknis.
Sementara 45 unit bus lain atau 29 persen dinilai tidak memenuhi aspek administrasi dan persyaratan teknis.
"Dari hasil pemeriksaan ini, untuk armada bus yang status Kartu Pengawasan (KP) tidak berlaku dan/atau memalsukan status Bukti Lulus Uji Elektronik (BLU-e) diberi sanksi tilang oleh PPNS Ditjen Perhubungan Darat," tegas Hendro.
Pemeriksaan tersebut dilaksanakan bersama oleh Balai Pengelola Transportasi Darat di tiap-tiap daerah, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), PT Jasa Raharja serta pihak kepolisian.
“Ini agar tidak ada lagi bus pariwisata yang tidak berizin dan tidak sesuai ketentuan beroperasi di jalan,” tegas Hendro.
Belakangan memang telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata di berbagai lokasi. Kejadian tersebut bahkan telah merenggut nyawa banyak orang.
Salah satu insiden terparah adalah yang melibatkan SMK Lingga Kencana Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Kp. Palasari Ds. Palasari, Ciater, Subang pada Sabtu (11/05).
Ketika itu bus sedang melaju dari Bandung menuju ke Subang lalu menabrak kendaraan roda empat serta sepeda motor di jalur berlawanan hingga terguling. Kecelakaan itu menyebabkan 11 orang meninggal dunia.
Dalam penyelidikan diketahui bahwa rem bus mengalami masalah. Pengemudi, pemilik bengkel dan operator Trans Putera Fajar telah dijadikan tersangka.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 15:24 WIB
12 Desember 2025, 19:00 WIB
01 November 2025, 17:00 WIB
21 September 2025, 17:00 WIB
16 September 2025, 12:00 WIB
Terkini
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja
11 September 2026, 19:00 WIB
Daimler Commercial Vehicles Indonesia ramaikan IEE Series 2026 sekaligus memperkenalkan presiden direktur baru
11 September 2026, 18:03 WIB
Lepas resmi membuka diler baru di Semarang untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen di Jawa Tengah