Ganjil Genap Jakarta 7 April 2026, Siapkan Jalur Alternatif
07 April 2026, 06:00 WIB
Operasi Ketupat 2025 diselenggarakan lebih awal akibat adanya kebijakan Work From Anywhere buat para ASN
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi Ketupat 2025 tidak dilangsungkan serentak. Pasalnya Jawa, Lampung dan Bali akan melangsungkan kegiatan lebih awal dari jadwal seharusnya.
Ketiga wilayah tersebut akan menggelar operasi Ketupat mulai 23 Maret hingga 8 April 2025. Sementara untuk wilayah lainnya tetap pada rencana awal yaitu 26 Maret sampai 8 April 2025.
Perubahan rencana ini dilakukan karena pemerintah membuat kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk aparatur sipil negara (ASN) sejak 24—27 Maret 2025. Akibatnya korlantas pun memperkirakan arus mudik akan berlangsung lebih awal jadi 19 Maret 2025.
"Diperkirakan pada tanggal 22, 21, 20, dan 19 Maret ini sudah mulai masyarakat bergerak mengawali untuk berangkat mudik,” ungkap Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryo Nugroho, Kepala Korps Lalu Lintas dilansir Antara (17/03).
Meski WFA membuat operasi Ketupat mengalami perubahan, dirinya mengklaim bahwa kebijakan tersebut berpotensi membuat kepadatan berkurang. Pasalnya konsentrasi kepadatan jadi lebih tersebar dibanding dibiarkan tanpa adanya strategi baru.
Perlu diketahui bahwa Kementerian Perhubungan memproyeksikan bakal ada 146,48 juta jiwa akan melakukan perjalanan pada Lebaran 2025. Jumlah tersebut mengalami penurunan 24,33 persen bila dibandingkan periode serupa tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.
Dari jumlah tersebut mobil pribadi masih menjadi kendaraan terfavorit. Tak tanggung-tanggung, 33,69 juta orang atau 23 persen menjadikannya sebagai pilihan Utama.
Kemudian 16,9 persen atau 24,76 juta orang bakal memanfaatkan bus sebagai alat transportasi saat mudik. Pengguna kereta api menguasai 16,1 persen atau sekitar 23,58 juta orang.
Selanjutnya pengguna pesawat dalam musim mudik kali ini diperkirakan sebesar 19,77 juta orang atau 13,5 persen. Sementara masyarakat yang menjadikan sepeda motor sebagai andalan ada sekitar 12,74 juta orang atau 8,7 persen.
Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Mulai dari menerapkan one way hingga ganjil genap di sejumlah ruas jalan tol.
Oleh sebab itu masyarakat disarankan untuk mengatur jadwal perjalanannya agar tidak terjebak kepadatan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 April 2026, 06:00 WIB
06 April 2026, 06:01 WIB
03 April 2026, 15:39 WIB
02 April 2026, 17:00 WIB
02 April 2026, 06:00 WIB
Terkini
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal
12 Mei 2026, 06:06 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk bisa mengurai sedikit kemacetan di Ibu Kota
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri