Yamaha Siap Dukung Kebutuhan Kopdes Merah Putih, Harga Kompetitif
02 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha mengaku permintaan sparepart semakin meningkat imbas berkurangnya permintaan motor baru di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar motor baru di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Pada April 2025 kondisinya bahkan semakin memburuk.
Menurut data AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) pada bulan lalu hanya ada 406.690 unit yang diantarkan dari pabrik ke diler atau wholesales.
Jumlah di atas turun cukup jauh bila dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Mengingat di Maret 2025 sempat menyentuh 541.684 unit.
Bahkan menurut catatan, performa wholesales motor baru pada April menjadi yang paling rendah sepanjang 2025.
Tentu kondisi ini cukup disayangkan banyak pihak. Namun di lain sisi, penurunan wholesales motor baru ternyata membawa berkah.
Seperti yang dirasakan pada segmen penjualan sparepart. Disebut ada kenaikan permintaan suku cadang kendaraan roda dua.
“Dampak terhadap konsumen yang akhirnya mereka melakukan penundaan pembelian kendaraan atau hal-hal bersifat konsumtif,” ungkap Antonius Widiantoro, Asst & Marketing Part Operation Division YIMM (Yamaha Indonesia Motor Mfg) saat ditemui di Bandung, Jawa Barat.
Anton menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat lebih memilih merawat kendaraan roda dua sudah dimiliki.
Sehingga permintaan sparepart milik Yamaha meningkat. Jadi sebuah berkah bagi produsen di tengah keadaan yang sulit.
“Jadi ibarat kata gini, daripada saya membeli kendaraan baru, mungkin kendaraan lama yang saya rawat,” lanjut Anton.
Dengan begitu meski permintaan motor baru menurun, akan tetapi penjualan suku cadang Yamaha justru mengalami kenaikan.
Menjadi sebuah angin segar saat industri otomotif sedang menghadapi badai cukup besar di awal 2025.
“Akhirnya konsumen mempunyai keinginan untuk merawat motor itu jadi lebih tinggi. Berdampak pada bisnis after sales, servis maupun sparepart,” tegas Anton.
Sayang Anton enggan menjelaskan berapa angka peningkatan permintaan sparepart yang dialami oleh Yamaha selama empat bulan awal 2025.
“Akan tetapi kelihatan memang di bisnis after sales saat ini bertumbuh,” Anton menambahkan.
Sekadar informasi, sejumlah faktor menjadi rintangan penjualan motor baru di Tanah Air. Mulai dari penerapan opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor).
Kemudian kondisi ekonomi Indonesia maupun global yang belum juga membaik dari waktu ke waktu.
Selanjutnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah, turut menjadi biang kerok penjualan motor baru kian merosot.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Maret 2026, 10:00 WIB
01 Maret 2026, 10:00 WIB
28 Februari 2026, 09:28 WIB
26 Februari 2026, 08:00 WIB
26 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
02 Maret 2026, 16:06 WIB
Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran
02 Maret 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia menyiapkan setidaknya empat strategi untuk bisa mewujudkan targetnya pada tahun ini
02 Maret 2026, 12:00 WIB
Geely siap mengawal pelanggannya saat mudik Lebaran 2026 dengan membuka 11 diler di sejumlah kota besar
02 Maret 2026, 11:00 WIB
Selama musim mudik 2026, Hino akan membuka sejumlah posko mudik yang siap mengawal perjalanan pelanggan
02 Maret 2026, 10:00 WIB
Yamaha ingin berkolaborasi dengan Agrinas Pangan Nusantara untuk memasok motor baru bagi Koperasi Merah Putih
02 Maret 2026, 08:03 WIB
Pedro Acosta sukses mengamankan 32 poin di Thailand untuk bisa berebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026
02 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta pertama di Maret 2026 akan diawasi ketat oleh pihak kepolisian yang terus berjaga