Double Cabin Baru BYD Siap Meluncur, Berjenis PHEV
14 April 2026, 07:00 WIB
Thailand kerap jadi pilihan banyak APM dirikan pabrik, Menperin imbau produsen mulai pertimbangkan Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Thailand merupakan salah satu negara pilihan banyak APM dirikan pabrik mobil. Faktor pendukungnya banyak, seperti kebijakan pemerintah yang diberlakukan seperti insentif mobil hybrid.
Sehingga banyak kendaraan hadir di Indonesia saat ini berstatus CBU (Completely Built Up) atau impor utuh dari negara asalnya. Salah satunya adalah model pikap D-Cab (Double Cabin).
Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI mengungkapkan bahwa seluruh unit D-Cab di Tanah Air sekarang masih impor dengan jumlah rata-rata 25.000 unit per tahun.
“Yang aneh, catatan dari Kemenperin, prinsipal menjadikan Thailand sebagai basis produksi untuk kendaraan Double Cabin dengan alasan salah satunya permintaan di Thailand lebih tinggi. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak prinsipal evaluasi kembali pemikiran tersebut,” ungkap Agus di JCC Senayan, Jumat (8/3).
Menurut dia secara logika tidak mungkin perekonomian Thailand secara umum bisa lebih besar dari Indonesia. Market atau pasar terbentuk juga lebih potensial.
Tidak hanya itu, MVA (Manufacturing Value Added) Indonesia juga berada di atas Thailand. Per 2021 Indonesia memberikan kontribusi MVA global 1,46 persen dan saat ini berada di sepuluh besar.
“Data mengatakan MVA kita di atas Turki, Kanada, Brazil, Spanyol dan yang terpenting di atas Thailand,” ungkap Agus.
Untuk diketahui MVA sendiri merupakan nilai tambah industri manufaktur per negara, akumulasi dari selisih harga barang dengan biaya produksi.
Pada Januari 2024, Perdana Menteri Thailand mengatakan bahwa Thailand tengah mengalami krisis ekonomi. Menurut Julapun Amornvivat, Wakil Menteri Keuangan Thailand, masalah terjadi karena utang rumah tangga dan sektor swasta tinggi.
“Sekarang sudah pada level berbahaya semacam resesi ekonomi. Sulit untuk mendorong perekonomian maju, itu sebabnya kita melihat pertumbuhan ekonomi (Thailand) lamban,” ucap Julapun.
Dilansir dari Katadata, IMF (International Monetary Fund) juga ungkap bahwa utang rumah tangga Thailand membengkak dalam dua dekade terakhir.
Maka bicara potensi perekonomian, Menperin imbau produsen otomotif untuk mulai pertimbangkan Indonesia sebagai basis produksi.
“Pasti dalam dua, tiga sampai 10 tahun ke depan kita bisa lebih menjanjikan dari Thailand,” tegas Agus.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 07:00 WIB
09 April 2026, 17:00 WIB
05 Maret 2026, 16:00 WIB
06 Februari 2026, 21:58 WIB
28 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak