Simpang Siur Insentif Motor Listrik, ESDM: Perlu Perpres
03 September 2026, 07:00 WIB
Arifin Tasrif, Menteri ESDM meminta kuota BBM subsidi bisa dinaikan pada 2025 sampai 19,99 juta kiloliter
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Arifin Tasrif, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) baru saja mengusulkan kuota BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi dinaikkan. Hal itu dia sampaikan saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.
Dia meminta kuota BBM subsidi menjadi 19,99 juta kiloliter (KL) pada 2025. Menurutnya jumlah tersebut bakal terbagi dalam beberapa jenis.
Dengan rincian minyak tanah sebanyak 0,51 juta sampai 0,55 juta KL. Sementara buat solar subsidi 18,33 juta hingga 19,44 juta KL.
“Terkait besaran subsidi tetap solar, pemerintah mempertimbangkan indikator ekonomi makro khususnya harga minyak mentah Indonesia atau ICP dan nilai tukar rupiah,” ujar Arifin di Antara.
Lebih jauh dia menjelaskan usulan dilakukan dengan sejumlah catatan. Seperti program pemberian subsidi tetap untuk solar ke masyarakat.
Kemudian disertai pengendalian volume maupun pengawasan atas golongan. Lalu sektor-sektor yang berhak menggunakan bahan bakar tersebut.
Ia mengungkapkan kalau kenaikan kuota BBM subsidi tahun depan disebabkan oleh perhitungan regresi non-linear untuk konsumsi bahan bakar di Tanah Air.
“Selain itu masih ada metode eskalasi laju pertumbuhan ekonomi berdasarkan data penyaluran BBM dengan asumsi pertumbuhan sebesar 5,2 persen,” Arifin menambahkan.
Arifin lalu menyebut kalau pihaknya bakal melanjutkan kebijakan subsidi BBM tepat sasaran. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi anggaran.
Di sisi lain dia menuturkan, pemerintah bakal berupaya keras melakukan pengendalian konsumsi BBM. Akan tetapi mereka butuh sinergi dan koordinasi antar kementerian atau lembaga terkait, pemda sampai sejumlah instansi.
Sekadar informasi, sebelumnya BPH Migas melaporkan selama periode Januari hingga April 2024, pemerintah telah menyalurkan 30 persen kuota BBM subsidi,
Menurut Erika Retnowati, Kepala BPH Migas mereka sudah memberikan sebanyak 5,57 juta KL atau sebesar 30,12 persen dari total kuota JBT sebesar 18,4 juta KL.
“Adapun rincian untuk solar 5,40 juta KL dan minyak tanah 0,17 juta KL,” kata Erika
Kemudian BPH Migas juga melakukan penetapan, pengaturan serta pengawasan volume jenis BBM khusus penugasan yakni Pertalite.
“Sampai April realisasi JBKP sebesar 10 juta KL atau 31,63 persen dari kuota yang dialokasikan 31,60 juta KL," Erika menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 September 2026, 07:00 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
Terkini
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia
28 September 2026, 17:49 WIB
BYD Atto 1 generasi terbaru siap hadir dengan berbagai ubahan mayor, baik pada eksterior maupun jantung pacu
28 September 2026, 12:39 WIB
Di tengah ramainya model baru yang ditawarkan di Indonesia, Mitsubishi Pajero Sport masih menjadi andalan
28 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, berikut biaya dan lokasinya
28 September 2026, 06:00 WIB
Para pengguna mobil pribadi yang hendak melintas jalan protokol Ibu Kota, simak titik Ganjil Genap Jakarta